Friday, May 15, 2015

Mendikbud Apresiasi Kontribusi Aisyiyah di Dunia Pendidikan Indonesia

Thu, 05/14/2015 - 20:15
Bandung, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, memberikan apresiasi kepada Aisyiyah sebagai salah satu organisasi yang telah berkontribusi memajukan dunia pendidikan Indonesia sejak 101 tahun yang lalu. Aisyiyah telah mendidik dan merawat anak-anak Indonesia jauh sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini merupakan kesadaran tentang ide yang panjang dari organisasi Aisyiyah bagi dunia pendidikan Indonesia.
Mendikbud mengatakan, Aisyiyah memiliki tanggung jawab moral bagi dunia pendidikan Indonesia khususnya di bidang pendidikan anak usia dini (,-red). "Kontribusi Aisyiyah selama ini akan memberikan aliran pahala yang banyak yang tak terhenti bagi mereka-mereka yang terlibat di dalamnya," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Milad Aisyiyah Ke-101 di Hotel Horison, Bandung, Kamis (14/5/2015).
Mendikbud mengungkapkan, kunci utama pendidikan adalah pada pendidiknya karena pendidikan adalah interaksi antar pendidik dan peserta didik. Pendidik, kata dia, adalah orang tua dan guru karena itu sekolah harus bermitra dengan orang tua. "Guru dan orang tua harus menjadi konsentrasi kita," ujarnya.
Mendikbud menjelaskan, untuk menjadi seorang guru bisa melalui sekolah keguruan tetapi untuk menjadi orang tua tidak ada sekolahnya dan biasanya belajar sendiri. Tidak semua orang tua, kata dia, mempersiapkan diri dengan baik untuk mendidik anak-anaknya dengan baik. "Ini adalah ladang besar, kalau kita bicara mau berpahala ini tempatnya," tuturnya.
Mendikbud mengimbau, kepada para guru dan orang tua untuk memperkuat peran guru dan orang tua dalam mempersiapkan anak dalam proses pembelajarannya. Saat ini, kata dia, tantangan pendidikan di Asia Tenggara adalah makin mengecilnya peran sekolah sebagai sumber pengetahuan karena kebanyakan anak belajar di luar jam sekolah. "Ini adalah salah satu tantangan yang harus kita hadapi sama-sama ke depan," ucapnya. (Agi Bahari)