Thursday, May 21, 2015

KETENTUAN POKOK STQ ( SELEKSI TILAWATIL QURAN ) NASIONAL XXIII TAHUN 2015 DI JAKARTA


Seni baca Al Qur’an ialah membawa Al Qur’an dengan bertajwid yang diperindah oleh suara dan lagu.
Dalam perkembangan ke depan, fungsi dan peranan aktual yang diharapkan dari keberadaan LPTQ tidak hanya sekedar memperkuat dan melestarikan apa yang telah ada. Tetapi LPTQ harus mampu melahirkan gagasan-gagasan dan langkah-langkah baru memajukan berbagai aspek yang terkait dengan perMTQan. Disamping itu dalam tataran kemasyarakatan LPTQ memiliki fungsi dan peran yang penting untuk turut menumbuhkembangkan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. LPTQ perlu melakukan pembenahan dan perbaikan yang orientasinya tidak semata-mata untuk kepentingan keikutsertaan MTQ atau STQ tetapi dalam rangka peningkatan pendidikan Al-Qur’an secara keseluruhan.LPTQ juga bersinerji dan menjalin kerjasama serta kemitraan dengan lembaga – lembaga dan yayasan masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan Al-Qur’an.LPTQ juga bersinerji dan menjalin kerjasama serta kemitraan dengan lembaga – lembaga dan yayasan masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan Al-Qur’an.

LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QURAN (LPTQ)
TINGKAT NASIONAL
Alamat : Masjid Istiqal Kamar 47
Taman Wijaya Kusuma Jakarta Pusat Telp./Fax : (021) 3840277
Website:http.www.Iptqnasional.com
Email :Iptqnasional.@telkom.net
                                                                                                                                                                 
Nomor  : ST/001/1/2015                                                                  Jakarta, 5 Januari 2015
Lamp    : -
Hal        : KETENTUAN POKOK STQ NASIONAL XXIII TAHUN 2015 
               Kepada
               Yth.Ketua Umum LPTQ Tingkat Provinsi
               Seluruh Indonesia
               Assalamu'alaikum wr.wb
               Dalam rangka pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran ( STQ ) Nasional XXIII tahun 2015  di      Jakarta dengan ini kami sampaikan pokok-pokok Ketentuan persyaratan Peserta sebagaimana diatur dalam pedoman Musabaqah Al-Quran Tahun 2010 sebagai berikut :
 
I.    Waktu Penyelenggaraan
Seleksi Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional 2015 di Jakarta direncanakan diselenggarakan bulan Juni dengan tanggal yang ditentukan kemudian.
II.Cabang/Golongan Musabaqah dan peserta
A.Cabang Tilawah Al-Quran terdiri dari :
1.Golongan Anak-anak putera dan puteri umur maksimal 13 tahun 11 bulan 29 hari.
2.Golongan Dewasa putera dan puteri umur maksimal 40 tahun 11 bulan 29 hari. 
B.Cabang Hifsh al - Quran terdiri dari :
1.Golongan 1 juz dan tilawah putera dan puteri.Umur maksimal 12 tahun 11 bulan 29 hari
2. Golongan 5 Juz dan Tilawah putera dan puteri.Umur maksimal 14 tahun 11 bulan 29 hari
3. Golongan 10 juz putera dan puteri.Umue maksimal 16 tahun 11 bulan 29 hari
4.Golongan 20 Juz  putera dan puteri.Umur maksimal 18 tahun 11 bulan 29 hari
5.Golongan 30 juz putera dan puteri.Umur maksimal 20 tahun 11 bulan 29 hari atau sudah menikah.
C. Cabang Tafsir Al-Quran terdiri dari ;
Golongan bahasa Arab beserta hafakan 30 juz dan Tafsir Juz V putera dan puteri.Umur maksimal 20 tahun 11 bulan 29 hari.
III. Sistem Musabaqah 
Musabaqah diselenggarakan dalam 1 ( satu )babak/sistem gugur.
IV. Materi ( Maqra/soal) dan waktu tampil pada babak penyisihan ataupun babak final
A. cabang Tilawah al-Quran 
1.Golongan anak-anak :
a.Materi bacaan dari juz 1 s/d juz 10
b. Lama penampilan 7-8 menit dengan membawakan minimal tiga lagu
c. penentuan maqra : 16 jam sebelum penampilan
2.Golongan dewasa
1.Materi bacaan dari juz 1 s/d juz 30
2.Lama penampilan 9-10 menit dengan membawakan minimal empat lagu
3.Penentuan Maqra adalah ketika peserta akan naik mimbar.
B. Cabang Hufsh al-Quran
1.Golongan 1 juz dan tilawah
a.Materi Tilawah juz 1-10 untuk hafalan adalah salah satu dari juz 1 atau juz 30
b.Lama penampilan 7-8 menit untuk tilawah dengan membawakan minimal 3 lagu sedangka untuk hafalan terdiri atas 3 pertanyaan dan setiap jawaban antara 5-7 baris al-Quran Bahriyah
c.Penentuan Maqra tilawah 16 jam sebelum penampilan.Soal hafalan diberikan pada saat peserta akan naik mimbar.
d.Teknik penampilan dimulai dengan tilawah dilamjutkan tahfizh.
2.Golongan 5 Juz dan tilawah
a.Materi Tilawah juz 1-20 untuk hafalan adalah salah satu dari juz 1 s/d juz 5
b.Lama penampilan 8-9 menit untuk tilawah dengan membawakan minimal 4 lagu sedangkan untuk
hafalan terdiri atas 4 pertanyaan dan setiap jawaban antara 6-10 baris al-Quran Bahriyyah
c.Penentuan Maqra tilawah 16 jam sebelum penampilan.Soal hafalan diberikan pada saat peserta akan 
naik mimbar.
d.Teknik penampilan dimulai dengan tilawah dilamjutkan tahfizh.
3.Golonan 10,20,30 juz ;
a. materi hafalan masing-masing juz 1 s/d juz 10,juz 1 s/d juz 20 dan juz 1 s/d juz 30
b.lama penampilan menjawab 4 pertanyaan dengan setiap jawaban antara 15-20 baris al-Quran
bahriyyah 
c.Penentuansoal diambil ketika peserta akan naik mimbar.
C.Cabang Tafsir al-Quran
1. Golongan bahasa Arab putera puteri
a.Materi hafalan 30 juz dan materi tafsir juz V
b.Lama penampilan :
- hafalan,sama sengan golongan 30 juz cabang Hifzh al Quran
- Tafsir selama kurang lebih 15 menit.
Dibawah ini contoh tahun lalu yang mengacu pada MTQ

   Pendaftaran Peserta :
1.    Pendaftaran awal, dilaksanakan paling lambat 15 hari sebelum pelaksanaan musabaqah dan persyaratannya cukup hanya dengan melampirkan keterangan domisili dan Akta Kelahiran.
2.      Pendaftaran ulang dilakukan paling lambat 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan musabaqah.
3.  Pendaftaran ulang dilakukan sendiri oleh peserta yang bersangkutan dengan membawa mandate/surat tugas masing-masing cabang dan memperlihatkan bukti-bukti asli persyaratan administrasi, disampaikan kepada Tim Pendaftaran dari LPTQ Tingkat Provinsi dan Panitia Penyelenggara.
4.      Berkas pendaftaran ulang peserta disertai lampirannya dibuat rangkap 3 (tiga) dengan rincian 2 (dua) berkas untuk LPTQ Provinsi dan 1 (satu) berkas untuk Panitia Penyelenggara.
C.    Peserta
1.      Peserta adalah seorang/regu dari peserta terbaik kesatu, kedua atau ketiga MTQ/STQ daerah dibawahnya secara berjenjang yang dibuktikan dengan sertifikat dari LPTQ Kabupaten/Kota yang bersangkutandan Keputusan Dewan Hakim pada tahun berjalan
2.    Peserta bukan peserta terbaik I pada MTQ Tingkat Nasional atau Seleksi Tingkat Nasional pada golongan yang sama. Sedangkan pada tingkat Kabupaten/Kota ke bawah ketentuan ini diserahkan kepada kebijakan LPTQ daerah masing-masing
3.    Peserta telah berdomisili di daerah yang bersangkutan sekurang-kurang 6 bulan dibuktikan dengan pernyataan dari pejabat berwenang dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), sedangkan bagi peserta yang asli Sulawesi Tenggara ketentuan ini tidak berlaku
4.      Persyaratan umur peserta dibuktikan dengan Ijazah Sekolah/Madrasah atau Akte Kelahiran
5.   Batas umur bagi seluruh peserta dihitung mulai hari pertama penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV Tingkat Nasional Awal bulan Juni 2015
6.      Peserta harus melengkapi persyaratan administrasi;
a. Surat mandat (rekomendasi) dari Kepala Daerah yang bersangkutan
b.Keterangan Pejabat tentang domisili sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan di daerah yang bersangkutan
c. Foto copy Sertifikat Kejuaraan
d  Foto copy Ijazah Sekolah
e. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
f.  Daftar Riwayat Hidup
g. Foto copy Akte Kelahiran atau Kartu Tanda Kenal Lahir
h. Pas foto ukuran 3 x 4 cm 4 lembar dan 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar dengan latar belakang merah marun
7.      Seorang peserta hanya diperkenankan mengikuti golongan dalam satu tingkat Musabaqah pada MTQ
8.      Peserta yang sudah mengikuti musabaqah pada suatu daerah tertentu dan meraih juara I tidak dibenarkan mengikuti musabaqah di daerah lain pada tahun berjalan
9.      Peserta tidak dapat diganti apabila sudah mendapatkan pengesahan
10.  Peserta gugur haknya apabila berhalangan dan tidak mampu tampil
11.  Dalam musabaqah Fahm Al Qur’an dan Syarh Al Qur’an apabila seorang peserta (sesudah mendapat pengesahan) berhalangan, maka penampilannya dapat dilaksanakan hanya 2 (dua) orang peserta
12.  Peserta musabaqah Fahm Al Qur’an dan Syarh Al Qur’an gugur haknya apabila pesertanya tinggal 1 (satu) orang
13.  Pendaftaran peserta MTQ dibenarkan adanya cadangan yang harus memenuhi kriteria peserta dan didaftarkan untuk disahkan menjadi peserta.
14.  Dalam formulir pendaftaran peserta harus mencantumkan nomor HP/telepon yang bisa dihubungi.
15.  Pada saat pendaftaran ulang, peserta menanda tangani pernyataan yang berisi kesediaan menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku, apabila pernyataan tersebut tidak benar. Surat pernyataan tersebut harus diketahui oleh Ketua Kafilah/Official dan tanda tangani  olehKetua Kafilah yang yang berhak mewakilinya.
D.    Sanksi-Sanksi
1.      Persiapan
a. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan tidak mendapat pengesahan dan tidak berhak untuk tampil.
b. Peserta yang diketahui menggunakan persyaratan palsu seperti manipulasi umur, gugur hak tampilnya.
2.      Pelaksanaan
a.       Peserta yang tampil pada babak penyisihan dan melanggar ketentuan tampil dianggap gugur penampilannya.
b.   Peserta yang tampil pada babak final dan melanggar ketentuan tampil, dianggap gugur penampilannya pada babak final.
c.     Peserta babak final yang tidak mampu tampil karena alasan yang dibenarkan hanya berhak atas kejuaraan sebagai juara harapan.
d.     Peserta babak final yang tidak dapat tampil tanpa alasan, gugur sebagai finalis dan tidak berhak atas kejuaraan apapun.
E.     Penentuan Finalis dan Kejuaraan
a.      Peserta Final (Finalis)
1.      3 (tiga) orang peserta yang memperoleh nilai tertinggi pada babak penyisihan.
2.      Bila terdapat nilai sama antara urutan terbaik 3, 4 dan 5 pada babak penyisihan diatur sesuai ketentuan dalam pedoman.
b.      Peserta Terbaik
1.      Peserta terbaik adalah urutan tertinggi perolehan nilai pada babak final.
2.      Apabila 2 (dua) orang atau lebih peserta yang memperoleh jumlah nilai sama, maka penentuannya sebagai berikut:
a)  Cabang Tilawah ditentukan secara berturut nilai tertinggi tajwid,Fashahah, lagu, lalu suara. Apabila masih sama dimungkinkan adanya juara kembar.
b)      Cabang Hifzh Al Qur’an
(1)   1 juz dan 5 juz penentuannya secara berurut pada nilai tertinggi Tahfizh, pada kelompok Tahfizh, lalu Tajwid pada kelompok Tilawah. Apabila tetap sama dimungkinkan adanya juara kembar.
(2)   10, 20 dan 30 Juz penentuannya secara berurut pada nilai tertinggi bidang Tahfizh lalu Tajwid, Fashahah. Apabila masih tetap sama, maka dimungkinkan adanya juara kembar.
c)      Cabang Tafsir Al Qur’an, penentuan secara berurut pada nilai tafsir, tahfizh, kemudian tajwid, Fashahah. Apabila masih sama dimungkinkan adanya juara kembar.
d)     Cabang Fahm Al Qur’an, penentuannya diberikan soal tambahan untuk diperebutkan oleh regu yang nilainya sama.
e)      Cabang Syarh Al Qur’an, penentuannya secara berurut pada nilai syarahan, kemudian bidang Penghayatan dan Retorika. Bila masih sama dimungkinkan adanya juara kembar.
f)       Cabang Khath Al Qur’an, penentuannya secara berurut pada nilai bidang kebenaran kaidah, kemudian keindahan khath kemudian keindahan hiasan atau lukisan. Apabila masih tetap sama, dimungkinkan adanya juara kembar.
g)      Cabang Musabaqah Maqalah Al Qur’an (MMQ), penentuannya secara berurut pada nilai aspek bobot materi, kaedah dan gaya bahasa, Logika dan organisasi pesan, lalu aspek kekayaan referensi. Apabila masih tetap sama, maka dimungkinkan adanya juara kembar.
h)      Cabang Qasidah Rebana, penentuannya secara berurut pada nilai bidang olah vocal, kemudian music dan penampilan. Apabila masih tetap sama, maka dimungkinkan adanya juara kembar.
c.       Kejuaraan Umum
1.      Juara Umum adalah daerah yang memperoleh nilai kejuaraan tertinggi dari hasil musabaqah, dengan ketentuan sebagai berikut :
a)      Juara Pertama nilai   5
b)      Juara Kedua nilai      3
c)      Juara Ketiga nilai      1
2.      Apabila terdapat nilai kejuaraan yang sama antara 2 (dua) daerah atau lebih, maka penentuannya didasarkan secara berurut pada nilai kejuaraan tertinggi cabang Tilawah Al Qur’an Golongan Dewasa, Tafsir Al Qur’an Golongan Bahasa Arab, Hifzh Al Qur’an Golongan 30 Juz, 20 Juz, 10 Juz, 5 Juz. Jika masih ada yang sama, maka dimungkinkan adanya juara kembar.
3.      Untuk Cabang Qasidah Rebana kejuaraan Umum ditetpkan tersendiri sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pengurus LASQI Provinsi.
F.     Sistem Musabaqah
1.      Pada MTQ untuk cabang-cabang yang menentukan Kejuaraan Umum, diselenggarakan babak penyisihan dan babak final, kecuali Cabang Fahm Al Qur’an dapat dilaksanakan 3 (tiga) babak
2.      Babak final setiap cabang dan golongan diikuti oleh peserta yang memperoleh nilai tertinggi I, II dan III pada babak penyisihan.
3.      Hasil musabaqah adalah ditetapkannya urutan peserta terbaik I, II, III dan harapan pada cabang dan golongan masing-masing
4.      Khusus cabang Tilawah Golongan Dewasa disamping mencabut nomor penampilan juga mencabut Struktur (pola Lagu) yang ditetapkan oleh LPTQ Provinsi dengan ketentuan sebagaimana ditetapkan pada ketentuan khusus dalam pedoman ini.
5.      Ketentuan Umum
MUSABAQAH CABANG TILAWATIL QUR’AN
1.      Pengertian
Musabaqah Tilawatil Qur’an adalah suatu jenis lomba membaca Al Qur’an dengan bacaan mujawwad dan murrattal, yaitu bacaan Al Qur’an yang mengandung nilai ilmu membaca, seni dan adab membaca menurut pedoman yang telah ditentukan
2.      Golongan Musabaqah
Cabang Tilawah Al Qur’an terdiri dari 7 (tujuh) golongan yang biasa diikuti oleh kelompok pria (Qari) dan kelompok wanita (Qari’ah), yaitu;
a.       Golongan Tartil Al Qur’an
b.      Golongan Anak-Anak
c.       Golongan Remaja
d.      Golongan Dewasa
e.       Golongan Cacat Netra
f.       Golongan Qira’at Sab’ah Mujawwad
g.      Golongan Qira’at Sab’ah Murattal
3.      Peserta Musabaqah
a.       Golongan Tartil putera dan puteri, umur makismal 10 tahun 11 bulan 29 hari
b.      Golongan anak-anak putera dan puteri, umur maksimal 13 tahun 11 bulan 29 hari
c.       Golongan Remaja putera dan puteri, umur maksimal 19 tahun 11 bulan 29 hari
d.      Golongan cacat Netra putera dan puteri, umur maksimal 44 tahun 11 bulan 29 hari
e.       Golongan Dewasa putera dan puteri, umur maksimal 40 tahun 11 bulan 29 hari
f.       Golongan Qira’at Al Qur’an Mujawwad putera dan puteri, umur maksimal 40 tahun 11 bulan 29 hari
g.      Golongan Qira’at Al Qur’an Murattal putera dan puteri, umur maksimal 19 tahun 11 bulan 29 hari
4.      Qira’at
Qira’at cabang Tilawah Al-Qur’an yang digunakan adalah Qira’at Imam Ashim riwayat Hafsh Thariq al-Syathibiyyah dengan martabat mujawwad
5.      Materi Bacaan (Maqra)
Maqra adalah ayat-ayat Al Qur’an yang harus dibaca oleh peserta dalam pelaksanaan musabaqah yang ditetapkan oleh LPTQ untuk semua peserta pada MTQ, baik pada babak penyisihan dan atau pada babak final
Materi bacaan untuk setiap golongan baik dalam babak penyisihan maupun dalam babak final ditentukan sebagai berikut :
a.       Golongan Tartil                                          Juz 1 s.d Juz 10
b.      Golongan Anak-anak                                 Juz 1 s.d Juz 10
c.       Golongan Remaja                                       Juz 1 s.d Juz 20
d.      Golongan Dewasa                                      Juz 1 s.d Juz 30
e.       Golongan Cacat Netra                                Juz 1 s.d Juz 30
f.       Golongan Qira’at Mujawwad                    Juz 1 s.d Juz 30
g.      Golongan Qira’at Murattal                         Juz 1 s.d Juz 30
6.      Waktu Musabaqah
Musabaqah Cabang Tilawah Al Qur’an dilaksanakan pada pagi, sore dan malam hari
PELAKSANAAN MUSABAQAH
Proses pelaksanaan musabaqah terdiri dari :
1.      Tahap Persiapan
a.   Persiapan musabaqah yang dimulai sejak pendaftaran, pengesahan, penentuan nomor serta penjadwalan tampil peserta adalah sebagaimana tercantum dalam ketentuan umum
b.      Pada saat pendaftaran, peserta golongan Cacat Netra menyerahkan 3 (tiga) maqra hafalan dan melaporkan kepada panitia bagi yang akan membaca Al Qur’an Braille.
2.      Tahap Pelaksanaan
Penampilan peserta musabaqah dilaksanakan seperti berikut :
1)      Babak Penyisihan
a)         Penentuan Maqra’
Penentuan maqra’ peserta yang akan tampil dilakukan sebagai berikut:
(1)      Peserta Dewasa, ketika akan naik mimbar tilawah bersamaan dengan mencabut Struktur (pola Lagu) yang akan dibawakan.
(2)      Peserta Tartil, Anak-anak, Remaja, 16 (enam belas) jam sebelum tampil
(3)      Peserta cacat Netra yang menggunakan Al Qur’an Braille supaya melaporkan pada saat pendaftaran dan maqranya akan ditentukan oleh panitia dan diserahkan kurang lebih 16 (enam belas) jam sebelum acara
(4)      Peserta Cacat Netra yang akan tampil secara hafalan, 30 (tiga puluh) menit sebelum acara penampilan pada hari yang bersangkutan. Ditentukan salah satu dari 3 (tiga) maqra’ yang dilaporkan pada waktu pendaftaran.
b)         Penampilan
Penampilan peserta musabaqah dilaksanakan sebagai berikut :
(1)      Giliran Tampil
(a)    Penampilan peserta diatur berdasarkan giliran
(b)   Penentuan giliran (urutan membaca) pada penampilan harian dilaksanakan 30 menit sebelummusabaqah dimulai
(c)    Penampilan peserta dewasa diselingi dengan pembacaan saritilawah
(d)   Ketentuan penampilan adalah sebagaimana tercantum dalam ketentuan umum
(2)      Lama Penampilan
Lama penampilan bagi setiap peserta adalah lama membaca sebagai berikut:
(a)    Golongan Tartil (penyisihan & final) : 5 – 7 menit
(b)   Golongan Anak-anak (penyisihan & final) : 7 – 8 menit dengan membawakan jumlah lagu minimal 3 (tiga) jenis lagu, lengkap dengan cabang-cabangnya maupun variasinya.
(c)    Golongan Remaja (penyisihan & final) : 8 – 9 menit dengan membawakan jumlah lagu minimal 4 (empat) jenis lagu, lengkap dengan cabang-cabangnya maupun variasinya.
(d)   Golongan Cacat Netra (penyisihan & final) : 8 – 9 menit, membawakan jumlah lagu sama dengan golongan anak-anak yaitu minimal 3 (tiga) jenis lagu lengkap dengan cabang-cabangnya maupun variasinya.
(e)    Golongan Dewasa (penyisihan) :
-          Penyisihan                       :  9 – 10 menit
-          Final                                 : 10 – 12 menit
Untuk Tilawah Golongan Dewasa baik pada babak penyisihan maupun babak final membawakan jumlah lagu minimal 4 (empat) jenis lagu, lengkap dengan cabang-cabangnya maupun variasinya dengan ketentuan bahwa struktur (pola) lagu ditentukan oleh LPTQ Provinsi dengan cara memperoleh melalui system mencabut bersamaan dengan diperolehnya maqra bacaan kecuali pda babak final pencabutan Struktur lagu atau pola lagu diperoleh setelah peserta yang bersangkutan naik mimbar.
(3)      Cara Tampil
(a)    Peserta musabaqah cabang tilawah, tampil dengan cara membaca melalui mushaf, baik babak penyisihan maupun babak final.
(b)   Tanda pesiapan, mulai, persiapan akhir dan selesainya waktu diatur oleh Majelis Hakim (pengatur lampu isyarat).
c)         Penentuan Finalis
Finalis diputuskan oleh Majelis Hakim melalui rapat Majelis
d)        Pengumuman Finalis dilaksanakan oleh Dewan Hakim
2)      Babak Final
a)         Penentuan Maqra’
Penentuan maqra’ bagi semua golongan yang akan tampil sebagai berikut ;
(1)      Maqra’ golongan Dewasa diberikan 4 (empat) jam sebelum peserta naik mimbar dan untuk Struktur (pola lagu) yang akan dibawakan diperoleh setelah peserta akan naik mimbar.
(2)      Maqra’ golongan remaja diberikan 10 (sepuluh) menit sebelum peserta naik mimbar
(3)      Maqra’ golongan anak-anak dan Tartil diberikan 30 (tiga puluh) menit sebelum peserta naik mimbar
(4)      Maqra’golongan Cacat Netra :
(a)    Menyerahkan 3 (tiga) maqra’ hafalan selain yang telah dibaca pada babak penyisihan selambat-lambatnya 4 (empat) jam sebelum tampil dan maqra’ yang akan dibaca ditentukan 30 (tiga puluh) menit sebelum naik mimbar
(b)   Finalis yang akan tampil dengan membaca Mushaf Braille agar melaporkan kepada panitia selambat-lambatnya 5 (lima) jam sebelum tampil dan maqra’ yang akan dibaca ditentukan 30 (tiga puluh) menit sebelum naik mimbar.
b)         Penampilan
(1)      Cara penampilan (giliran dan lama tampil) peserta pada babak final sama dengan cara penampilan pada babak penyisihan
(2)      Penampilan finalis golongan Dewasa dilaksanakan bersama-sama dengan penampilan finalis golongan Qira’at Mujawwad atau sesuai jadwal yang ditentukan.
(3)      Penampilan peserta Dewasa diselingi dengan pembacaan saritilawah.
c)         Penentuan Qari’/Qari’ah terbaik ditetapkan oleh Sidang Pleno Dewan Hakim
d)        Pengumuman Qari’/Qari’ah terbaik dilaksanakan oleh Ketua Dewan Hakim
MUSABAQAH GOLONGAN QIRA’AT AL-QUR’AN
1.         KETENTUAN
a.   Pengertian
Pengertian Musabaqah Qira’at Al Qur’an adalah suatu jenis musabaqah dalam membaca Al Qur’an dengan menggunakan ragam bacaan yang mempunyai nilai Sanad Mutawattir yang dinisbatkan kepada Imam Qira’at Tujuh dan Imam Qira’at Sepuluh.
b.   Golongan Musabaqah
Musabaqah Qira’at Al Qur’an dapat diikuti oleh Qari’ dan Qari’ah dewasa dengan bacaan Murattal atau Mujawwad.
Golongan Qira’at Al Qur’an terdiri dari :
1)         Qira’at Al Qur’an Murattal, diikuti oleh Remaja pria dan wanita
2)         Qira’at Al Qur’an Mujawwad, diikuti oleh Dewasa pria dan wanita
c.    Peserta Musabaqah
Peserta Musabaqah golongan Qira’at Al Qur’an adalah Qari’/Qari’ah yang memenuhi ketentuan umum dengan persyaratan umur sebagai berikut :
1)         Golongan Murattal Remaja, umur maksimal 19 tahun 11 bulan 29 hari
2)         Golongan Mujawwad Dewasa, umur maksimal 40 tahun 11 bulan 29 hari
d.   Qira’at
Qira’at yang dipergunakan adalah Qira’at Tujuh menurut Thariq asy-Syathibiyyah atau Qira’at Sepuluh menurut Thariq as-Syathibiyyah wa ad-Durrah, dimana pada MTQ XXV Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2014 ini menggunakan :
1)         Golongan Qira’at Murattal memakai Qira’at Imam Nafi’ riawayat QAlun dan Warsy menurut Thriq as-Syathibiyyah.
2)         Golongan Qira’at Mujawwad memakai Qira’at Imam Ibnu Katsir riwayat Al-Bazzi dan Qumbul menurut Thariq as-Syathibiyyah.
e.    Materi Bacaan (Maqra’)
1)         Maqra’ adalah ayat-ayat Al Qur’an yang harus dibaca oleh peserta dalam pelaksanaan musabaqah untuk semua peserta MTQ bik pada babak penyisihan atau pada babak final
2)         Maqra’ untuk golongan Qira’at Al Qur’an baik dalam babak penyisihan maupun dalam babak final adalah Juz 1 s.d Juz 30 untuk semua golongan Qira’at Al Qur’an.
f.    Waktu Musabaqah
Musabaqah cabang Qira’at Al Qur’an dilaksanakan pada pagi, sore dan atau malam hari atau sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
2.      PELASANAAN MUSABAQAH
Proses pelaksanaan musabaqah terdiri dari :
a.       Tahap Persiapan
Persiapan musabaqah yang dimulai sejak pendaftaran, pengesahan, penentuan nomor serta penjadwalan tampil peserta adalah sebagaimana tercantum dalam ketentuan umum.
b.      Tahap Pelaksanaan
1)      Babak Penyisihan
a)         Penentuan Maqra’
Penentuan maqra’ peserta yang akan tampil dilakukan dan diundi 16 (enam belas) jam sebelum acara penampilan.
b)         Penampilan
Penampilan peserta musabaqah dilaksanakan seperti berikut :
(1)      Giliran Tampil
(a)       Penampilan peserta diatur berdasarkan giliran (mencabut undian tampil)
(b)      Pada penampilan babak penyisihan, penentuan giliran (urutan membaca) dan pendaftaran dilaksanakan 30 menit sebelum musabaqah dimulai
(c)       Ketentuan penampilan adalah sebagaimana tercantum dalam ketentuan umum
(2)      Lama Penampilan
Lama tampil setiap peserta pada babak Penyisihan:
(a)       Murattal Remaja adalah 8 – 10 menit
(b)      Mujawwad Dewasa adalah 10 – 12 menit
(3)      Cara Tampil
(a)       Peserta musabaqah cabang Qira’at Al Qur’an golongan Murattal pada babak penyisihan tampil dengan memilih 1 (satu) riwayat dari satu Imam Qira’at yang ditentukan melalui Mushaf yang disediakan oleh LPTQ Provinsi dengan ketentuan memakai Qira’at Imam Nafi’ riwayat Qalun dan atau Warsythariqas-Syathibiyyah,sedangkan untuk golongan Mujawwad menampilkan 2 (dua) bacaan dari Qira’at Imam Ibnu Katsirriwayat Al-Bazzi dan QumbulmenurutThariq as-Syathibiyyah.
(b)      Tanda persiapan mulai, persiapan akhir dan selesainya waktu diatur oleh Majelis Hakim (pengatur lampu isyarat).
c)         Penentuan Finalis
(1)      Finalis dikukuhkan oleh Majelis Hakim
(2)      Pengumuman Finalis dilaksanakan oleh Dewan Hakim
2)      Babak Final
a)      Penentuan Maqra’
Penentuan maqra’ bagi yang akan tampil dilakukan 10 (sepuluh) jam sebelum acara penampilan.
b)      Penampilan
Penampilan peserta musabaqah dilaksanakan seperti berikut:
(1)      Penampilan peserta diatur berdasarkan giliran (mencabut undian tampil)
(2)      Ketentuan penampilan adalah sebagaimana tercantum dalam ketentuan umum.
c)      Lama Penampilan
Lama tampil setiap peserta pada babak final adalah :
(1)         Golongan Qira’at Murattal  Remaja adalah 10 – 12 menit
(2)         Golongan Qira’at Mujawwad Dewasa adalah 12 – 15 menit
d)     Cara Tampil
(1)         Peserta musabaqah cabang Qira’at Al Qur’an Golongan Murattal Remaja pada babak final tampil dengan 1 (satu) riwayat dari satu Qira’at Imam yakni memilih salah satu riwayat (Qalun dan atau Warsy) Qira’at Imam Nafi’ Thariq as-Syathibiyyah, sedangkan Golongan Qira’at Mujawwad Dewasa menampilkan 2 (dua) riwayat dari satu Qira’at Imam yakni riwayat Al-Bazzi  dan Qumbul  Qira’at Imam Ibnu Katsir Thariq as-Syathibiyyah dengan ketentuan bahwa mushaf yang dipakai adalah mushaf yang disediakan oleh LPTQ Provinsi.
(2)         Tanda persiapan mulai, persiapan akhir dan selesainya waktu diatur oleh Majelis Hakim (pengatur lampu isyarat)
(3)         Penentuan Qari’/Qari’ah terbaik ditetapkan oleh Majelis Hakim
(4)         Pengumuman Qari’/Qari’ah terbaik dilaksanakan oleh Ketua Dewan Hakim.
MUSABAQAH CABANG HIFZH AL QUR’AN
1.      KETENTUAN
a.      Pengertian
1)      Musabaqah Hifzh Al Qur’an adalah suatu jenis lomba membaca Al Qur’an dengan hafalan yang mengandung aspek ketepatan dan kelancaran hafalan serta ilmu dan adab membaca menurut pedoman yang telah ditentukan.
2)      Musabaqah Hifzh Al Qur’an beserta Tilawah adalah suatu jenis lomba membaca Al Qur’an dengan hafalan yang mengandung aspek ketepatan dan kelancaran hafalan, ilmu dan adab yang didahului membaca Al Qur’an dengan bacaan Mujawwad (seni baca) menurut pedoman yang telah ditentukan.
b.      Golongan Musabaqah
Cabang Hifzh Al Qur’an terdiri dari 5 (lima) golongan yang bisa diikuti oleh kelompok pria (Hafizh) dan kelompok wanita (Hafizhah), yaitu:
1)         Golongan 1 Juz dan Tilawah pria dan wanita
2)         Golongan 5 Juz dan Tilawah pria dan wanita
3)         Golongan 10 Juz pria dan wanita
4)         Golongan 20 Juz pria dan wanita
5)         Golongan 30 Juz pria dan wanita
Untuk golongan 1 juz dan 5 juz didahului dengan tilawah yang ketentuannya sebagaimana yang berlaku pada cabang tilawah.
c.       Peserta Musabaqah
Peserta musabaqah cabang Hifzh Al Qur’an adalah Hafzh/Hafizhah yang memenuhi ketentuan umum dengan persyaratan umur sebagai berikut :
1)         Peserta golongan 1 Juz dan Tilawah, umur maksimal 12 tahun, 11 bulan 29 hari
2)         Peserta golongan 5 Juz dan Tilawah, umur maksimal 14 tahun 11 bulan 29 hari
3)         Peserta golongan 10 Juz, umur maksimal 16 tahun 11 bulan 29 hari
4)         Peserta golongan 20 Juz, umur maksimal 18 tahun 11 bulan 29 hari
5)         Peserta golongan 30 Juz, umur maksimal 20 tahun 11 bulan 29 hari.
d.      Sistem Musabaqah
Sistem musabaqah adalah sebagaimana diatur dalam ketentuan umum
e.       Qira’at
Qira’at yang digunakan adalah Qira’at Imam ‘Ashim riwayat Hafsh Thariqh as-Syathibiyyah dengan Martabat Murattal
f.       Materi Bacaan (Maqra’)
1)      Maqra’ adalah soal dari LPTQ yang diberikan Majelis Hakim (Sa’il) pada saat peserta sudah berada di atas mimbar.
2)      Setiap peserta memilih maqra/paket soal yang disediakan oleh LPTQ dan diperoleh pda saat akan naik mimbar.
3)      Maqra’ untuk setiap golongan baik dalam babak penyisihan maupun dalam babak final ditentukan sebagai berikut :
a)      Golongan 1 Juz dan Tilawah
(1)      Soal Tahfizh, yaitu salah satu dari Juz 1 atau Juz 30 dan dilaporkan oleh peserta pada saat pendaftaran
(2)      Maqra Tilawah yaitu maqra’ antara Juz 1 s.d Juz 10 dengan penampilan 7 – 8 menit
b)      Golongan 5 Juz dan Tilawah
(1)      Soal Tahfizh yaitu Juz 1 sampai dengan Juz 5
(2)      Maqra Tilawah Juz 1 sampai dengan Juz 20, dengan penampilan 8 – 9 menit
Penentuan maqra tilawah golongan 1 juz serta 5 juz babak penyisihan ditentukan 16 jam sebelum tampil, sedangkan untuk babak final ditentukan 30 menit sebelum acara penampilan.
Pada saat pelaksanaan musabaqah babak penyisihan, panitera mengundi maqra’ untuk hari berikutnya di Sekretariat Panitia MTQ XXV sore hari pukul 16.00 Wita.
c)      Golongan 10 Juz, Juz 1 s.d Juz 10
d)     Golongan 20 Juz, Juz 1 s.d Juz 20
e)      Golongan 30 Juz, Juz 1 s.d Juz 30
4)      Jumlah soal hafalan :
a)      Golongan 1 Juz dan Tilawah terdiri dari 3 (tiga) pertanyaan.
b)      Golongan 5 Juz dan Tilawah terdiri dari 4 (empat) pertanyaan.
c)      Golongan 10, 20 dan 30 Juz masing-masing terdiri dari 4 soal (pertanyaan).
g.      Waktu Musabaqah
Musabaqah cabang Hifzh Al Qur’an dilaksanakan pada pagi, siang dan sore hari.
2.      PEAKSANAAN MUSABAQAH
Proses pelsanaan musabaqah terdiri dari :
a.      Tahap Persiapan
Persiapan musabaqah yang dimulai sejak pendaftaran, pengesahan, penentuan nomor serta penjadwalan tampil peserta adalah sebagaimana tercantum dalam ketentuan umum.
b.      Tahap Pelaksanaan
1)      Babak Penyisihan
a)      Penentuan Maqra’/Paket soal
(1)      Penentuan maqra’ tilawah golongan 1 juz dan 5 juz, 16 (enam belas) jam sebelum acara penampilan.
(2)      Penentuan maqra’/paket soal hafalan untuk semua golongan dilakukan ketika peserta akan naik ke mimbar.
b)      Penampilan
(1)      Giliran Tampil
(a)       Penampilan peserta diatur berdasarkan giliran
(b)      Penentuan giliran (urutan membaca) pada penampilan harian diselenggarakan 30 menit sebelum acara musabaqah dimulai
(c)       Penampilan peserta yang berhalangan pada gilirannya yang ditentukan diatur menurut keadaan.
(2)      Lama Penampilan
(a)       Lama waktu membaca bagi setiap peserta diukur dengan jumlah baris yang dibaca, bukan lamanya.
(b)      Bagi golongan 30 juz, 20 juz dan 10 juz panjang jawaban setiap pertanyaan adalah 15 – 20 baris Al Qur’an Bahriyyah dengan memberikan batasan awal dan akhir soal.
(c)   Bagi golongan 1 juz beserta tilawah banyak bacaan setiap menjawab pertanyaan adalah 5 – 7 baris Al Qur’an Bahriyyah, dan tilawah selama 7 – 8 menit dengan membawakan minimal 3 (tiga) jenis lagu.
(d) Bagi golongan 5 juz beserta tilawah banyak bacaan setiap menjawab pertanyaan adalah 6 – 10 baris Al Qur’an Bahriyyah, dan tilawah selama 8 – 9 menit dengan membawakan minimal 4 (empat) jenis lagu
(3)      Cara Tampil
Peserta tampil dengan membaca secara hafalan apa yang diminta (ditanyakan) oleh Majelis Hakim. Untuk golongan 1 juz dan 5 juz didahului dengan tilawah sesuai dengan maqranya.
c)      Penentuan finalis dikukuhkan oleh Majelis Hakim.
d)     Pengumuman finalis dilaksanakan oleh Ketua Dewan Hakim.
2)      Babak Final
a)  Penentuan maqra’ tilawah golongan 1 juz dan 5 juz adalah 30 menit sebelum acara penampilan bersamaan dengan penentuan giliran
b)      Penentuan soal tahfizh semua golongan sama dengan pada babak penyisihan.
c)      Tata cara pelaksanaan pada babak final sama halnya dengan pelaksanaan pada babak penyisihan.
d)     Penetapan Hafizh/Hafizhah terbaik ditetapkan oleh Rapat Pleno Majelis Hakim.
e)      Pengumuman Hafizh/Hafizhah terbaik dilaksanakan oleh Ketua Dewan Hakim.
MUSABAQAH CABANG TAFSIR AL QUR’AN
1.      KETENTUAN
a.      Pengertian
Musabaqah cabang Tafsir Al Qur’an adalah suatu jenis lomba yang terdiri dari Hifzh Al Qur’an (hafalan Al Qur’an) dan Tafsir Al Qur’an.
Pelaksanaan musabaqah Tafsir Al Qur’an, terdiri dari :
1) Musabaqah Hifzh Al Qur’an, yaitu musabaqah hafalan Al Qur’an 30 juz atau juz-juz tertentu untuk golongan Tafsir Bahasa Inggris dan Golongan Bahasa Indonesia yang pelaksanaannya berpedoman kepada ketentuan-ketentuan pada pelaksanaan musabaqah Hifzh Al Qur’an
2) Musabaqah Tafsir Al Qur’an yaitu lomba mengungkapkan makna, da nisi serta kandungan ayat Al Qur’an pada juz tertentu, baik dalam Bahasa Arab, Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
b.      Golongan Musabaqah
Cabang Tafsir Al Qur’an terdiri dari 3 (tiga) golongan yang bisa diikuti oleh kelompok pria (Mufassir) dan kelompok wanita (Mufassirah), yaitu :
1)      Golongan Tafsir Bahasa Arab
2)      Golongan Tafsir Bahasa Indonesia
3)      Golongan Tafsir Bahasa Inggris.
c.       Peserta Musabaqah
1) Peserta musabaqah cabang Tafsir Al Qur’an adalah Mufassir dan Mufassirah yang memenuhi ketentuan umum, dengan persyaratan umur maksimal :
a)      Tafsir Bahasa Arab, 20 tahun 11 bulan 29 hari
b)      Tafsir Bahasa Indonesia, 29 tahun 11 bulan 29 hari
c)      Tafsir Bahasa Inggris, 29 tahun 11 bulan 29 hari
2)Ketentuan umur untuk semua golongan di atas terhitung sejak hari pertama/pembukaan pelaksanaan MTQ XXV Tingkat Nasional di Provinsi Kepualauan Riu awal Juni 2014.
d.      Sistem Musabaqah
Sistem musabaqah adalah sebagaimana diatur dalam ktentuan umum
e.       Qira’at dan Bahasa
1)      Hifzh Al Qur’an (hafalan Al Qur’an) adalah Qira’at Imam Ashim riwayat Hafsh Thariq as-Syathibiyyah dengan martabat murattal
2)      Pertanyaan dan jawaban dalam musabaqah disampaikan dalam bahasa Arab Fusha, bahasa Indonesia yang baik dan benar dan bahasa Inggris yang baku
f.       Materi
Materi terdiri dari :
1)         Hafalan
a)      Hafalan untuk Tafsir Bahasa Arab dan Tafsir Bahasa Indonesia adalah 30 juz.
b)      Hafalan untuk Tafsir Bahasa Inggris adalah 11 (sebelas) juz
2)         Tafsir
a)      Golongan Bahasa Arab materi tafsirnya adalah Juz IV
b)      Golongan Bahasa Indonesia dengan materi tafsirnya adalah Juz IX
c)      Golongan Bahasa Inggris materi tafsirnya adalah Juz VII
g.      Waktu
Musabaqah cabang Tafsir Al Qur’an dilaksanakan pada pagi dan atau sore hari.