Tuesday, April 7, 2015

Setiap Sekolah Akan Memiliki Indeks Integritas

Mon, 04/06/2015 - 20:35
Jakarta, Kemendikbud --- Ujian nasional (UN) 2015 akan menjadi alat ukur dalam menghitung indeks integritas sekolah. Indeks tersebut akan memperlihatkan seberapa jujur sekolah dalam melaksanakan UN.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, berbicara tentang pendidikan bukan hanya bicara komponen akademis, tapi juga komponen integritas. Indeks integritas ini diharapkan dapat mengirim pesan kepada semua pelaku pendidikan bahwa jika ingin nilai hasil UN siswa berwibawa, maka sekolah harus jujur. “Indeks integritas sekolah dalam melaksanakan UN akan diberikan kepada sekolah dan Pemda, serta khusus untuk SMA sederajat disampaikan ke PTN,” kata Mendikbud pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kantor DPR RI, Jakarta, Senin (06/04/2015).
 
Mendikbud mengatakan, kementerian memiliki data pelaksanaan UN yang lengkap setiap tahun. Data inilah yang dipakai dalam mengukur indeks integritas. Mendikbud mengakui bahwa indeks integritas yang didapatkan dari UN ini tidak bisa mengukur semua aspek integritas, tapi dari indeks integritas ujian ini setidaknya bisa mencerminkan pola kejujuran sekolah ketika melaksanakan ujian.
 
Menteri Anies mencontohkan, sekolah yang mendapat indeks integritas 85 maka dapat disimpulkan bahwa di sekolah tersebut memiliki indikasi sebesar 15 persen telah terjadi kecurangan.  Semakin besar indeks integritas, maka kejujuran di sekolah tersebut semakin tinggi. Dan bagi sekolah yang memiliki indeks integritas tinggi, akan dipanggil khusus ke Jakarta sebagai bentuk penghargaan.
 
Dengan adanya indeks integritas ini, tidak hanya UN tapi sekolah juga didorong untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan lain dengan kejujuran. Indeks integritas juga akan menjadi nilai tersendiri bagi setiap sekolah. Karena masyarakat tidak lagi menjadikan angka UN sebagai patokan dalam memilih sekolah, melainkan indeks integritasnya.
 
“Otomatis, karena nilai UN tinggi jadi tak bermakna jika sekolahnya tidak memiliki indeks integritas tinggi. Sebaliknya, indeks integritas tinggi justru akan menaikkan nilai atau bobot angka UN nya,” katanya. (Aline Rogeleonick)