Monday, May 4, 2015

UPACARA HARDIKNAS 2015

 Oleh : @Kalim Nuryati

- Kesan Upacara
Duduk di bangku tamu undangan di teras bersama Kepala sekolah dan pejabat tingkat kecamatan pada puncak upacara Hari Pendidikan Nasional 2015.Sebagai pemula aku jujur sebelumnya pakai dasi dan jas rasanya risih ribet karena tidak biasa,tapi ketika saya lihat foto saya memang benar kata teman -teman : "Wah...kayak mau melamar pengantin.Jadi kaget teringat masa muda dulu ..ha..ha..! "

Mendengar essensi pidato Upacara yang dibacakan oleh Bapak Camat  saya merasa trenyuh dan prihatin karena ketika saya lihatdengar dan membaca aura peserta kayaknya jauh dari rasa pratiotisme.Kekhusukan dan kekhidmatan dalam upacara sampai doa penutup masih diselingi ketidakdisiplinan dalam mengikuti upacara masih ada yang bicara dan gangguan Handphone.

Bersama anak-anak berprestasi rasanya ikut bangga sekali ! Demikianlah bagian momentum rangkaian menyeluruh puncak Peringatan Hari Pendidikan Tingkat Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati 2 Mei 2015 yang upacaranya ditempatkan di SMK Cluwak.Semoga ke depan dapat membawa insan pendidikan Indonesia berkarakter mulia seperti yang tertuang dalam amanah Pancasila.Sayang memang, masih terlalu sedikit anak-anak yang berprestasi. Anak-anak didik kita kenapa akhir-akhir ini sangat mudah meniru dan mengidolakan yang negatif. Mereka di sekolah seperti menanggung beban. Ini renungan Hardiknas untuk kita semua, para pendidik ke depan.Secara komplit kegiatan didahului jalan santai yang pada waktu itu aku menulis status di Facebook dan Twitter : "Dengan jalan santai badan dan jiwa sehat, mari  Kita hantarkan anak bangsa dengan belajar mengajar yang bermartabat menuju Generasi berkarakter Pancasila ! " yang sudah dilaksanakan kemarin yang terdiri dari lomba-lomba mulai dari tingkat Paud TK,SD,SLTP,SMA/K,panggung gembira,upacara,fesyen show,syukuran tumpeng, dan donor darah.
- Sorotan tentang guru dulu dan kini
Sebagai guru saya memberi sedikit perkembangan kekinian sebatas yang aku amati yang jauh dari segala kekurangan.Selama aku menjadi guru sudah  malang melintang puluhan tahun mengajar mulai  Mei 2014 hingga menjadi Kepala Sekolah tahun 2012.Untuk dekade guru kini mencapai keemasan sejak saat bergulirnya sertifikasi sejak tahun 2006 kala itu dan sejak gaji naik secara signifikan naik luar biasa di Era Presiden Gus Dur.Sekarang banyak dari kalangan luar guru mengomentari :"PNS guru sekarang kaya-kaya !"apalagi kalau keduanya pasangan suami isteri Pns guru sekaligus.

Memang betul perubahan mencolok sekarang ini citra guru naik dibanding masa lalu.Menurutku secara kasat mata terlihat bisa mewakili kalau guru kini kaya-kaya memang betul ! baru memasuki depan sekolah halaman lain untuk Upacara Hardiknas saja sudah parkir mobil-mobil berjajar lumayan untuk ukuran di tingkat daerah.Ketika diadakan Lomba-lomba FLS2n,OSN,Popda disitu terlihat sesak mobil-mobil baru guru-guru yang ceria menghantarkan anak-anak dan guru-guru official seakan pamer gengsi bukan pamer prestasi.

Juga kusoroti sekarang banyak penataran-penataran insan pendidikan kini marak diselenggarakan baik di daerah maupun di kota-kota besar berlangsung di Hote-Hotel mewah apalagi kelas Nasional lebih-lebih kelas Internasional.Link yang dibangun guru sekarang ini juga sangat meningkat sehubungan dengan pemesanan atribut,seragam,baliho,property  sebagai kebutuhan yang wajib.Untuk pembelian sarana komputer dan alat teknologi informasi sangatah jauh meningkat untuk keperluan data dan operasional kepegawaian ini juga menguntungkan sekali dunia bisnis yang berhubungan dengan dunia pendidikan.Persaingan antar sekolah juga meningkat antara naungan Kemdikbud dan Kemenag sehubungan dalam penerimaan murid baru,ujian nasional dan prestasi lomba.Tidak kalah pentingnya adalah peran Bos dalam mensukseskan pelayanan sekolah kepada masyarakat.Peranan daerah dalam merehabilitasi,membangun sarana dan prasarana sekolah dalam DAK semakin meningkat meski kurang pemerataan dan kadang ada gangguan bencana.

Dibalik itu semua juga ada sebagian curhat sesama guru itu sudah wajar karena tahun-tahun lalu memang kehidupan seorang guru bisa dikatakan tertinggal dengan karyawan lainnya dan itu diakui pula oleh kalangan diluar guru.Kala itu fokus mengajar banyak sekali yang terganggu dengan kebutuhan dapur .Banyak dari guru pada waktu itu cari uang tambahan sebagai pengojek,kuli,pemulung,mengajar les tambahan dan lain sebagainya.Untuk sekarang guru diperhitungkan sebagai profesional yang menjanjikan kesejahtreaan.Hal ini menambah minat seseorang kalangan muda untuk menjadi guru sangatlah besar.

Sebagai penutup demikianlah suara hati saya sebagai guru daerah, mungkin ini bisa dijadikan pertimbagan tentang dunia pendidikan ke depan yang lebih baik dalam kepentingan memajukan mencerdaskan bangsa membentuk Karakter pancasila sesuai tema Hari Pendidikan Nasional 2015 kali ini.