Saturday, May 2, 2015

Upacara Peringatan Hardiknas 2015 Hadirkan Tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa Tahun 1950-an

Sat, 05/02/2015 - 11:09
Jakarta, Kemendikbud ---- Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini tidak sekadar seremonial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saja. Lebih dari itu, Kemendikbud menghadirkan dan mengapresiasi para tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang telah menjadi guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di luar pulau Jawa pada tahun 1951 sampai 1962.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menyampaikan, apresiasi kepada para tokoh PTM yang telah terlibat memajukan pendidikan Indonesia yang pada masa itu masih sedikit sekali jumlah guru yang berada di luar pulau Jawa tetapi mereka berkeinginan untuk mengajar di sana bahkan mampu mendirikan banyak SMA. “Pada masa itu, hal ini tidak disebut sebagai gerakan tetapi inilah contoh gerakan,” ujarnya saat memberikan apresiasi kepada tokoh Pengerahan Tenaga Mahasiswa dalam rangkaian acara Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2015, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).
 
Salah satu tokoh PTM, Wardiman mengatakan, saat menjadi mahasiswa dirinya merasa terpanggil untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menjadi guru di luar pulau Jawa pada masa itu. Dia mengatakan, sebanyak 1.361 mahasiswa bergerak melalui program PTM di 20 provinsi di Indonesia untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. “Inilah sumbangsih pada bangsa dan negara kami,” katanya.
 
Dalam upacara peringatan Hardiknas 2015 juga hadir mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 1999-2004, Bambang Sudibyo, dan mantan Menteri Pendidikan Nasional periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro. Sebagai peserta upacara tersebut, hadir para pejabat dan karyawan di lingkungan Kemendikbud dan hadir juga siswa-siswi, guru, dan kepala sekolah SD, SMP, dan SMA di Jakarta, serta beberapa mahasiswa, Pramuka, Palang Merah Remaja, dan Patroli Keamanan Sekolah yang ada di Jakarta.
 
Di peringatan Hardiknas 2015, atas nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Mendikbud memberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 56 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kemendikbud. Penghargaan tersebut diberikan kepada PNS yang telah mengabdi dan berbakti kepada bangsa dan negara minimal selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun serta memiliki kinerja bekerja dengan predikat baik dalam hal kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan, dan pengabdian. (Agi Bahari)