Sabtu, 06 Juli 2013

PERBEDAAN INDIVIDU

PERBEDAAN INDIVIDU
(INDIVIDUAL DIFFERENCES)
1. Pengertian Perbedaan Individu
Keunikan yang ada pada masing-masing individu yang akan membedakan cara
berpikir, berperasaan, dan bertindak. Tidak ada individu yang sama dengan individu
lain, sekalipun kembar identik.
2. Sumber Perbedaan Individu
a. Faktor Bawaan
Yaitu faktor-faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik orang tuanya.
Proses ini dimulai sejak masa konsepsi (pembuahan), + 280 hari sebelum kelahiran.
Pada masing-masing sel reproduksi terdapat 23 pasang kromosom.
Kromosom adalah partikel seperti benang yang masing-masing di dalamnya
terdapat untaian partikel yang sangat kecil (= gen).
Gen adalah pembawa ciri bawaan yang diwariskan orang tua kepada
keturunannya. Jumlah gen dalam genome (= kumpulan gen) sekitar 60.000 –
150.000. Masing-masing gen mengandung potensi ciri bawaan fisik dan mental.
Mempengaruhi: bentuk tubuh, kekuatan fisik, kecerdasan.
b. Faktor Lingkungan
· Status Sosial Ekonomi Orang tua
- tingkat pendidikan orang tua
- pekerjaan orang tua
- penghasilan orang tua
Berimplikasi pada perbedaan aspirasi orang tua terhadap pendidikan anak, aspirasi anak tehadap pendidikannya, fasilitas yang diberikan pada anak, dan waktu yang disediakan untuk anak-anaknya.
· Pola Asuh Orang tua
- Otoriter: menekankan pada pengawasan orang tua pada anak
untuk mendapatkan ketaatan atau kepatuhan. Ortu bersikap tegas, suka menghukum, dan cenderung
mengekang keinginan anak.
Anak menjadi kurang inisiatif, cenderung ragu, dan mudah gugup. Karena sering mendapat hukuman anak menjadi tidak disiplin dan nakal.
- Permissive: ortu memberi kebebasan sebanyak mungkin
kepada untuk mengatur dirinya sendiri, anak tidak dituntut
untuk bertanggungjawab, dan tidak banyak dikontrol oleh ortu.
- Authoritative: adanya hak dan kewajiban ortu dan anak, yang berarti saling melengkapi, anak dilatih untuk bertanggung jawab, dan menentukan perilakunya sendiri agar berdisiplin.
· Budaya
- ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan
- sistem sosial: aktifitas dan tindakan berpola dari manusia dan masyarakat
- benda-benda hasil karya manusia
· Urutan Kelahiran
Disebabkan oleh perbedaan perlakuan dari ortu maupun anggota keluarga lainnya terhadap anak.
3. Macam-m acam Perbedaan Individu
a. Perbedaan Jenis Kelamin dan Gender
Jenis kelamin mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan
perempuan. Gender merupakan aspek psikososial (dibangun secara sosial
agama) antara laki-laki dan perempuan.
Perbedaan gender termasuk dalam hal peran, tingkah laku, kecenderungan,
sifat, dan atribut lain yang menjelaskan arti menjadi seorang laki-laki atau
perempuan dalam kebudayaan yang ada.
Perbedaan gender muncul dari perbedaan cara dalam memperlakukan anak
laki-laki dan perempuan yang dilakukan secara terus menerus, diturunkan
secara kultural, dan terinternalisasi menjadi kepercayaan dari generasi ke
generasi dan diyakini sebagai ideologi.
b. Perbedaan Gender dan Prestasi di Kelas
Hampir tidak ada penelitian yang membuktikan pengaruh perbedaan jenis
kelamin sebagai penentu prestasi di kelas. Perbedaan prestasi antara siswa lakilaki
dan perempuan lebih disebabkan karena faktor sosial dan kultural.
c. Perbedaan Kemampuan
Kemampuan secara sederhana dapat diartikan sebagai kecerdasan.
Kemampuan umum didefinisikan sebagai prestasi komparatif individu dalam
berbagai tugas, termasuk memecahkan masalah dengan waktu yang terbatas.
Lebih jauh lagi kemampuan juga meliputi kapasitas individu untuk memahami
tugas, menemukan strategi pemecahan yang cocok, serta prestasi individu dalam sebagian besar tugas-tugas belajar.
Perbedaan kecerdasan dapat dipahami dari perbedaan skor IQ yang
dihasilkan dari tes kecerdasan. Perbedaan kecerdasan manusia mengikuti suatu
distribusi normal, dari 0-200 dengan rata-rata 100. Distribusi IQ yang
digunakan menurut tabel yang dikembangkan oleh Wechsler.  Gifted
Adalah individu yang memiliki IQ di atas 130, sekitar 1% dari
populasi. Anak-anak gifted lebih banyak berasal dari kelas sosial ekonomi yang tinggi.
Sebagian besar sukses dan berprestasi. Namun sebagian lagi terlibat
dalam perkara kriminal, drop out dini dari sekolah, atau gagal dalam
beberapa pekerjaan. Hal ini disebabkan karena secara emosional kurang
matang atau kurang motivasi dibandingkan yang lain.
Menurut Renzulli ada tiga ciri pokok anak gifted, yaitu:
- kemampuan umum di atas rata-rata
- kreatifitas di atas rata-rata
- komitmen terhadap tugas cukup tinggi
Anak-anak gifted beresiko mengalami kesulitan serius di sekolah,
jumlahnya sekitar 5-10% dari total anak gifted. Gejala-gejala dari anak
gifted yang mengalami kesulitan belajar di antaranya adalah:
· menunjukkan hiperaktifitas di sela-sela konsentrasi yang intensif
· mudah terganggu situasi gaduh
· tidak dapat mengingat perintah tiga tahap
· sulit belajar fonem
· sulit mengeja
· sulit belajar fakta-fakta matematis
· minta mengulangi perintah
· tidak mampu mengerjakan tes
· tulisannya tidak terbaca
· tidak menyelesaikan tugas tertulis
· sulit mencatat di kelas
· sulit menyelesaikan tugas-tugas sederhana, tapi bagus dalam konsep
· tidak merespon remedial dengan baik
· lemah dalam beberapa pelajaran tapi bagus dalam mata pelajaran lain
Anak-anak gifted perlu mendapat perhatian. Pendidikan harus disesuaikan atau memusatkan pada kekuatan, minat, dan kapasitas intelektual mereka yang superior. Untuk anak-anak yang mengalami
kesulitan belajar perlu menggunakan strategi-strategi kompensasi, yang meliputi teknologi dan komunikasi yang bervariasi.
 Retarded
Adalah individu yang memiliki IQ di bawah 70.
Klasifikasi dari Panel Mental Retardasi adalah sebagai berikut:
 Mild Retardation (IQ 50-70)
- tidak tampak sebagai anak retarded oleh orang biasa
- dapat belajar ketrampilan praktis, membaca atau menghitung sampai level kelas 6 SD, tapi harus dididik di sekolah luar biasa bukan sekolah umum
- dapat mencapai ketrampilan sosial dan pekerjaan untuk pemeliharaan diri tapi dilakukan dengan lamban
- dapat dibimbing untuk penyesuaian sosial
- membutuhkan dukungan dan bimbingan berkala saat
mengalami tekanan ekonomi atau sosial yang tidak biasa
 Moderate Retardation (IQ 36-50)
- lambat dalam bergerak dan berbicara
- bisa dilatih mengerjakan tugas-tugas sederhana untuk menolong diri
- dapat berkomunikasi secara sederhana
- dapat dilatih ketrampilan-ketrampilan tangan sederhana
- mampu berjalan sendiri di tempat-tempat yang dikenal
- tidak mampu merawat diri sendiri
 Severe Retardation (IQ 20-35)
- lambat dalam perkembangan motorik
- sedikit atau tanpa kemampuan berkomunikasi
- masih bisa dilatih untuk ketrampilan dasar menolong diri sendiri
- dapat melakukan aktifitas sehari-hari yang sifatnya rutin dan berulang
- membutuhkan petunjuk dan pengawasan dalam sebuah lingkungan yang terlindung
 Profound Retardation (IQ di bawah 20)
- memiliki kapasitas minimal dalam fungsi-fungsi sensori motor
- lambat dalam semua aspek perkembangan
- menunjukkan emosi dasar.
- mungkin mampu dilatih untuk menggunakan tangan, kaki, dan rahang
- membutuhkan pengawasan yang ketat dan perawatan
- bicara primitif
- tidak mampu merawat diri
d. Perbedaan Kepribadian
· Model Big Five
- Ekstroversion
- Agreeableness
- Conscientinousness
- Neuroticism atau sebaliknya stabilitas emosi
- Openness to Experience
· Model Brigg-Myers (MBTI)
- Ekstraversion (E) vs Introversion (I)
- Sensing (S) vs Intuition (N)
- Thinking (T) vs Feeling (F)
- Judging (J) vs Perceptive (P)
e. Perbedaan Gaya Belajar
 Model Feider & Solomon
- Active & Reflective Learners
Active learner Reflective learner
Mendiskusikan, mengaplikasikan, atau menjelaskan pengetahuannya pada orang lain
Memikirkan pengetahuan yang didapatkannya “Coba dulu dan lihat hasilnya” “Mari pikirkan dahulu”
Belajar dalam kelompok Belajar sendiri
Lebih tekun dalam menulis pelajaran Kurang tekun dalam menulis pelajaran
- Sensing & Intuitive Learners
Sensing learner Intuitive learner
Suka mempelajari fakta Memilih menemukan kemungkinan dan hubungan
Menyukai pemecahan masalah dengan menggunakan cara-cara yang sudah pasti, tidak menyukai
komplikasi dan kejutan
Menyukai inovasi dan tidak suka pengulangan. Suka pada sesuatu yang rinci,
memiliki ingatan yang bagus terhadap fakta-fakta, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di laboratorium
Bagus dalam menemukan konsepkonsep baru, lebih nyaman dengan abstraksi dan formulasi matematik
Lebih praktis dan hati-hati Lebih cepat bekerja dan inovatif Tidak menyukai kursus atau pelatihan
yang tidak berhubungan dengan dunia nyata Tidak menyukai kursus atau pelatihan menekankan pada ingatan perhitungan rutin.
- Visual & Verbal Learners
Visual learner Verbal learner Memiliki ingatan yang bagus terhadap apa yang dilihatnya: gambar, diagram, flow chart, film, dan peragaan Mudah mengingat kata-kata, baik tertulis maupun penjelasan lisan
- Sequential & Global Learners
Sequential learner Global learner Memahami melalui langkah-langkah yang linier, setiap langkah mengikuti langkah sebelumnya secara logis Belajar melalui lompatan-lompatan besar, menyerap info secara acak tanpa melihat hubungannya dan tiba-tiba dapat menemukan hubungannya
Mencari solusi dengan mengikuti langkah-langkah yang logis Mampu memecahkan masalah
kompleks dengan cepat atau mengumpulkan sesuatu secara bersama-sama dalam suatu cara
yang baru, tetapi mungkin mengalami kesulitan dalam menjelaskannya
 4MAT System
- Innovative Learner
(mengalami = merasakan dan merefleksikan)
o Suka berbicara mengenai pengalaman dan
perasaan mereka, bertanya, atau bekerja dalam
kelompok.
o Suka belajar masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan nyata, diasuh oleh
guru, diberi jawaban atas pertanyaan “mengapa”.
o Mempercayai pengalaman sendiri dan dapat melihat situasi baru dari berbagai perspektif.
o Merupakan orang-orang yang penuh ide.
o Dapat mempengaruhi orang lain dan cenderung emosi
- Analytic Learner
(mengkonseptualisasikan = merefleksikan dan memikirkan)
o Berorientasi pada pengetahuan, konseptual, dan keteraturan.
o Suka belajar dari ceramah-ceramah, bekerja secara mandiri, serta mendiskusikan ide-ide.
o Bagus dalam pendidikan tradisional yang mengutamakan verbal dan juga dalam mengarjakan tes.
o Pencari fakta yang tekun dan teliti.
o Bagus dalam menciptakan konsep dan modelmodel.
o Tidak seemosional innovator.
o Memilih struktur yang lebih berdasar logika dan rasionalitas.
o Perencana yang sistematis.
- Common Sense Learner
(mengaplikasikan = memikirkan dan melakukan)
o Memecahkan masalah secara aktif, belajar melalui pencarian, sentuhan, memanipulasi,
membentuk, dan tugas-tugas spasial.
o Suka memecahkan masalah mereka sendiri,
mencoba hal-hal untuk diri mereka sendiri, dan menguji apa pun yang mereka pelajari secara fisik.
o Menikmati kompetisi.
o Toleransi terhadap ambiguitas cenderung rendah dan lebih suka berhubungan dengan hal-hal yang sudah jelas.
o Cenderung deduktif, beorientasi pada berpikir, dan sistematis dalam belajar. Dynamic Learner
(membentuk = membentuk dan melakukan)
o Belajar dengan menemukan sendiri, mencoba dengan trial & error, dan bekerja secara mandiri.
o Suka tugas-tugas terbuka yang memerlukan pengambilan resiko.
o Suka dan mudah menyesuaikan diri dengan perubahan.
o Suka membuat langkah-langkah intuitif untuk +/m. cwemecahkan masalah.
o Antusias dan ambisius.
 Multiple Intelligence
- Kecerdasan Linguistic- Verbal
- Kecerdasan Logika-Matematika
- Kecerdasan Musikal
- Kecerdasan Visual-Spasial
- Kecerdasan Body-Kinestetik
- Kecerdasan Interpersonal
- Kecerdasan Intrapersonal
- Kecerdasan Naturalis
4. Implikasi Perbedaan Individu dalam Proses Pembelajaran