Sunday, June 7, 2015

GERAKAN MEMASYARAKATKAN MAKAN IKAN ( GEMARIKAN )




1.GERAKAN MEMASYARAKATKAN MAKAN IKAN ( GEMARIKAN )

Gemarikan diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 April 2014 oleh Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarno Putri. Peluncuran Gemarikan dilakukan bersamaan dengan peresmian Pasar Ikan Higienis (PIH) Pejompongan Jakarta Pusat. Pencanangan Gemarikan merupakan momentum yang sangat penting dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang kuat, sehat, cerdas dan berpenampilan prima sekaligus membangun karakter bangsa, yakni mencerdaskan masyarakat secara fisik dan mental dengan mengkonsumsi ikan.
Gemarikan sebagai gerakan nasional dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh komponen bangsa (seperti instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, swasta, LSM, asosiasi, lembaga profesional, lembaga/organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan dan pelaku usaha)
Ruang lingkup Gemarikan adalah penyebarluasan informasi dan penguatan edukasi kepada masyarakat luas tentang ikan dan manfaatnya bagi kesehatan, kekuatan, dan kecerdasan melalui berbagai kegiatan promosi, safari Gemarikan, pemberian makanan tambahan berbahan baku ikan (PMTAS), ceramah/seminar/simposium manfaat makan ikan, penyebarluasan materi promosi, keikutsertaan pada pameran, iklan layanan masyarakat, talkshow serta lomba masak serba ikan
Gemarikan dilaksanakan di provinsi, kabupaten/kota diseluruh Indonesia, terutama pada daerah pedesaan dan perkotaan dengan tingkat konsumsi ikan rendah dan daerah dengan kasus gizi buruk atau rawan pangan serta daerah khusus sesuai kepentingan dengan target massa seluruh unsur masyarakat seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak sekolah, LSM, DPR dan lembaga/organisasi kemasyarakatan lainnya
Dengan adanya program Gemarikan diharapkan masyarakat Indonesia akan memperoleh asupan nutrisi dari sumber pangan ikan yang kaya gizi, menguatkan, menyehatkan dan mencerdaskan. Disamping itu, diharapkan pula dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasaran hasil perikanan melalui peningkatan rata-rata konsumsi ikan.

2.FORUM PENINGKATAN KONSUMSI IKAN (FORIKAN)

DIRJEN P2HP ( PENGOLAHAN PEMASARAN HASIL IKAN - Upaya meningkatkan gizi masyarakat Indonesia serta minat untuk mengkonsumsi ikan perlu terus ditingkatkan, karena ikan diharapkan menjadi salah satu sumber protein utama dalam pola konsumsi dan budaya masyarakat Indonesia. Menilik hal tersebut, pelaksanaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) tidak hanya merupakan tugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan namun juga tugas bersama antar instansi terkait karena dengan meningkatnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia akan turut mendukung pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas. Dalam upaya mendukung pelaksanaan gerakan nasional GEMARIKAN diperlukan suatu koordinasi lintas lembaga, lintas sektoral, lintas profesi dan lintas budaya. Langkah tersebut membutuhkan strategi baru yang melibatkan seluruh komponen bangsa, agar mampu membangunkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk memilih ikan sebagai sumber protein utama dalam menu makanan keluarga.Oleh sebab itu dibentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN INDONESIA) sehingga mampu berperan dalam menggerakan unsur terkait untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional sehingga tercipta generasi yang sehat, kuat dan cerdas. Berbagai terobosan dan strategi terus dilakukan untuk membangkitkan masyarakat gemar makan ikan.

Sebagai agenda tahunan, tanggal 27 Maret 2013 dilaksanakan Rakor FORIKAN Indonesia yang dihadiri oleh seluruh anggota (stake holders) dan para wakil FORIKAN Provinsi dalam rangka merencanakan kegiatan 2013 sekaligus evaluasi kegiatan tahun 2012. Acara Rakor ini dibuka secara langsung oleh Dirjen P2HP, Saut P. Hutagalung. Dalam sambutannya, Dia menyampaikan bahwa pelaksanaan gerakan nasional GEMARIKAN, perlu didukung dengan berbagai program, seperti program sistem rantai dingin, pembinaan mutu, rehabilitasi pasar ikan tradisional, kampanye larangan penggunaan bahan-bahan berbahaya, kampanye yang lebih intensif melalui media massa dan penguatan kemitraan dengan berbagai pihak, seperti dengan PKK, BKKBN serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Dengan hadirnya pengurus FORIKAN daerah, beliau berharap agar pasca rakor ini jejaring kerja dan koordinasi antara FORIKAN Pusat dan Daerah menjadi lebih baik lagi.

Langkah besar yang telah dilakukan FORIKAN adalah menginisiasi dan menginspirasi pencanangan Hari Ikan Nasional, yang bertujuan menggugah kesadaran masyarakat untuk memahami peran strategis ikan sekaligus mensyukuri potensi perikanan yang ada, memanfaatkan secara lestari. Dengan pencanangan tersebut diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan konsumsi ikan sebagai bahan makanan yang bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga meningkatkan industri perikanan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan nelayan, meningkatkan persatuan nelayan dalam keamanan dan pertahanan Negara.

Usulan peringatan Hari Ikan Nasional adalah tanggal 21 November, bertepatan dengan Hari Perikanan Dunia (World Fisheries Day) dari FAO. Hari Ikan Nasional tersebut diasumsikan sebagai bagian dari Hari Perikanan Dunia yang dilaksanakan di Indonesia, dengan program-program kegiatan yang disesuaikan. Gagasan munculnya kesepakatan Hari Perikanan Dunia (World Fisheries Day) sebagai ungkapan rasa keprihatinan dan kekhawatiran terhadap fakta semakin menurunnya produksi perikanan. Padahal sisi lain dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia akan diikuti meningkatnya kebutuhan pangan termasuk protein hewan ikani. Gagasan tersebut muncul pada saat para pelaku perikanan dunia berkumpul di New Delhi India pada 21 November 1997. Dalam forum telah dideklarasikan bahwa tanggal tersebut disepakati sebagai World Fisheries Day (WFD) atau Hari Perikanan Sedunia.

Peringatan Hari Ikan Nasional direncanakan dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden. Penyelenggara utama Gerakan ini adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, kementerian terkait lainnya serta didukung pihak swasta. Gerakan di daerah dipimpin oleh Gubernur, Bupati, dan Walikota beserta jajaran dibawahnya, dan didukung oleh institusi pemerintah, swasta serta segenap unsur pemangku kepentingan terkait lainnya.

Selain pencanangan Hari Ikan Nasional, Program Gemarikan diselaraskan dengan program/gerakan 1000 Hari Kehidupan (HPK) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan didukung oleh BAPPENAS. Gerakan ini menjadi fokus perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan asupan nutrisi pada periode 3 bulan pertama usia kehamilan hingga anak usia 2 tahun. Pada 1000 HPK, pertumbuhan dan dasar perkembangan anak sangat cepat, bahkan cetak biru otak anak akan terbentuk pada periode 3 bulan kehamilan. Karenanya dengan asupan gizi optimal akan mampu memberikan anak kehidupan yang lebih lama, lebih sehat, produktif dan berisiko rendah terhadap penyakit degeneratif pada usia dewasa seperti diabetes melitus, stroke, jantung koroner, obesitas dan lainnya. Ikan juga dikenal sebagai sumber pangan yang memiliki keunggulan dalam mengisi kebutuhan gizi anak selama periode 1000 HPK. Kandungan omega 3 pada ikan sangat baik untuk ibu selama hamil hingga masa menyusui. Saat anak mulai mendapat makanan tambahan, ikan juga menjadi makanan sehat bagi bayi yang usianya telah lebih 12 bulan. Sebab, sifat dagingnya yang berserat tipis dan lunak, mudah dicerna. Selain itu, proteinnya juga mudah diserap tubuh anak sehingga efektif menunjang pertumbuhan. 

Dalam upaya mendukung akselerasi dan mensukseskan Gemarikan, maka pada tahun 2006 Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN) Indonesia. Pembentukan FORIKAN Indonesia berdasarkan Kepmen Nomor: 29/MEN/2006 Tanggal 9 September 2006 dan dikukuhkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada tanggal 20 September 2006. FORIKAN Indonesia merupakan forum kerjasama yang beranggotakan unsur lintas lembaga, lintas sektoral, lintas profesi dan lintas budaya baik dari kalangan pemerintah, swasta maupun masyarakat.
FORIKAN dibentuk dalam rangka menjalin koordinasi, keterpaduan langkah dan tindakan dari seluruh instansi terkait baik tingkat pusat maupun daerah sekaligus berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator Gemarikan.

FORIKAN Indonesia terdiri dari FORIKAN Pusat yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan FORIKAN tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota). Periode 2006-2014 telah terbentuk kepengurusan FORIKAN di 25 provinsi, 171 Kabupaten dan 153 Kecamatan.
Ikan merupakan salah satu sumber gizi hewani bagi masyarakat Indonesia selain daging, telur dan ayam. Manfaat ikan bagi kesehatan telah banyak dibuktikan oleh ilmu-ilmu kedokteran bahwa dalam ikan banyak mengandung zat-zat yang bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan, mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan stamina. Selain itu dalam ikan juga sedikit kandungan kolesterol sehingga mengkonsumsi ikan akan mengurangi resiko penyakit terutama jantung. Selain dari sisi kesehatan, ikan juga memiliki keunggulan lain yaitu harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Ikan memiliki keunggulan dibandingkan dengan komoditi yang lain diantaranya keunggulan gizi dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya; dapat diterima semua agama; potensi produksi sangat besar; keragaman jenis sangat tinggi dan tersedia sepanjang tahun; harganya sebagian lebih murah daripada harga protein hewani lainnya. Sementara itu, fakta pada ikan meliputi :

- KEPALA IKAN à mengandung CONDROITIN dapat mencegah osteoporosis
- TULANG IKAN à mengandung Calsium,Phospor,vit D dapat menguatkan tulang
- KULIT IKAN à mengandung CILOSTASOL sebagai pengencer darah,anti kanker
- DAGING IKAN à protein tinggi(12 as amino essential),omega 3,6,9 sebagai sumber acetylcholin otak
- JEROHAN IKAN à misal Tinta Cumi à antibiotika alami

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki potensi produksi perikanan cukup besar yang berasal dari hasil tangkapan di laut, hasil tangkapan di perairan umum (danau, sungai dan waduk) serta hasil budidaya. Sebagai negara yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar, pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perikanan harus dilaksanakan dengan sistem bisnis perikanan yang terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan sampai pemasaran. Produksi perikanan Indonesia pada tahun 2011 sekitar 13.643.234 ton, sementara pada tahun 2012 sekitar 15.263.210 ton.
Tingginya potensi perikanan Indonesia tidak sebanding dengan konsumsi ikannya. Tingkat konsumsi ikan masyarakat indonesia relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jepang yang mencapai 65 kg, Singapura 56 kg maupun Korea 35 kg. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2011 bahwa angka konsumsi ikan indonesia sekitar 32,25 kg /kapita /tahun, sementara pada tahun 2012 sekitar 34,76 kg/kapit per tahun.
.
Peningkatan konsumsi ikan ini disamping memiliki kontribusi terhadap kemajuan ekonomi, juga memberikan manfaat dalam pengembangan sumberdaya manusia yang cerdas dan sehat, melalui konsumsi protein dan unsur gizi lainnya yang dimiliki. Mengingat masih rendahnya tingkat konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia saat ini, maka diperlukan langkah – langkah kongkrit untuk memotivasi masyarakat agar lebih banyak makan ikan.

Dengan meningkatnya konsumsi ikan akan meningkatkan gizi masyarakat, pemasaran hasil perikanan sehingga meningkat pula kesejahteraan masyarakat terutama pelaku usaha perikanan yang terdiri dari pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan dan pedagang ikan. Dalam rangka mencapai peningkatan konsumsi ikan secara nasional, upaya telah dilakukan melalui berbagai macam program mulai dari pusat sampai dengan pemerintah daerah melalui GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).
Tidak hanya mendongkrak konsumsi ikan, tetapi juga cinta produk dalam negeri. Bukan saja potensi Ikan nasional yang melimpah, ke depan seharusnya konsumsi ikan juga harus tinggi. Sumber daya kelautan dan perikanan yang besar itu diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai sumber pemenuhan protein hewani yang sangat dibutuhkan masyarakat