Tuesday, April 7, 2015

PILAR MEMBANGUN KARAKTER ANAK DALAM KELUARGA


Menjadikan keluarga sebagai pilar utama pendidikan anak, bukan tanpa alasan. Hal-hal berikut ini adalah kekuatan keluarga yang membuat keluarga harus dipercaya sebagai pemegang amanah pendidikan yang utama.
1. Keluarga adalah micro system yang paling dekat dan kuat pengaruhnya
Keluarga adalah sistem terdekat dengan anak. Anak mengamati perilaku orangtua sehari-hari, termasuk bagaimana ayah dan ibu berinteraksi. Bukan cuma pengaruh langsung dari kata-kata dan perbuatan ayah ibu, persoalan mereka yang dibawa ke rumah, juga dapat mempengaruhi anak. Misalnya ayah atau ibu sedang dipromosikan atau justru mendapat persoalan di tempat kerja (meso system), jika tidak bisa mengontrol diri, maka anak akan mengamati. Mereka akan terpengaruh oleh tabiat orangtua.
2. Anak belajar dari mengamati
Belajar yang paling awal dari anak kita adalah mengamati. Sejak lahir hingga bisa menatap bayang-bayang dunia, anak kita mulai mengamati, belajar membedakan ayah dan ibu atau ayah/ibu dengan orang lain. Sudah mulai menghayati ikatan emosional dengan orang dekat, yang semuanya berawal dari mengamati. Anak sangat peka mengamati lingkungannya, terutama gerak-gerik dan perilaku orang dekatnya.
3. Waktu terpanjang anak adalah bersama keluarga
Meski tidak semua keluarga punya waktu yang panjang bersama anak, tapi sebagian besar anak lebih banyak berkumpul dengan keluarga daripada bermain dengan teman atau belajar di sekolah. Hanya saja, karena sebagian besar sudah berpikir bahwa belajar itu di sekolah, dan hanya sekolah yang layak dipercaya, maka ketika di rumah, anak dianggap tidak belajar dari orangtua. Itu lah yang membuat waktu panjang itu kurang dimanfaatkan untuk pendidikan.
4. Rumah adalah tempat pulang
Secara naluriah, rumah itu menggambarkan figur yang merawat. Karena ketika kita pulang adalah ke rumah, maka sebenarnya rumahlah tempat untuk mengembalikan semua masalah, segala keluh kesah. Rumah itu seperti memeluk kita, tempat untuk berbagi dan bercerita. Seberat apapun kehidupan di luar sana, pulang adalah cara untuk melepaskan ketegangan emosi dan kelelahan. 

Nilai-nilai yang ditumbuhkembangkan dalam diri siswa berupa nilai-nilai dasar yang disepakati secara nasional yang didasarkan pada agama dan kenegaraan. Misalnya : kejujuran, dapat dipercaya, kebersamaan, toleransi, tanggung jawab, kepedulian.Yang dibutuhkan bukan hanya karakter kuat, tetapi juga benar positif dan konstruktif. Namun untuk membentuk anak-anak didik yang berkarakter kuat, tidak boleh ada feodalisme para pendidik. Jika mereka membuat anak didik menjadi manutan dengan nilai-nilai tenggang rasa dan tidak membantah, karakter anak tidak akan berkembang. Kalau kita mengharapkan karakter, anak itu harus diberi semangat dan didukung agar anak itu menjadi pemberani, mengambil prakarsa, berani berbeda pendapat. Dia harus diajarkan berpikir sendiri.

Trustworthiness Build trust and credibility with integrity (consistency between beliefs, words and actions), honesty (truthfulness, sincerity and candor), promise-keeping, and loyalty (fidelity to family, friends, and country).
Respect Honor the worth and dignity of all individuals. Treat others the way you would want to be treated. Act courteously, civilly, peaceably, and nonviolently. Be tolerant and accepting of differences. Avoid rude, offensive, and abusive words and actions.
Responsibility Be accountable for your words, actions, and attitudes. Exercise self-control. Strive for excellence and self-improvement. Plan ahead. Set a good example for others. Be self-reliant, prudent, proactive, persistent, and hard-working.
Fairness Be consistent, open, and treat all people equitably. Consider all sides and make decisions on the facts without favoritism or prejudice. Play by the rules, avoid careless accusations, and don’t take undue advantage of others. Pursue justice and condemn injustice.
Caring Be kind, compassionate, empathetic, charitable, forgiving, and grateful.
Citizenship Obey laws in good faith. Do your share to improve the well-being of fellow citizens and the community. Protect the environment, volunteer, and participate in the processes of democracy by staying informed and voting.
- See more at: http://josephsoninstitute.org/sixpillars.html#sthash.3Hpm103d.dpuf
Whether at work, at home, or at play, there are basic values that define ethical behavior. These values are not political, religious, or culturally biased. Josephson Institute calls them the Six Pillars of Character, and they form the basis of all Institute programs and materials. - See more at: http://josephsoninstitute.org/sixpillars.html#sthash.3Hpm103d.dpuf
Josephson Institute of Ethics merumuskan enam pilar utama yang membentuk karakter.

1.Trustworthiness

Be honest • Don’t deceive, cheat, or steal • Be reliable — do what you say you’ll do • Have the courage to do the right thing • Build a good reputation • Be loyal — stand by your family, friends, and country

2.Respect

Treat others with respect; follow the Golden Rule • Be tolerant and accepting of differences • Use good manners, not bad language • Be considerate of the feelings of others • Don’t threaten, hit or hurt anyone • Deal peacefully with anger, insults, and disagreements

3.Responsibility

Do what you are supposed to do • Plan ahead • Persevere: keep on trying! • Always do your best • Use self-control • Be self-disciplined • Think before you act — consider the consequences • Be accountable for your words, actions, and attitudes • Set a good example for others

4.Fairness

Play by the rules • Take turns and share • Be open-minded; listen to others • Don’t take advantage of others • Don’t blame others carelessly • Treat all people fairly

5.Caring

Be kind • Be compassionate and show you care • Express gratitude • Forgive others • Help people in need

6.Citizenship

Do your share to make your school and community better • Cooperate • Get involved in community affairs • Stay informed; vote • Be a good neighbor • Obey laws and rules • Respect authority • Protect the environment • Volunteer

1.Pilar pertama ialah trustworthiness, dapat dipercaya. Sebisanya, mulai dipupuk sejak anak berusia 4-6 tahun. Tidak bohong dan berani membela kebenaran inilah karakter yang paling dasar dan paling utama. 

Trustworthiness Build trust and credibility with integrity (consistency between beliefs, words and actions), honesty (truthfulness, sincerity and candor), promise-keeping, and loyalty (fidelity to family, friends, and country).
- See more at: http://josephsoninstitute.org/sixpillars.html#sthash.3Hpm103d.dpuf
2.Pilar kedua adalah responsibility atau tanggung jawab, yang sebaiknya mulai diajarkan sejak usia 6 tahun. Disini ditanamkan sikap disiplin dan punya tanggungjawaba terhadap pilihan yang diambil, untuk berpikir sebelum bertindak dan mempertimbangkan konsekwensinya.

3.Ketiga adalah respect. Disini anak kita biasakan memperlakukan orang lain dengan hormat. Mengikuti prinsip “perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan”. Berlakulah sopan dan jangan meluaki persasaan orang lain. Sikap ini perlu mulai ditanamkan sejak usia 9-11 tahun.

4.Keempat adalah fairness. Anak-anak usia 11-13 tahun perlu mulai menjiwai pilar ini agar belajar untuk mengikuti peraturan yang berlaku, tidak berprasangka dan tidak sembarangan menyalahkan orang lain dan juga berbagi dengan sesama.

5.Kelima adalah “caring” (peduli), yang harus mulai diterapkan sejak masa remaja. Inti pilar ini ialah bertindak dengan ramah dan peduli pada orang lain, memaafkan orang lain serta membantu mereka yang kesulitan.

6.Pilar keenam ialah citizenship, yang dibangun sejak meninggalkan masa remaja dan mulai menjadi dewasa. Pilar ini mengenai bagaimana berperanserta aktif dalam mengembang- kan komunitas kita, bekerja sama dan bertetangga dengan baik, mematuhi hukum dan aturan serta mengehargai otoritas.

Dengan beberapa pertimbangan tersebut, mari kita jadikan keluarga sebagai peletak dasar pendidikan yang kokoh. Mari kita jadikan keluarga sebagai tempat pendidikan terbaik buat anak-anak kita.

SUMBER : - Yosephson Unsitute Center for Youth Ethics