Tuesday, May 5, 2015

Hari gini menjadi CPNS bayar ?

Sengaja saya kutip dari www.bkn.go.id sebagai motivasi para kawula muda Indonesia bahwa belajar keras tekun cinta kejujuran adalah modal utama para yunior pegawai negeri memasuki awal pengabdian

Penulis : Azis Kurniawan CPNS BKN PUSAT Angkatan 2014

Menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah rohmat dan anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Dan sekarang PNS menjadi primadona juga idaman semua orang. Setiap tahunnya pelamar CPNS terus bertambah. Padahal formasi yang dibutuhkan hanya sedikit dan persaingan sangatlah ketat. Sehingga banyak orang rela melakukan apa saja agar dapat diterima menjadi CPNS. Membayar ratusan juta rupiah pun mereka lakukan. Sehingga muncul stigma negative masyarakat kalau yang menjadi CPNS hanyalah orang kaya dan orang yang punya uang banyak. Bahkan kemarin saya sendiri mengalaminya. Ketika tetangga saya tahu kalau saya keterima menjadi CPNS mereka bertanya, “kamu habis berapa puluh juta masuk CPNS??”. Kaget juga sebenarnya mendengar pertanyaan tersebut. Hari gini menjadi CPNS bayar!!! “maaf ya bu saya tidak membayar untuk menjadi CPNS, gratis bu”.
Menjawab tantangan tersebut BKN hadir dengan sistem perekrutan terbaru. Sangat transparan dan bebas dari percaloan. Sistem CAT (Commputer Assisted Test) atau bisa juga disebut dengan istilah Cepat, Akuntabel, Transparan. Karena setelah kita selesai mengerjakan semua soal dan kita belum berdiri dari tempat duduk, nilai kita sudah keluar. Dan saya adalah salah satu product CPNS dari sistem CAT BKN. Alhamdulillah tanpa mengeluarkan uang sedikit pun saya bisa keterima menjadi CPNS di BKN Pusat.
Tetapi ini baru permulaan, ini baru awal bagi kita

Era Baru PNS Telah tiba

Penulis : Rama Dhani Areza, CPNS T.A 2014 BKN formasi Pranata Komputer

Lahir dan bertempat tinggal di Indonesia adalah takdir Tuhan Yang Maha Kuasa, sedangkan menjadi PNS adalah sebuah pilihan dan pengabdian. Itulah prinsip yang saya pegang ketika mendaftar PNS pada Badan Kepegawaian Negara pada tahun 2014. Proses Rekrutmen PNS yang saya jalani dapat dikatakan sangat ketat dan panjang sekali, mengapa? karena pada tahun 2014 pemerintah pak Jokowi menetapkan bahwa kita sebagai calon pelamar PNS hanya dapat mendaftar pada satu instansi pemerintahan saja, dimana setiap instansi diperbolehkan untuk mendaftar pada tiga posisi jabatan. Dengan kata lain apabila kita telah mendaftar untuk instansi A maka kita tidak dapat mendaftar pada instansi lain. Dapat dibayangkan betapa sulitnya untuk menentukan instansi mana yang akan kita daftar dikarenakan kita hanya memiliki satu kesempatan. Hal ini tidak seperti pada tahun sebelumnya dimana kita dapat mendaftar pada banyak instansi dan mengikuti tes tersebut selama jadwalnya tidak saling bentrok.
Sebenarnya mulai tahun 2009 BKN telah mengadakan rekrutmen PNS melalui sistem Computer Asisted Test (CAT), akan tetapi baru mulai tahun 2013 seleksi menggunakan sistem CAT diberlakukan secara Nasional.
Seleksi rekrutmen PNS yang saya ikuti di BKN dapat dikatakan sangat panjang karena terdiri dari tes kemampuan dasar, tes kemampuan bidang, dan tes wawancara. Proses yang sangat ketat untuk menghasilkan calon-calon PNS yang handal, kompeten, dan bersih dari KKN. Tidak ada calon PNS yang dapat lolos dengan membayar pada pihak-pihak tertentu dengan adanya sistem ini. Pengalaman saya dengan mengikuti sistem CAT sangat transparan dan dapat cepat. Akan tetapi menurut saya dengan langsung mengetahui nilai, kita tidak dapat harap harap cemas untuk menunggu pengumuman.Jadi apabila nilai kita dibawah rata-rata sudah pasti tidak ada harapan untuk lulus.
Alhamdulillah saya dapat lolos sebagai CPNS di Badan Kepegawaian Negara sehingga tugas saya saat ini adalah memberikan yang terbaik dan terus belajar. Dari sisi pendidikan menjadi PNS juga membuka peluang kita sebesar-besarnya untuk mendapatkan beasiswa untuk sekolah lagi baik dalam maupun luar negeri.
Dengan berlakunya sistem CAT secara nasional ini menjadi harapan besar bahwa akan segera lahir era baru PNS yang berkompeten, bersih, dan loyal untuk membangun bangsa dan negara demi kemajuan Indonesia.
Generasi muda untuk terus belajar, berusaha, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Terus belajar, belajar, dan terus belajar sehingga menjadi PNS yang professional dan bermartabat.
Selamat buat kawan-kawan CPNS angkatan 2014.
Tetap semangat, perjalanan baru dimulai…

Dengan Sistem CAT Kita Semua Bisa Bersaing

Penulis : Marga Adi Seno Saputra, lulus CPNS T.A 2014 formasi Perawat Pelaksana di Kab. Kubu Raya.

Ijinkan saya mengucapkan terima kasih kepada BKN yang telah melaksanakan sistem perekrutan CPNS dengan sistem CAT.Nama saya Marga Adi Seno Saputra domisili di Kec. Kubu Kab. Kubu Raya, dan saya lulus CPNS 2014 formasi perawat pelaksana di Kab. Kubu Raya. Saya berasal dari keluarga kurang mampu, rumah orang tua saya saja masih Gubuk. Tapi dengan sistem CAT kita semua bisa bersaing ga pandang bulu mau miskin atau kaya smua yang nentuin skor test nya. Dan saya bisa membuat Ayah saya bangga, sekarang tinggal ayah yang bisa menyaksikan kelulusan saya. Saya kirimkan foto rumah dan bapak saya yang sedang memamerkan SK pengangkatan saya.
Terima kasih sekali lagi buat BKN dan smua yang terlibat didalamnya. Semoga kelulusan saya dapat menginspirasi teman2 yang lainnya. Smoga kita smua dapat menjadi abdi negara yang baik. Amin.
Wassalam.

Seperti Mimpi, Namaku Dinyatakan Lulus

Penulis : Titik Hartini, formasi Guru SDN, Pemkab Lumajang.

“Do’a dan Kesabaran yang terjawab” Alhamdulillah… Trims ya Rabb.. Trims atas bantuan BKN sdh melaksanakan seleksi langsung CPNS K2…
Bbrp hari yg lalu..kami bukan siapa2.. Bayang2 pahit dari keluarga kurang mampu masih mengejarku.. Sekedar berbagi.. Saya anak ke 4 dr 4 bersaudara.. Ayahku meninggal sejak usiaku 3 bulan.. Masa kecilku berlalu selayak orang dewasa.sekolah sambil kerja.itulah perjuanganku.. Ibuku bekerja sbg pedagang di SD ku tmpatku sekolah… Tak ada pilihan lain krn pkerjaan ini mulia drpd harus meminta2. Usaha dan do’a slalu mengiringi langkahku.. Hingga ku memutuskan unt mengabdi.. 2 x tes CPNS belum bisa mengantarku menjadi PNS.. “Ah mungkin belum Rejekiku” .. Selalu bersabar.. Tiap pagi sebelum berangkat kerja saya harus belanja ke pasar unt dagangan ibuku..sdh kenal baik sama pedagang2 di pasar.. Terkadang ada beberapa pedagang menegurku.. ” ga kerja nduk? ” Ku jawab dengan iya ..kbeltulan saya di pasar jam 5 pagi. Mereka pun melanjutkan pertanyaan..sudah berapa tahun kerja ?kujawab 10 tahun.. Miris mendengar kalimat mereka ” Kalau tidak punya uang 150jt ga bisa diangkat nduk” Air matapun menetes mmbasahi sela2 mataku..” ah apa iya ” gerutku.. Tp tetap ku coba bersabar…karena yg ku tau Allah yg mengatur rizki seseorang..bukan sesama!!
Hingga akhirnya ada seleksi khusus K2 tgl 3 Nop 2013.. Pada tgl 12 pebruaripun telah resmi BKN umumkan..dan…seperti mimpi..Namaku dinyatakan Lulus..seperti tak percaya..semua seperti mimpi..bangun tidurpun ku buka hp..masih ku cek kembali ucapan selamat dr kerabatku.. Alhamdulillah Ya Rabb.. Do’a dan kesabaran terjawab… Trims BKN..trims semua yang mendukung suksesnya rekrutmen ini.. Semangat dan semoga admin sehat selalu Aamiin..

Bersyukur Menjadi CPNS BKN

Penulis : M. Anfaul Umam, CPNS BKN 2014 formasi Analis Kerjasama.

Di negeri ini membincang PNS atau Pegawai Negeri Sipil, ibarat membincang dua kecenderungan yang saling bertolak belakang, satu sisi PNS menuai puja-puji namun pada saat bersamaan PNS juga memanen bully. Sebenarnya untuk menjelaskan fenomena ini tidaklah sulit. Sudah menjadi pandangan umum (common sense) di masyarakat kita bila status PNS bukan sekedar profesi yang biasa-biasa saja. PNS sebagai bagian dari birokrasi selaku penggerak roda adminitrasi pemerintahan mendapatkan penilaian tinggi karena fungsi dan tugasnya yang berurusan dengan nasib dan hajat hidup masyarakat luas. Atau dalam hahasa undang-undangnya adalah melaksanakan kebijakan publik, memberikan pelayanan publik serta mepererat persatuan dan kesatuan NKRI. Hal ini sebagaimana paparan dalam UU No. 05 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Namun, rupanya citra terhormat PNS tersebut di banyak tempat institusi pemerintahan masih kurang diimbangi dengan kinerja yang mampu memuaskan masyarakat. Pemberian pelayanan yang tidak transparan, akuntabel, dan kompetensi SDM paratur yang tidak memadai ialah salah tiga dari banyak penyebab citra terhormat PNS kian tergerus. Dampak lanjutannya masyarakat yang semakin sadar akan hak dan kewajibannya sebagai bagian dari warga Nusantara berubah menjadi majikan penuntut yang tanpa ampun menghukum PNS dengan label pemalas, lambat, tidak profesional bahkan korup, dan dari situlah kemudian PNS memanen bully. Bagi penulis dan rekan-rekan yang saat ini tengah dalam proses ditakdirkan menjadi PNS, fenomena tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap mendeklarasikan rasa syukur yang tentu saja tidak sekaligus dimaskudkan untuk menunjukkan sikap pasrah menerima begitu saja label stigma terhadap PNS tersebut. Penulis mengajukan serangkaian alasan mengapa penting untuk berungkap bersyukur menjadi CPNS BKN.

Pertama, PNS merupakan miniatur pemerintah. PNS sebagai komponen birokrasi terutama bertindak selaku SDM pengekseskusi administrasi kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, PNS merupakan miniatur pemerintah yang berperan penting dalam menyukseskan atau tidak menyukseskan realisasi kebijakan-kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Maka, tidak berlebihan untuk mengatakan baik buruknya kinerja PNS berpengaruh besar terhadap baik buruknya prestasi pemerintah. Berbeda dengan pekerja swasta, dalam status PNS melekat beragam aturan disiplin yang mengikat diri PNS sekalipun sedang tidak bertugas atau berada di lingkungan luar kantor. Ketentuan ini merupakan konsekwensi logis lantaran baik buruknya PNS tidak hanya berimbas pada diri dan kantor semata melainkan juga berimbas pada reputasi pemerintah. Begitu krusialnya fungsi dan tugas PNS sehingga telalu rendah kalau hanya dimaknai sekedar suatu pekerjaan an sich melainkan juga perlu disertai dengan niat pengabdian.

Kedua, rekrutmen CPNS melalui proses yang panjang dan kompetitif. Merupakan rahasia umum jika dalam setiap penyelenggaraan rekrutmen CPNS selalu dijejali oleh animo pendaftar dari seluruh pelosok tanah air. Sebagai contoh, pada rekrutmen CPNS tahun 2014 lalu tepatnya memasuki pertengahan Oktober 2014 saja jumlah pelamar CPNS sudah menembus 2,6 juta orang demi memperebutkan formasi 65 ribu CPNS terdiri dari 40 ribu formasi CPNS pemerintah daerah dan 25 ribu formasi CPNS pemerintah pusat (Liputan 6.com, 13 Oktober 2014). Minat masyarakat yang demikian besar dalam mengikuti seleksi CPNS sehingga tidak heran kalau kemudian berkembang anggapan bahwa menjadi CPNS hanyalah impian. Menariknya, kondisi tersebut hanyalah satu dari sekian tantangan yang harus dilalui oleh CPNS. Tantangan lain adalah proses atau tahapan rekrutmen yang panjang dan semakin transparan (Sistem CAT) dengan risiko ketidakpastian jaminan akan berhasil lolos tes. Belum soal kendala-kendala non-teknis yang menghadang jalan CPNS sepanjang mengikuti tahapan ujian. Penulis sendiri mengalami beragam rintangan seperti menerjang hujan, melawan dingin kabut, kehabisan bekal uang dan insiden kancing baju lepas jelang pelaksanaan tes interview. Melalui ragam tantangan teknis dan non-teknis tersebut jelas bukan perkara mudah dan rasanya tidak cukup hanya dengan mengandalkan kecerdasan kognitif saja. Diperlukan juga sikap tahan banting yang sebenarnya merupakan ejawantah dari kecerdasan metakognitif. Dengan ini, mari kita berbangga sewajarnya.

Ketiga, berkat doa banyak pihak. Penulis meyakini di samping karena usaha dan kerja keras dari diri sendiri, dalam setiap keberhasilan seseorang menembus CPNS mustahil untuk mengesampingkan faktor campur tangan (invisible hand) dari Dzat Yang Maha Kuasa. Lebih-lebih sebagai manusia beragama, kita memahami bahwa kuasa Tuhan mungkin untuk diturunkan kepada seseorang melalui doa dari banyak orang. Tentu saja doa dari orang-orang terdekat dan orang-orang di sekitar kita yang menghendaki kita menjadi manusia maju dan berhasil. Do’a memang unik, dalam banyak kesempatan kekuatan do’a melampui kecanggihan karya manusia yang serba terukur. Kaerna itu, menyadari variabel ini akan memberikan keuntungan bagi seoarang CPNS untuk senantiasa menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan diri.
Keempat, BKN berperan tenis dalam upaya reformasi birokrasi. Amanah UU ASN amat nampak dalam menempatkan BKN sebagai salah satu dedengkot reformasi birokrasi. Secara khusus BKN mengemban tugas berat membina sekaligus menyelenggarakan manajemen ASN dalam bidang pertimbangan teknis formasi, pengadaan, perpindahan antarinstansi, persetujuan kenaikan pangkat, pensiun; dan penyimpanan informasi pegawai ASN yang telah dimutakhirkan oleh instansi pemerintah serta bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan sistem informasi ASN (Pasal 47 UU ASN). Dengan pemahaman sederhana, peran strategis BKN dalam upaya reformasi birokrasi terletak pada Tupoksi BKN untuk menyiapkan sistem kepegawaian yang transparan, efisien, dan berorientasi pada kinerja baik output maupun outcome yang manfaatnya dapat diraskan oleh masyarakat secara langsung. Seolah menjadi kian sempurna tagline BKN mengusung pemikiran profesional dan bermartabat. Penulis menduga tagline keren tersebut tidak mungkin lahir dari pergulatan pemkiran orang-orang yang biasa-biasa saja. Profesional mengharuskan aparatur BKN yang kompeten, memiliki keahlian dan pengetahuan sedangkan bermartabat mencirikan aparatur BKN berkarakter ahlak mulia. Bagi rekan-rekan CPNS BKN yang sempat memilki asa menciptakan kebaikan berdampak masif, inilah saatnya.
Lalu dengan cara apa kita seyogyannya bersyukur? Setidaknya ada dua tanggungjawab syukur yaitu dalam taraf pribadi dan kelembagaan. Syukur dalam taraf pribadi adalah syukur yang ditujukan kepada Dzat Yang Maha Kuasa yang umumnya diekspresikan menurut tuntunan agama dan syukur yang ditujukan kepada sesama manusia yang umumnya diekspresikan menurut kebiasaan umum yang berlaku di masyarakat setempat. Syukur yang saat ini meminta komitmen tinggi kita adalah syukur dalam taraf kelembagaan. Artinya, dengan menyandang status CPNS secara otomatis telah menimbulkan kewajiban bagi diri kita untuk mengikatkan diri pada kepatuhan aturan-aturan kelembagaan CPNS yang antara lain terangkum dalam PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Akhirnya, semoga Yang Kuasa senantiasa meridloi langkah kita dalam upaya menjadi aparatur sipil negara yang apik, apik-apik, apikan dan aparatur sipil negara yang resik, resik-resik, resikan.

Saya Lulus CPNS formasi Khusus Putra Putri Papua

Perkenalkan nama saya Renny Kambuaya, asal dari kota Jayapura-provinsi Papua……
Pertama tama saya bersyukur kepada Tuhan Yang maha Kuasa karena berkatnya maka saya lulus tes CPNS dan diterima menjadi CPNS Badan Kepegawaian Negara jakarta dan juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan seluruh kelurga karena dukungan doa semua saya mendapatkan hasil yang baik dan lulus tes CPNS.
Saya lulus di BKN jakarta melalui tes CPNS formasi khusus purta putri papua melalui lembaga Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) jayapura dengan jumlah pelamar skitar 850 dan mengikuti tes CAT di kantor regional BKN jayapura dengan jumlah peserta yang lulus sebanyak 112 orang yang ditempatkan di seluruh lembaga dan kementrian pusat jakarta dengan waktu kerja selama 10 tahun.
Program CAT di papua masih sangat minim yang tahu bahkan banyak pelamar umum dan honorer yang takut dan ragu harus tes menggunakan CAT sehingga banyak yang mengusulkan kepada pihak BKD daerah untuk melakukan tes manual menggunakan LJK karena CAT dianggap susah, dari pengalaman tes CAT kemarin banyak peserta tes yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata walaupun nilai batas Pasing Grade nya sudah diturunkan.
Program CAT harus digunakan di papua dalam melaksanakan seleksi CPNS agar para pelamar belajar menggunakan komputer dan belajar pengetahuan yang akan diuji dalam CAT untuk mendapatkan nilai yang baik karena program CAT sangat bagus peserta lulus sesuai dengan nilai dan kemampuanya dibandingkan dengan tes manual LJK akan banyak terjadi KKN, sogok, titipan sistem golongan dan jabatan dan juga kepentingan polItik serta banyak cara yang digunakan.
Senang bekerja di BKN jakarta karena bisa belajar berbaur dengan lingkungan dan juga belajar sedikit demi sedikit pengetahuan yang ada di lingkungan kantor terutama dalam masa-masa orientasi CPNS BKN yang sedang kami lakukan dan pada saat bekerja nanti.


Penulis : Renny Kambuaya CPNS BKN Formasi Khusus Putra Putri Papua