Sunday, May 31, 2015

Mendikbud Ajak Maestro Seni dan Budaya Bahas Pendidikan Seni

Fri, 05/29/2015 - 14:18
Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, bersilaturahim dengan para maestro seni dan budaya di Indonesia. Pada acara tersebut, Mendikbud bersama hampir 50 maestro seni dan budaya Indonesia juga berdiskusi membahas tentang dinamika pendidikan seni di era konservatori karawitan dan sekolah menengah kejuruan seni.
Mendikbud menyampaikan, potret siswa beprestasi di masyarakat saat ini hanya sekadar siswa yang menjuarai olimpiade atau kejuaraan di bidang sains saja. Ke depan, kata dia, pemerintah akan mengapresiasi anak-anak yang berprestasi di bidang seni dan budaya tetapi bukan berarti bahwa sains itu tidak penting. "Sains juga penting, tidak boleh berkurang, tetapi yang bidang seni ini kita ingin dorong lebih jauh," katanya saat memberikan arahan pada acara Silaturahim Seni di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Kamis (28/5/2015).
Mendikbud menyebutkan, pesan pemerintahan saat ini yang tertuang dalam nawacita adalah menghilangkan keseragaman dalam pendidikan serta memperkuat pendidikan kebhinnekaan. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah menginginkan adanya ruang yang cukup untuk menumbuhkan kebhinnekaan pada siswa. Dia mengatakan, tanggung jawab pemerintah dan masyarakat saat ini adalah merumuskan pendidikan sebagai pintu masuk yang dapat memberikan ruang pada kebhinnekaan. "Pendidikan, kebudayaan, termasuk di sini pendidikan kesenian menjadi salah satu pintu masuk yang cukup baik," ucapnya.
Mendikbud mengungkapkan, ke depan Kemendikbud berkepentingan menyiapkan potensi siswa tumbuh di semua aspek dan membuat siswa untuk dapat hidup di zamannya. Penerapan pendidikan di sekolah, kata dia, jauh dari gagasan bapak pendidikan modern, Ki Hadjar Dewantara, 90 tahun yang lalu yang menjadi rujukan negara-negara maju saat ini. "Demi mencapai tujuan pengembangan di wilayah keindahan, haruslah diusahakan ada pembangunan kebudayaan, terkhusus adalah pembaharuan kebudayaan mengingat tuntutan alam dan zaman baru," tuturnya membacakan penggalan tulisan dalam buku Ki Hadjar Dewantara.
Mendikbud mengimbau para maestro seni dan budaya untuk ikut berpartisipasi membentuk arah pendidikan di Indonesia. Saat ini, kata dia, Kemendikbud sedang melakukan koreksi dan revisi terhadap kurikulum nasional. "Mari sama-sama kita gunakan ini sebagai momentum," ujarnya.
Mendikbud mengatakan, ke depan Kemendikbud akan menginisiasi program belajar bersama maestro seni dan budaya Indonesia bagi siswa-siswa terbaik dan terpilih. Program ini, kata dia, tujuannya adalah memberikan dan menanamkan inspirasi bagi siswa melalui interaksinya bersama maestro seni dan budaya Indonesia tersebut. "Harapannya muncul potensi-potensi yang selama ini tak terlalu ditengok untuk bisa dikembangkan sama-sama," kata mantan rektor Universitas Paramadina itu. (Agi Bahari)