Sunday, April 19, 2015

Jadikan Kebudayaan Sebagai Arus Utama Pembangunan Indonesia



Kalim,M.Pd.Kepala SDN Mojo 03 
Dinas Pendidikan Cluwak Pati

Kebudayaan
Sat, 04/18/2015 - 18:04
Bandung, Kemendikbud --- Kebudayaan dapat dijadikan sebagai arus utama pembangunan Indonesia bahkan negara-negasa di Asia dan Afrika. Melalui kebudayaan pelbagai masalah dalam pembangunan Indonesia seperti kesenjangan sosial dan lain-lain dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan berbudaya.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kacung Marijan, pada saat memberikan sambutan dalam acara Pendukungan Kegiatan Konferensi Asia Afrika Ke-60 Menuju World Culture Forum (WCF) II Tahun 2016, di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Sabtu (18/4/2015).
Kacung menyebutkan, berdasarkan data dari United Nations Education, Science, and Culture Organization (UNESCO) lebih dari 75 persen negara berkembang masih mengimpor kebudayaan termasuk Indonesia. Indonesia saat ini, kata dia, masih mengimpor produk-produk budaya. "Dengan semangat nawacita, kita harapkan bangsa Indonesia ke depan bukan hanya sebagai pengimpor tapi juga sebagai bangsa yang aktif dalam forum," tuturnya.
Kacung mengungkapkan, melalui WCF ini dapat mengupayakan penggunaan instrumen kebudayaan dalam membangun perdamaian dunia termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Selain itu, kata dia, WCF merupakan ajang untuk berdialog dan mempelajari kebudayaan antar negara-negara peserta WCF. "UNESCO sangat mendukung gagasan Indonesia tentang World Culture Forum," ujarnya. (Agi Bahari)