Wednesday, April 29, 2015

Menyambut Program "Satu Desa Satu Lapangan"

Jangankan desa satu kecamatanpun jarang ditemui fasilitas olah-raga.Saya senang sekali karena hampir rata-rata sekolah utamanya sekolah dasar tidak mempunyai lapangan.Meskipun ada biasanya tidak terawat dengan baik.Biaya perawatan di sekolah biasanya dikelola oleh sekolah yang anggaran khususnya tidak ada.Sering saya lihat meskipun ada untuk kegiatan diluar keolahragaan seperti untuk latihan bersepeda motor ataupun belajar mengendarai mobil,pertunjukan dan sesekali untuk memelihara hewan ternak.Bahkan kalau musim penghujan lapangan rusak berlumpur kurang memenuhi peruntukan untuk olah-raga.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sangat terbantu sekali dengan adanya program ini dalam pembinaan prestasi olah-raga
di sekolah-sekolah.
Dengan adanya program ini sangat dibutuhkan sekali demi peningkatan prestasi utamanya daerah-dearah yang punya bibit unggul yang berprestasi karena bakat alam.Sehingga akan muncul atlet-atlet baru yang bisa mengukir prestasi sampai dunia.Untuk jumlah penghoby olah-raga dan guru mata pelajaran olah raga saya kirasudah cukup.Mereka terbentur alat dan lapangan sehingga kemampuan berprestasiya kurang maksimal.

Dibawah ini keterangan berita yang mendukung sekali untuk disambut gembira program diatas :

Jangankan tingkat desa, pada kecamatan pun jarang ditemui fasilitas olahraga. - See more at: http://radarpena.com/read/2015/02/07/15526/14/4/Menpora-Ajukan-Rp190-M-untuk-Program-1-Desa-1-Lapangan#sthash.OSBzFGx3.dpuf
Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) mulai 2015 akan memulai program prioritas "satu desa, satu lapangan olah raga". Lapangan olah raga yang diproyeksikan akan dibuat adalah lapangan sepak bola, voli, dan bulutangkis.
Hal tersebut menurut Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi merupakan salah satu bentuk komitmen Kemenpora untuk memperbanyak pembangunan sarana dan prasarana olah raga di desa.
Mengingat dari desa ini lah banyak terlahir para atlet-atlet Indonesia level dunia.Sudah banyak kini fasilitas olah raga berubah fungsi menjadi perubahan, mal, atau ruko. Makanya kita luncurkan program ini, mengingat desa menjadi salah satu faktor penting penghasil atlet Indonesia, selain juga alat pemersatu bangsa.
Meskipun belum bisa memastikan secara spesifik kapan program ini akan dimulai tahun depan, namun menurut Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S. Dewa Broto, program ini akan berjalan secara bertahap. Pasalnya, anggaran yang diambil dari DIPA APBN 2014 ini hanya sebesar Rp 25 miliar.Jumlah tersebut diambil dari pos-pos yang tidak lebih prioritas, tapi tentu jumlah itu tidak cukup, makanya kita akan berjalan secara bertahap. Tahap pertama nantinya diutamakan di daerah-daerah perbatasan dan terpencil, tapi untuk jumlahnya kita belum menghitung. Karena Desember ini kita sedang sibuk berbicara tentang penyerapan anggaran.
Nantinya, sebelum membangun lapangan, pihaknya mengaku terlebih dahulu akan menggodog lapangan apa yang nantinya akan dibangun. Karena tiap desa, menurut Gatot, akan berbeda pembangunan sarana dan prasarana olah raganya, tergantung pada kultur dan geografi daerahnya.
Kita akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak pembangunan daerah tertinggal, Kemendagri, dan pihak pemerintah daerah provinsi/kabupaten terkait untuk melihat apa sarana dan prasarana olah raga yang dibutuhkan daerah tersebut.Kendati baru merencanakan pembangunan tahap pertama, namun dia mengatakan jika pihak Kemenpora sudah memprogramkan hal ini dalam beberapa tahap.
Program ini dinilainya akan lebih berjalan lancar jika pihak Departemen Keuangan memberikan tambahan anggaran dari APBN 2015. Seperti yang diketahui, APBN untuk Kemenpora pada 2015 lebih kecil dibandingkan tahun ini.Pada APBN 2015 nanti, anggaran olah raga yang diberikan hanya Rp 1,7 triliun, menurun dari sebelumnya Rp 1,8 triliun pada 2014 ini. (Wina Setyawatie/A

Kementerian Pemuda dan Olahraga mempunyai program satu lapangan sepakbola di satu desa di era Imam Nahrawi. Para sarjana akan dilibatkan dalam programnya tersebut.
Adalah Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) yang akan digandeng pihak Kemenpora. Program yang sudah ada sejak tahun 1989 itu, juga menjadi cara pihak Kemenpora untuk memberdayakan lulusan universitas agar bisa terlibat dalam pembangunan, termasuk di bidang olahraga.
Dengan merekrut lulusan universitas dengan usia maksimal 26 tahun, pihak kemenpora berniat untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan.
Pada tahun 2015 rencananya pihak kemenpora akan merekrut sebanyak 1.000 sarjana. Mereka lalu akan ditempatkan di daerah asal.
"Salah satu kriteria dari program SP3 ini adalah desa yang memiliki lapangan sepakbola (terawat, tidak terawat, atau ada lahan yang bisa disediakan untuk lapangan sepakbola). Karena ini merupakan satu program kementerian dari Pak Imam Nahrawi," kata Kepala Bidang Pendampingan, Asisten Deputi Kepeloporan Pemuda, Dr. Sofwan M.Pd., pada Diskusi Kamisan Kemenpora di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1/2015).
"Kami harapkan olahraga bisa kembali membudaya. Dengan kami sediakan fasilitas seperti itu, kami harapkan bibit-bibit baru olahragawan khususnya sepakbola bermunculan dari daerah. Kita merupakan negara besar dengan penduduk besar, sehingga pasti ada banyak bibit-bibit berbakat," imbuhnya.

Selain lapangan, salah satu program Imam bersama Kemenpora adalah membuat liga-liga di setiap desa. Jika menengok kiprah Indra Sjafri saat membentuk tim nasional U-19 dalam beberapa tahun belakangan saat blusukan menemukan bakat baru, maka bisa jadi akan muncul pemain seperti Evan Dimas Darmono yang baru dari program ini.

Menpora Ajukan Rp190 M untuk Program 1 Desa 1 Lapangan

rip Sabtu, 07 Februari 2015 08:28


JAKARTA - Menpora Imam Nahrawi menunjukkan komitmennya untuk memajukan olahraga hingga tingkat desa. Ini menyusul langkah Kementerian tersebut dengan mengajukan alokasi dana untuk pembangunan lapangan olahraga di desa ke Komisi X DPR pada APBN Perubahan 2015. "Program itu sudah kami masukkan dalam prioritas Kemenpora. Namanya, 1 desa 1 lapangan olahraga. Kami meminta dana sebesar Rp190 miliar agar hal tersebut dapat diwujudkan," kata Imam di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.


Dengan dana sebesar itu, Kemenpora menargetkan ada seribu desa yang akan diberikan bantuan. Namun, Imam masih belum bisa merinci provinsi dan kabupaten mana saja yang akan diberikan.  "Desanya masih akan kami diskusikan lebih dalam karena perlu ada penajaman, jangan sampai salah sasaran," kata dia.


Akan tetapi, desa yang benar-benar terpencil dan membutuhkan fasilitas itu akan menjadi prioritas. Imam juga masih belum merincikan berapa besaran dana yang akan didapatkan oleh masing-masing desa. Yang pasti, Imam menilai adanya fasilitas olahraga itu amatlah penting. Hal itu dikarenakan desa menjadi salah satu tempat lahir-lahirnya olahragawan berbakat. Sehingga diharapkan Indonesia mampu mencetak atlet yang memang benar-benar lahir dari hal kecil. "Sangat penting diberikan pelatihan sejak dini," jelasnya.


Oleh karena itulah, Imam berharap Komisi X DPR menerima dan membahas lebih lanjut tentang program yang diajukannya. "Kami memang ingin adanya pengembangan olahraga di desa. Bahkan, nanti juga akan ditempatkan satu sarjana pendidikan di desa untuk membimbing," tegasnya.


Sementara itu, Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil mengatakan, dirinya mendukung apa yang akan dilakukan Kemenpora. Hal itu penting demi mendukung penguatan olahraga di tingkat desa.  Namun, ia mempertanyakan


Sedangkan, Muslim, Anggota Komisi X  lainnya menambahkan, dirinya juga meminta Kemenpora menjalankan program ini dengan baik. Dukungan akan diberikam politisi Partai Demokrat tersebut kepada Imam. Meski memang dana yang besar harus dirogoh dari APBN P 2015. "Jangankan tingkat desa, pada kecamatan pun jarang ditemui fasilitas olahraga. Jadi ini merupakan cikal bakal untuk meningkatkan prestasi Indonesia dalam dunia olahraga kedepan," pungkasnya.
- See more at: http://radarpena.com/read/2015/02/07/15526/14/4/Menpora-Ajukan-Rp190-M-untuk-Program-1-Desa-1-Lapangan#sthash.U0o0DJZ9.dpuf

JAKARTA - Menpora Imam Nahrawi menunjukkan komitmennya untuk memajukan olahraga hingga tingkat desa. Ini menyusul langkah Kementerian tersebut dengan mengajukan alokasi dana untuk pembangunan lapangan olahraga di desa ke Komisi X DPR pada APBN Perubahan 2015. "Program itu sudah kami masukkan dalam prioritas Kemenpora. Namanya, 1 desa 1 lapangan olahraga. Kami meminta dana sebesar Rp190 miliar agar hal tersebut dapat diwujudkan," kata Imam di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu. - See more at: http://radarpena.com/read/2015/02/07/15526/14/4/Menpora-Ajukan-Rp190-M-untuk-Program-1-Desa-1-Lapangan#sthash.U0o0DJZ9.dpuf
Menpora Imam Nahrawi menunjukkan komitmennya untuk memajukan olahraga hingga tingkat desa. Ini menyusul langkah Kementerian tersebut dengan mengajukan alokasi dana untuk pembangunan lapangan olahraga di desa ke Komisi X DPR pada APBN Perubahan 2015. "Program itu sudah kami masukkan dalam prioritas Kemenpora. Namanya, 1 desa 1 lapangan olahraga. Kami meminta dana sebesar Rp190 miliar agar hal tersebut dapat diwujudkan," kata Imam di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.


Dengan dana sebesar itu, Kemenpora menargetkan ada seribu desa yang akan diberikan bantuan. Namun, Imam masih belum bisa merinci provinsi dan kabupaten mana saja yang akan diberikan.  "Desanya masih akan kami diskusikan lebih dalam karena perlu ada penajaman, jangan sampai salah sasaran," kata dia.


Akan tetapi, desa yang benar-benar terpencil dan membutuhkan fasilitas itu akan menjadi prioritas. Imam juga masih belum merincikan berapa besaran dana yang akan didapatkan oleh masing-masing desa. Yang pasti, Imam menilai adanya fasilitas olahraga itu amatlah penting. Hal itu dikarenakan desa menjadi salah satu tempat lahir-lahirnya olahragawan berbakat. Sehingga diharapkan Indonesia mampu mencetak atlet yang memang benar-benar lahir dari hal kecil. "Sangat penting diberikan pelatihan sejak dini," jelasnya.


Oleh karena itulah, Imam berharap Komisi X DPR menerima dan membahas lebih lanjut tentang program yang diajukannya. "Kami memang ingin adanya pengembangan olahraga di desa. Bahkan, nanti juga akan ditempatkan satu sarjana pendidikan di desa untuk membimbing," tegasnya.


Sementara itu, Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil mengatakan, dirinya mendukung apa yang akan dilakukan Kemenpora. Hal itu penting demi mendukung penguatan olahraga di tingkat desa.  Namun, ia mempertanyakan bagaimana pemilihan desa yang akan dikenai program itu. "Indonesia ini sangat banyak desanya. Jadi, kita perlu mengetahui desa mana yang akan dibantu. Jadi, saya bisa berkoordinasi dengan masing-masing daerah agar dapat tepat sasaran dan tak menyalahi aturan yang sudah ada," terang dia.


Sedangkan, Muslim, Anggota Komisi X  lainnya menambahkan, dirinya juga meminta Kemenpora menjalankan program ini dengan baik. Dukungan akan diberikam politisi Partai Demokrat tersebut kepada Imam. Meski memang dana yang besar harus dirogoh dari APBN P 2015. "Jangankan tingkat desa, pada kecamatan pun jarang ditemui fasilitas olahraga. Jadi ini merupakan cikal bakal untuk meningkatkan prestasi Indonesia dalam dunia olahraga kedepan," pungkasnya.
- See more at: http://radarpena.com/read/2015/02/07/15526/14/4/Menpora-Ajukan-Rp190-M-untuk-Program-1-Desa-1-Lapangan#sthash.U0o0DJZ9.dpuf

Menpora Imam Nahrawi menunjukkan komitmennya untuk memajukan olahraga hingga tingkat desa. Ini menyusul langkah Kementerian tersebut dengan mengajukan alokasi dana untuk pembangunan lapangan olahraga di desa ke Komisi X DPR pada APBN Perubahan 2015. "Program itu sudah kami masukkan dalam prioritas Kemenpora. Namanya, 1 desa 1 lapangan olahraga. Kami meminta dana sebesar Rp190 miliar agar hal tersebut dapat diwujudkan," kata Imam di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.


Dengan dana sebesar itu, Kemenpora menargetkan ada seribu desa yang akan diberikan bantuan. Namun, Imam masih belum bisa merinci provinsi dan kabupaten mana saja yang akan diberikan.  "Desanya masih akan kami diskusikan lebih dalam karena perlu ada penajaman, jangan sampai salah sasaran," kata dia.


Akan tetapi, desa yang benar-benar terpencil dan membutuhkan fasilitas itu akan menjadi prioritas. Imam juga masih belum merincikan berapa besaran dana yang akan didapatkan oleh masing-masing desa. Yang pasti, Imam menilai adanya fasilitas olahraga itu amatlah penting. Hal itu dikarenakan desa menjadi salah satu tempat lahir-lahirnya olahragawan berbakat. Sehingga diharapkan Indonesia mampu mencetak atlet yang memang benar-benar lahir dari hal kecil. "Sangat penting diberikan pelatihan sejak dini," jelasnya.


Oleh karena itulah, Imam berharap Komisi X DPR menerima dan membahas lebih lanjut tentang program yang diajukannya. "Kami memang ingin adanya pengembangan olahraga di desa. Bahkan, nanti juga akan ditempatkan satu sarjana pendidikan di desa untuk membimbing," tegasnya.


Sementara itu, Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil mengatakan, dirinya mendukung apa yang akan dilakukan Kemenpora. Hal itu penting demi mendukung penguatan olahraga di tingkat desa.  Namun, ia mempertanyakan bagaimana pemilihan desa yang akan dikenai program itu. "Indonesia ini sangat banyak desanya. Jadi, kita perlu mengetahui desa mana yang akan dibantu. Jadi, saya bisa berkoordinasi dengan masing-masing daerah agar dapat tepat sasaran dan tak menyalahi aturan yang sudah ada," terang dia.


Sedangkan, Muslim, Anggota Komisi X  lainnya menambahkan, dirinya juga meminta Kemenpora menjalankan program ini dengan baik. Dukungan akan diberikam politisi Partai Demokrat tersebut kepada Imam. Meski memang dana yang besar harus dirogoh dari APBN P 2015. "Jangankan tingkat desa, pada kecamatan pun jarang ditemui fasilitas olahraga. Jadi ini merupakan cikal bakal untuk - See more at: http://radarpena.com/read/2015/02/07/15526/14/4/Menpora-Ajukan-Rp190-M-untuk-Program-1-Desa-1-Lapangan#sthash.U0o0DJZ9.dpuf