Friday, June 5, 2015

APAKAH JAM SEKOLAH MELANGGAR HAK-HAK ANAK BERMAIN ?


Oleh : @kalim nuryati

Di rumahpun terkendala kurang mutunya tayangan acara televisi yang seolah mengajarkan krimalitas dan hedonisme yang mengejar kesenangan sebagai tujuan hidup semata ini serius harus dibenahi.Perbanyak ruang -ruang publik terpadu ramah anak yang bisa merata tersebar menyeluruh kota.Jam masuk dan jam keluar sesuai amanah Jadwal kurikulum tiap tingkatan sekolah yang berjalan sekarang ini sepertinya bukan jaminan seorang siswa berprestasi karena terfokus pada pembelajaran model kelas saja.

Sehubungan dengan pemberitaan aktual Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise menilai jam sekolah di Indonesia sudah melanggar hak anak-anak. Jam sekolah saat ini, membuat anak-anak tidak bisa menikmati waktu bermain dan berkumpul bersama keluarga."Kalau saya lihat, jam sekolah anak-anak saat ini tidak perhatikan hak anak, karena mereka masuk pukul 07.00 WIB pulang pukul 15.00 WIB. Kapan lagi mereka bermain?" kata Menteri Yohana di peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak ( RPTRA ) Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (5/6/2015).

Menteri Yohana menambahkan, durasi di sekolah yang terlalu lama membuat anak kehilangan waktu untuk mengembangkan diri di lingkungan lainnya. Kalau terlalu padat, mereka tidak bisa datang ke sarana dan prasarana di luar sekolah untuk mengembangkan diri.Saat ini, jumlah anak di Indonesia sebanyak 84 juta jiwa atau 34 persen dari 255 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi Pemerintah provinsi Jakarta atas peresmian RPTRA untuk lahan anak-anak berkembang.Saya siap sebagai menteri bekerjasama dengan PKK. Mari kita bersama mengangkat hak-hak anak kita.

Dari pemberitaan diatas saya sebagai seorang pengajar lokal di desa merasa terpanggil memberi pendapat bahwasanya ibu menteri hanya melihat dari skala perkotaan saja.Masyarakat kota telah lupa dengan kesibukannya masing-masing dalam melayani warganya.Akibat pesatnya pembangunan,macet,keterbatasan ruang dan semua hal-hal yang menjauhkan dari hal yang menyamankan dunia pendidikan.Tidak bisa ditolak bahwa kota menjanjikan pilihan-pilihan baru yang berkembang untuk tinggal belajar di sekolah cukup lama yang diyakini warganya membentuk kepandaian seolah bisa tercipta hanya di sekolah saja.Perjalanan dari rumah ke sekolah telah menjadikan urusan klasik tersendiri yang sulit diurai.Ada yang senang di sekolah berlama-lama karena di rumah fasilitas dan guru tidak dijumpai seperti di sekolah.Kurikulum hendaknya memuat pembelajaran kreatif bukan sekedar hafalan, sekaligus di sekolah adalah tempat bermain yang menyenangkan tidak perlu ada pekerjaan rumah lagi sebagai  tugas tambahan dari guru.

Pemberlakuan jam masuk sekolah di Jakarta menurut informasi ternyata terpagi seluruh dunia.Bahkan keadaan ini berimbas dengan pola sarapan dan persiapan khusus berangkat ke sekolah untuk disiplin tidak dikenai sanksi terlambat sebagai beban tersendiri pada anak.Sepertinya ketentuan masuk sekolah jam 06.30 hanya berlaku di jakarta.Peraturan menteri tidak menyebutkan satupun pasal yang mengharuskan masuk jam tersebut.

Secara umum jam sekolah dasar tiap satu jam pelajaran 35 menit istirahat 2 kali lima belas menit.Untuk tingkatan Sekolah menengah atau lanjutan tiap satu jam pelajaran adalah 40 menit istirahat 2 kali tigapuluh menit.Untuk SD standar pelayanan minimal pulang kurang lebih jam 12 bagi pengembangan diri sekolah sesuai kesepakatan komite dan otonomi sekolah bisa pulang selebihnya.Untuk sekolah menengah lanjutan pulang jam 01.00 serta pengembangan diri sekolah disesuaikan dengan kesepakatan komite dan otonomi sekolah bisa pulang selebuhnya.Menurutku kalau benar-benar jam sekolah efektif sudah cukuplah anak-anak  menerima teori pembelajaran.Untuk sekolah kejuruan sudah langkah yang tepat dari pemerintah untuk menjawab keluhan praktek lapangan yang kurang sekarang ini dikembangkan format life skill sebagai bekal menghadapi pasar kerja arus globalisasi sekarang.

Sebagai simpulan tanggapan saya sebagai pendidik pelanggaran hak-hak anak bisa terjadi di sekolah dan di luar sekolah.Selama guru dan anak didik bisa memanfaatkan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta dapat membetengi diri dari pengaruh merusak baik fikiran lebih-lebih akhlaqnya,semua bisa sinergi harmoni dalam mencerdaskan anak negeri menuju bangsa yang bermartabat.Jadi bukan masalah waktu yang kurang dipermasalahkan tetapi bagaimana mengisi waktu yang tepat untuk bermain sesuai perkembangan jiwa anak ini terpenuhi dengan baik dan benar.Tidak tawuran,minum minuman keras,merokok, narkoba ,tidak selektif dalam mengisi waktu luang dan sebagainya. Salah satu solusinya adalah pengadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak ( RPTRA ).

Mestinya ini masukkan yang baik untuk Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.Saya atau mungkin seluruh warga negara Indonesia menunggu janji program ibu menteri untuk mewujudkan kerjasamanya antara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Kemdikbud menuju pemenuhan hak-hak anak yang ideal dalam bermain atau kegiatan di luar sekolah yang menarik dan menyehatkan !