Friday, May 15, 2015

DARI SD KE MTS


Oleh : Kalim,M.Pd.
Kepala SD Negeri Mojo 03 Cluwak Pati

Ada pengalaman yang menurutku lucu ditengah-tengah perkembangan sekolah dasar  negeri kecil yang aku sedang pimpin.Rupanya ini berjalan sudah bertahun-tahun sebelum aku dipindah tugas disitu.Ini kurasakan akhir-akhir ini dengan apa yang saya alami sendiri seakan tidak pas dengan kemauan guru yang notabene dibesarkan secara kedinasan Pendidikan Nasional.Betapa tidak setiap tahun kelulusan anak-anak didikku selalu melanjutkan semua ke MTS ( Madrasah Tsanawiyah) dalam naungan Kemenag terdekat yang ada di desanya.Entah karena apa aku tidak tahu ini berlangsung semenjak sekolah berdiri sejak tahun 1979 menurut penjaga sekolahku yang mengaku sudah tiga belas kali ganti kepala sekolah termasuk aku.

Memang begitu kuat sekali kekuatan perkembangan agama Islam disini di lingkungan sekitar sekolah ini yang mayoritas pemeluk agama Islam.Sampai hari inipun di tahun 2015 kelas 1 sampai kelas 6 semuanya beragama Islam.Segala nasehat dewan guru termasuk aku sendiri tidak mempan untuk mengarahkan anak-anak melanjutkan ke SMP.Tetapi saya selalu bersyukur tentang keadaan seperti ini.Aku menyadari melanjutkan sekolah adalah pilihan dan pilihan itu hak tertinggi pada mereka.Aku tak berdaya selama mereka mau melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya itu hal yang dianjurkan oleh pemerintah asalkan tidak sampai putus sekolah.Bukankah semua sekolah mengajak untuk menghargai kebebasan untuk beragama ? Diperkuat lagi bahwasanya setiap lembaga sekolah apapun memprioritaskan kelulusannya menyatakan membentuk akhlaq yang mulia ditempatkan sebagai visi misi pertama dalam berkeTuhanan Yang maha Esa.

Sebagai pengelola sekolah saya tidak fanatik untuk mengarahkan anak-anak untuk menunjuk mengarahkan satu sekolah saja.Biarlah orang tua dan anak-anak mereka memilih sendiri untuk melanjutkan menuntut ilmu ke sekolah yang disukainya.Saya sendiri juga sangat akrab sekali dengan teman-teman tenaga pengajar dan kepala sekolah MI (Madrasah Ibtidayah) di wilayah saya ketika berkegiatan yang sama di ajang pendidikan pada umumnya.Begitu sebaliknya juga ada yang pernah saya dengar ada dari MI ke SMP semua terbuka pilihan itu menurutku sah-sah saja tergantung selera mereka yang meyakini berpandangan bahwasanya sekolah itu adalah keseimbangan antara pendidikan umum dan agama begitu sebaliknya.Perintah undang-undang Sisdiknas mengajak dengan jelas untuk tidak ada didkriminasi dalam sekolah.

Demikianlah sekilas gambaran agak unik yang saya hadapi dibalik sama-sama mencerdaskan anak bangsa.