Saturday, June 13, 2015

Bercita-cita Jadi Seniman, Siswa Kini Bisa Langsung Belajar dari Maestro

Sat, 06/13/2015 - 21:32
Jakarta, Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meluncurkan program Belajar Bersama Maestro (BBM) di Jakarta, Jumat (12/06/2015). BBM adalah program yang ditujukan bagi para siswa berprestasi dari seluruh Indonesia untuk mengisi liburan sekolah dengan belajar seni budaya langsung dengan maestro terpilih.
 
BBM 2015 ini merupakan proyek rintisan pertama sinergi pendidikan dan kebudayaan. Sebanyak sepuluh maestro dari berbagai bidang keahlian diajak bekerja sama untuk mencantrik siswa-siswi SMA yang telah melalui proses seleksi. Satu maestro menampung hingga sepuluh siswa. Adapun kesepuluh maestro tersebut adalah I Nyoman Nuarta (Patung), Nasirun (Lukis), Mang Udjo (Musik), Tan De Seng (Musik), Supadminingtyas (Sinden), Didik Ninik Thowok (Tari), Irawati Durban (Tari), Aditya Gumay (Teater), Purwacaraka (Musik), Gilang Ramadhan (Musik).
 
Mendikbud mengatakan, dengan program rintisan ini diharapkan dapat mewabah ke para maestro lainnya. BBM, kata dia, bisa menjadi contoh bagi para maestro di seluruh negeri dalam mengkader kreativitas mereka kepada para generasi muda. Tidak hanya itu, pemerintah daerah pun diajak untuk menjadikan BBM sebagai program yang bisa mengembangkan kreativitas di kalangan siswa. "Saya membayangkan (BBM) ini dilakukan secara gerakan, bukan sekadar program. Supaya para maestro di daerah juga bisa melakukan, harus ada model, contoh, dan polanya," kata Mendikbud.
 
Mendikbud mengatakan, begitu banyak catatan sejarah di mana anak-anak yang berinteraksi dengan seseorang yang mana orang tersebut terakumulasi pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa, juga menjadi luar biasa. Karena dalam interaksi yang hanya sebentar tersebut terjadi sengatan yang penuh makna. Dan pengalaman tersebut, kata dia, tidak bisa dilakukan di ruang kelas. Harus ada interaksi dengan manusia yang di dalam dirinya terakumulasi pengalaman yang luar biasa banyak, maestro misalnya.
 
Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan dalam kesempatan yang sama menyebutkan, hingga program BBM diluncurkan sebanyak 127 siswa telah mendaftar untuk ikut program ini. Kacung optimis, hingga batas pendaftaran nanti akan semakin banyak peminat yang mendaftarkan diri. "Kemarin masih dalam suasana ujian akhir sekolah, jadi konsentrasi mereka masih ke sana. Setelah ujian ini, saya yakin pendaftarnya akan lebih banyak," katanya. (Aline Rogeleonick)