Sunday, May 3, 2015

MOTIVASI SEBAGAI PENULIS DARI SEORANG GURU

Oleh : @Kalim Nuryati

Penulis dan guru banyak kesamaan dalam menuangkan ide-ide kreatifnya dalam menulis.Saya yang setiap hari berkutat dalam dunia pendidikan merasa ikut terpanggil untuk menulis walau belum bisa membuat buku sendiri ataupun yang lainya seperti karya sastra tetapi memandang menulis adalah hal sangat penting.Meskipun itu dalam bentuk catatan namun bila dikemas dengan baik lama-lama saya yakin inilah cikal bakal dari pendekatan proses menulis yang baik seperti kaidah-kaidah penulis yang sudah dijalanlan oleh kalangan profesional ataupun jurnalis yang handal.
Sebenarnya seseorang mulai dari kecil sampai dewasa sudah punya kemampuan menulis.Menulis pada hakekatnya merefleksikan bicara,melihat,mendengarkan ketika suara  hati ini hendak memunculkan dengan tulisan dan atau ketikan untuk saat ini.Namun anehnya seseorang yang pandai bicarapun tidak selalu pandai menulis untuk mengabadikan penjelasannya.Hal ini sering terlihat dalam diskusi keterangan pertemuan pers dan lain sebagainya mereka butuh sekretaris,wartawan untuk membantu mengabadikan pembicaraan dalam notula.

Demikian sebaliknya seseorang yang pandai menulis biasanya pandai pula dalam menjelaskan apa yang pernah ditulisnya karena dia telah menguasai betul apa yang ditulisnya selalu ingat untuk dibicarakan.Dalam keadaan tertentu seseorang akan mudah menulis untuk mengembangkan imajinasinya serta daya ingatannya.Pada prinsipnya menulis adalah pekerjaan yang berkelanjutan yang bisa ditunda kapanpun menurut inspirasi ide yang muncul bertepatan  pada waktunya meski datang.Biasanya seseorang mulai menulis ketika mereka membuat catatan harian lalu lama-lama pengetahuan bertambah bisa menumbuhkan minat untuk menulis.Dalam menulis tidak ada lembar ruang kosong ada-ada saja hal yang menarik untuk ditulis.
Dalam menulis ada keuntungan nafas pengendapan dengan maksud untuk istirahat sejenak lain sekali jika dibanding dalam bicara, demi sempurnanya kwalitas tulisan. Waktunya bisa singkat dan bisa lama. Tergantung penulisnya. Pengendapan ini bertujuan untuk memberi jeda sebelum diedit.Dalam menulis hendaknya sering membaca artikel ataupun blog media banyak sekali seide untuk mengembangkan kasanah tambahan dalam menelurkan ide-ide baru dan gagasan.

Sebagai seorang guru menulis tentunya sangat berhubungan sekali dengan jenis dan tanggung jawabnya dalam mengajar agar siswanya dapat menerima materi pelajaran dengan mudah dan menyenangkan.Keuntungan guru sebagai penulis akan memudahkan pekerjaannya setidaknya dalam membuat Karya Tulis Ilmiah,Jurnal,PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ) yang saat ini diperlukan sekali dalam pengembangan karier sebagai penambahan Nilai Angka Kredit kenaikan Pangkat atau jabatan.
Sering saya jumpai kreatifitas guru ini meningkat sekali ketika ikut dalam lomba Penulisan baik tingkat daerah maupun nasional.Dalam menulis karya sastra dan artikel yang sudah disalurkan lewat buletin atau majalah dan koran lokal dalam wadah organisasinya maupun umum seperti majalah  'Derap Guru'
Sebagai pembanding saya kutipkan secara umum orang-orang terkenal dan yang berasal dari guru.Banyak kalangan terkenal yang tadinya tidak tahu apa motivasinya menulis ternyata diluar dugaan menulis juga bisa sebadai terapi penyembuhan penyakit.
1. Motivasi yang pertama, bahwa menulis dapat menjadi therapy jiwa. 

Dengan guru menulis akan senang mengembangkan metode dan cara-cara baru mengajar agar menghasilkan 'terapi' jika ada kebuntuan dalam mengajar semisal studi kasus anak yang bodoh,kurang minat serta hambatan dalam belajar.Sebagai contoh dapat saya berikan cerita di bawah ini :
Menulis adalah aktivitas yang sangat bermanfaat bagi kesehatan batin atau jiwa. Ini bukan basa-basi, melainkan telah berhasil dibuktikan secara ilmiah dan juga fakta.Menurut Karen Baikie, seorang clinical psychologist dari University of New South Wales, menuliskan peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan serta peristiwa yang penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental.

Salah satunya yang “berhasil” dibuktikan, adalah pada pengalaman Bapak BJ Habibie, mantan Presiden RI yang sempat mengalami down pasca ditinggal wafat istri tercintanya Ibu Ainun Habibie.
Waktu itu, kondisi jiwa Pak Habibie sangat mengkhawatirkan, hingga tim dokter yang merawatnya memberi tiga opsi bagi proses penyembuhannya : dirawat di rumah sakit jiwa, dirawat di rumah dengan pendampingan tim dokter, atau berusaha menyembuhkan diri sendiri. Pak Habibie memilih opsi yang ketiga. Beliau berusaha menyembuhkan diri sendiri. Dan cara yang beliau tempuh, adalah dengan menulis otobiografi pengalaman hidupnya bersama mendiang istrinya.
Dan hasilnya, seperti yang dikemukakan oleh Pak Habibie dalam sebuah wawancara di televisi, bahwa setelah menuntaskan menulis buku otobiografi tersebut, beliau merasa baru saja keluar dari black hole yang selama ini mengungkungnya dalam kesedihan mendalam pasca ditinggal pergi sang istri tercinta. 

Di dalam buku Sembuh dan Sehat dengan Motivasi Menulis, Jonru dan Dr. Dito Anurogo mengemukakan beberapa contoh keberhasilan orang-orang yang melakukan therapy menulis, diantaranya tentang seorang wanita penderita kanker yang berangsur sembuh setelah rutin menulis di blognya, juga tentang seorang wanita yang mengalami depresi karena cobaan hidup yang dialaminya, berhasil bangkit dan optimis setelah menekuni therapy menulis.
Masih dari sumber buku yang sama, menurut Baikie dan Wilhelm, bahwa manfaat jangka panjang dari menulis dengan metode expressive writing, adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki suasana hati, fungsi sistem imun, fungsi paru-paru khususnya pada penderita asma, kesehatan fisik dan nyeri terutama pada penderita kanker, fungsi hati, dan lain sebagainya.

Jadi, dari beberapa bukti, fakta dan penjelasan ilmiah ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa aktivitas menulis bisa menjadi therapy bagi jiwa. Dan jiwa atau batin yang kaya, hanya bisa dicapai oleh jiwa yang berada dalam kondisi sehat juga terbebas dari penyakit-penyakit yang dapat merongrong kesehatan jiwa. 

2.Motivasi kedua adalah menulis bisa dijadikan profesi yang menghasilkan.
Tidak ada yang tidak bisa jika guru sudah mulai berbuat berkarya.Tidak sedikit seseorang guru yang mendapatkan uang berlimpah dari usaha menulis buku,blog,Jurnal,majalah,tabloid,surat kabar. Cukup dengan menawarkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan lalu mencoba dikirimkan ke penerbit. Menulis buku yang bisa diterbitkan oleh penerbit memang diperlukan proses panjang dan berliku, terlebih jika kita seorang penulis baru.

Jumlah penerbit di Indonesia begitu banyak. Ini adalah peluang kita untuk mencoba mengirimkan sebuah naskah tulisan. Jika gagal, jangan putus asa kirimkan lagi tentunya setelah perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan.
Bagi guru yang suka dengan cerpen, resep masakan, tips atau bahkan opini silahkan mencoba kirimkan tulisannya melalui majalah atau tabloid. Biasanya majalah atau tabloid terbit dengan rentang waktu per dua atau tiga mingguan atau bahkan sebulan sekali.

Pembayaran dari majalah atau tabloid sering disebut sebagai honorarium. Setiap naskah yang diterbitkan tentunya akan mendapatkan honorarium. Besarannya tergantung dari besar kecilnya majalah atau tabloid tersebut.

Bisakah kita menjadi kaya dengan menulis? Jelas bisa! Hanya saja tergantung urutannya. Maksud tergantung urutannya bagaimana?
Begini, bila anda membaca tips atau Rahasia Sukses dari para penulis hebat maka anda akan mengetahui bahwa hampir semua mereka menulis untuk berbagi manfaat dulu, bukan ingin menjadi kaya dulu.
Absah saja bila ingin menjadi kaya dengan menulis. Hanya saja bagi penulis hebat, itu bukan urutan yang pertama. Urutan pertama tetap berbagi manfaat.  Sedangkan untuk menjadi kaya urutannya bisa jadi nomor dua.Bila anda terus-menerus menulis dan menerbitkan buku, maka anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan diantaranya : 

1.Mereka akan senang dengan anda karena telah berbagi manfaat. Dan bila mereka sudah senang dengan anda, maka kemudahan itu akan lekas datang.
 
2.Mereka akan mencari tahu siapa anda dan apa yang telah mereka dapat dari anda. Mereka akan memberitahu teman atau keluarga mereka tentang anda dan apa yang anda tulis.
3.Bahkan bila seandainya anda tawarkan barang bisnis kepada mereka. Anda buat situs bisnis di internet misalnya, dan anda tawarkan barang itu kepada mereka, maka banyak dari mereka akan bersedia membelinya.

3. Motivasi ketiga adalah menjadi orang besar atau terkenal
Tokoh-tokoh yang berhasil mengukir prestasi bagaikan obor. Mereka adalah cahaya yang menerangi dunia. Mereka kadang menginspirasi orang lain untuk berprestasi. Mereka kadang memandu orang yang kebingungan untuk berjalan terus dengan arah yang jelas.Siapa bilang menjadi penulis tidak bisa kaya? J.K Rowling sudah membuktikannya. Ia berangkat dari seorang melarat yang hanya mampu berangan-angan dalam bus menjadi kaya dalam sekejab menjelma menjadi selebritis dunia. Bermodalkan daya imajinasi kuat yang jarang dimiliki orang kebanyakan dan diimbangi motivasinya yang kuat untuk menulis, menyebabkan ia dapat mewujudkan semua impiannya untuk menjadi seorang milyarder. Saking dari suksesnya dia, namanya selalu masuk dalam daftar orang terkaya di Inggris sejak buku Harry Porter edisi pertamanya terbit.

Perlu dicatat itu hanya dari salah satu buku berjudul Harry Potter. Andaikata dia menulis lebih dari satu judul, bisa dibayangkan akan sekaya apa dia. Bisa jadi, dia akan menjadi salah satu orang terkaya di planet bumi.Jangan lupakan juga Bobbi De Porter. Tokoh ini juga menjadi terkenal di kalangan seluruh dunia, utamanya dunia pendidikan karena bukunya yang berjudul Quantum Learning dan Teaching meledak dipasaran. Padahal dulunya tokoh ini hanyalah seorang guru biasa. Berkat keuletan dan kekreatifan tokoh ini dalam mencari peluang untuk sukses, hasil penelitian tindakan kelasnya bersama mike hernacki di terbitkan. Dan takdir akhirnya menentukan. Dia sukses.Lantas bagaimana dengan penulis-penulis Indonesia? Tidak adakah diantara mereka yang memiliki nasib mujur seperti Rowling atau De Potter? Ternyata banyak juga diantara penulis- penulis Indonesia tersebut yang menjadi jutawan. Mereka menjelma menjadi selebritis, pembicara terkenal, bahkan menjadi bintang film atau pengusaha sukses.

Mereka buktikan bahwa dengan menulis mereka bisa mewujudkan mimpi kebanyakan manusia untuk menjadi kaya dan terkenal. Mereka juga membuktikan bahwa dengan menulis, mereka bisa menjadi sosok idealis nan suci yang mampu memberikan sumbangsih nyata memajukan bangsa Indonesia melalui buku-buku yang mereka karang dan tulis. Siapa-siapa sajakah mereka itu?Ada lebih dari 200an nama penulis yang telah merasakan buah manis dari hasil kerja keras mereka menulis buku. Beberapa dari mereka kita sebut saja AA Gym, Adi Soenarno, Anand Khrisna adalah seorang guru. Nama-nama seperti Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, Goenawan Mohamad, Hilman Lupus Hariwijaya, Mira W, NH. Dini, Pipit Senja, adalah nama-nama asing bagi telinga bangsa Indonesia sebelum mereka terkenal karena buku mereka. Mereka ini adalah penulis terkenal yang kerap muncul di media cetak-media cetak maupun elektronik yang ada di Indonesia.Lantas dimanakah sebenarnya kunci kesuksesan mereka sampai menjadi sukses seperti sekarang ini?

Sebenarnya ada tiga bahan bakar yang mampu menjadi penggerak tangan untuk dapat menari di atas berlembar kertas. Tiga bahan tersebut adalah motivasi, persepsi dan proses. Motivasi ini dijelaskan sebagai sebuah daya magnet terhadap hati untuk dapat tertarik pada kegiatan tulis menulis. Motivasi tidak perlu dicari jauh-jauh karena sebenarnya ia bisa didapat di sekitar kita, seperti dorongan semangat dari orang tua, komunitas pendidikan yang mendukung kegiatan tulis menulis dan media bacaan atau tontonan yang mensupport kegiatan baca tulis. Selain motivasi, persepsi juga memegang peranan penting. Calon penulis ketika hendak menulis buku harus mampu merubah mindset mereka yang telah lama dikotori oleh paradigma pesimisme bahwa penulis itu bakal miskin dan hidupnya acak-acakan.

Paradigma ini harus dirubah menjadi kebalikannya bahwa kapan sajapun asal mau menulis, seorang penulispun bisa menjadi kaya raya dan sukses. Bahan bakar terakhir adalah proses. Bahwa dalam menulis butuh proses yang kreatif adalah sebuah fakta yang tidak dapat diperdebatkan lagi.Artikel ini mencoba meyakinkan anda banyak bahwa profesi penulis bisa mendatangkan kekayaan. Kekayaan itu tidak mungkin datang dengan sendirinya. Lika-liku yang ditempuh penulis Indonesia yang telah disebutkan di atas dalam merentas jalan kesuksesan perlu dijadikan inspirasi dan motivasi dalam menulis. “Demam” obsesi penulis perlu disebarkan kepada khalayak ramai. Menjadi the agent of change dari mindset paradigma negatif yang menyatakan bahwa penulis itu miskin dan suram masa depannya, menjadi mindset positif tidak ada salahnya. Saya pun dengan suka rela merelakan diri saya menjadi the agent of positive mindset dengan menulis artikel ini, karena saya yakin menjadi penulis adalah cita-cita yang bisa dibanggakan, memiliki masa depan dan bisa terkenal Inti dari tulisan ini adalah: siapapun anda, apapun profesi anda, bagaimanapun status sosial dan ekonomi anda, anda berhak untuk menjadi seorang penulis yang hebat dan diperhitungkan.

Sumber pembantu / inspirasi :

 - Pusat Bahasa Al-Azhar - www.annida-online.com
@Riawani Elyta. "Menulis Bisa Menjadi Terapi Jiwa"
Ibu dari 3 anak. Lahir dan berdomisili di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Telah menghasilkan belasan novel, buku duet non fiksi dan antologi.
Penghargaan lomba menulis yang pernah ia raih antara lain : Pemenang 2 Sayembara Cerber Femina, Pemenang Hiburan Feature Ufuk Dalam Majalah Ummi,  Pemenang 2 Sayembara Novel Inspiratif Indiva, Pemenang I Lomba Novel Remaja Bentang Belia (duet bersama Shabrina WS), Pemenang Berbakat Lomba Novel Amore, dan lain-lain. Saat ini aktif di Komunitas Ummi Menulis.