Thursday, April 30, 2015

GURU HONORER BAGIAN DARI BURUH YANG DIPERJUANGKAN TUNTUTANNYA KE PEMERINTAH PADA 'MAY DAY' 1 MEI 2015

Keberadaan tenaga honorer itu berawal dari kebutuhan sumber daya manusia untuk menyukseskan program pemerintah.Menurut sifatnya memang guru honorer seperti yang tertuang dalam keputusan pengangkatan tidak berhak untuk menuntut gaji.Ini seperti makan buah simalakama disisi lain pemerintah tidak berdaya menganggarkan biaya disisi lain guru honorer perlu makan hidup layak yang manusiawi.Selama ini cuma didata terus tanpa ada kejelasan berlarut sepanjang tahun.
Pengakuan dari guru honorer kesejahteraan kami sangat rendah. Honor kami dalam sebulan hanya Rp 150-200 ribu.Selama ini, mereka hanya mendapat upah dari bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar 15 %. Untuk ikut menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial level paling rendah sangat sulit.Apalagi dengan saat ini nasib guru honorer terasa sulit karena kenaikan harga,listrik,gas elpiji menambah terpuruknya kemampuan hidup karena rendahnya penghasilan.Untuk sekedar bertahan hidup saja berat apalagi untuk meningkatkan kwalitas mengajarnya.Jumlah guru honorer yang lolos CPNS kemarin tahun 2014 cukup melegakan namun masih ratusan ribu se Indonesia yang lain tertinggal karena tidak lolos tes karena keterbatasan anggaran dan kuota.


Semua kepala daerah prihatin atas nasib yang menimpa guru honorer.Tapi untuk menjadikan mereka calon PNS tidak mungkin.Mereka tidak mau melanggar aturan dari pusat.Beberapa langkah akan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Pertama,pemerintah kabupaten harus mendapatkan data valid seluruh guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap.Kepala Dinas Pendidikan se Indonesia siap memfasilitasi dan mengakomodasi tuntutan para guru. Untuk pengangkatan calon PNS itu sudah ranah pusat. Meski demikian, kami siap memfasilitasi tuntutan mereka dan bersurat.

Anies Baswedan selaku Mendikbud  berjanji akan memperbaiki sejumlah persoalan mendasar dari profesi guru. Salah satunya adalah masalah guru honorer yang hingga kini masih mendapat gaji yang sangat rendah. Anies pun berniat untuk menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dan pemerintah daerah untuk membahas kelanjutan status honorer yang disandang oleh para guru. "Nanti saya akan bertemu dengan MenPAN dan Pemda. Karena ini kan diluar yuridiksi Kemendikbud. Tapi ini menjadi tanggungan moral, ketika masih banyak guru yang jauh dari sejahtera," tuturnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo turut menyampaikan rasa terima kasihnya mewakili guru seluruh Indonesia atas rencana Anies. Namun menurutnya, masalah guru tak hanya berkisah mengenai status honorer saja. Pada puncak peringatan Hari Guru dan HUT ke-69 PGRI di Istora Senayan disampaikan pula mengenai permasalahan gaji honorer ini. “PGRI meminta pemerintah memperhatikan upah bagi guru honorer. Kita minta gaji honorer itu sebesar penghasilan minimal guru sebesar dua juta rupiah.Tenaga kerja saja punya upah minimum, tapi guru tidak punya. Kami harus kembalikan, harus ada batas minimum untuk guru. Guru tidak bisa bekerja seperti sekarang.Sampai saat ini pemerintah belum bisa mengatasi kekurangan guru PNS untuk sekolah dasar (SD). Persoalan semakin besar, karena Indonesia bakal menghadapi bom pensiun guru SD tiga tahun berturut-turut.
Prediksi bakal terjadi bom pensiun guru SD ini dipaparkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo di Jakarta kemarin (14/1). Dia mengatakan, bom pensiun guru SD ini bakal terjadi tiga tahun berturut-turut. Yakni pada 2015, 2016, dan 2017 mendatang.
"Antisipasinya tentu harus dipikirkan dari sekarang," katanya. Pada tiga tahun ini, Sulistyo memperkirakan guru SD yang pensiun bisa mencapai setengah hingga satu juta jiwa lebih.

"Ada masalah lain yang mendesak untuk diperbaiki. Salah satunya adalah masalah kekurangan dan distribusi guru. Terlebih untuk guru SD, kita kekurangan sekitar 300 ribu guru SD," ungkapnya.
Tak hanya masalah kuantitas, masalah kualitas guru juga menurutnya sangat perlu untuk segera diperbaiki. Terlebih, saat ini banyak guru di daerah yang kesulitan untuk meningkatkan mutu mereka. Karena, banyak dari mereka yang ditempatkan tidak sesuai dengan bidangnya.
"Karena kekurangan guru SD, banyak akhirnya guru SMA yang ditempatkan di SD. Yang akhirnya membuat mereka tertekan karena tidak sesuai. Ini kan sangat kontraproduktif dengan peningkatan mutu," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Anies mengatakan bahwa pihaknya akan segera membentuk direktorat jenderal yang akan secara khusus menangani masalah guru. Dengan begitu, diharapkan masalah guru akan tertangani dengan baik.

Guru honorer termasuk bagian yang diperjuangkan kaum buruh dalam meningkatkan kesejahteraan.Guru dianggap berjasa besar dalam sifat sebagai pekerja Indonesia yang kurang layak baca pada urutan ke sembilan ( 9 ).

Berikut 10 tuntutan para buruh pada saat May Day, 1 Mei 2015:
1. Menolak upah murah dengan menuntut kenaikan UMP/K sebesar 32 persen.
2. Mendesak pemerintahan Jokowi-JK untuk menjalankan jaminan pensiun buruh wajib pada awal Juli 2015 dengan manfaat pensiun 60 persen hingga 75 persen dari gaji terakhir seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS).
3. Mendesak pemerintah Jokwoi-JK menambah anggaran jaminan kesehatan Rp30 trilium dari APBN.
4. Mendesak pemerintah untuk segera menghapus sistem kerja outsourcing, khususnya di BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
5. Menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), elpiji, TDL (tarif dasar listrik) sesuai harga pasar.
6. Mendesak pemerintah untuk menurunkan harga barang pokok.
7. Mengakhiri corporate greed (kesekarahan perusahaan)
8. Mendesak pencabutan aturan tentang objek vital dan stop tindakan union busting dan kekerasan terhadap aktivis buruh
9 Angkat guru dan pegawai honorer menjadi PNS tanpa tes lagi
10. Sahkan RUU PRT (pembantu rumah tangga), revisi undang-undang perlindungan TKI (tenaga kerja Indonesia) dan revisi total undang-undang PPHI (Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial).
Sumber  : okezone Kamis, 30 April 2015