Wednesday, June 3, 2015

JARAK ANTARA PERAGU DAN PEMBOHONG KEDUANYA DEKAT

owner http://dinamikagurusd.co.id di SMA 3 Pati

http://dinamikagurusd.co.id
Menakar sementara kejiwaan seorang peragu itu bagaimana?

Saya sampai hari ini bingung karena saya sebagai guru biasa mengakui sendiri kadang itu saya lakukan.Refleksi dari keadaan itu mengisyaratkan bahwa keputusan menjadi terlambat.Pertimbangan dari keadaan keraguan kurasakan betul menghambat dalam implementasinya.Dalam keseharian tertentu sesama teman kerja utamanya lingkup guru pun aku dinasehati sehingga tugasku seolah santai seakan malas kurang rajin sedang-sedang saja karena menutupi sikap ragu  tersebut.

Kontek keraguan memang tidak memandang seseorang itu cerdas.Dalam situasi tertentu kecerdasan belum cukup menjadikan seseorang bijaksana dalam mengambil keputusan.Mungkin saya sendiri bingung banyak yang memandangku aku ini pintar,cerdas,berakademik tinggi namun dalam hati kecilku bicara masih banyak terselubung kekurangan yang harus kubenahi tidak cukup dengan kejujuran saja.Untuk urusan mengajak mendorong sebuah visi,misi,tujuan lembaga pun aku lemah padahal faktor dari luar seakan orang menganggapku bisa !

Hal yang saya takutkan dari efek domino saya sebagai guru pemimpin dalam kelas dan sekolah.
Apakah logika dalam kenyataan binaan anak-anak saya yang pernah saya ajar berujar 'Saya Bisa !' seperti yang sudah dilakukan para pemimpin kita sebelumnya ?

Menakar sementara kejiwaan seorang pembohong itu bagaimana ?

Hal ini sudah menjadi reaksi alamiah manusia, di mana mereka tidak bisa menatap mata lawan bicara ketika sedang berbohong.  Oleh karen itu, cobalah untuk menatap mata lawan bicara mereka dalam-dalam ketika ia sedang mengungkapkan sesuatu.  Jika ia mengalihkan pandangan darimu, kemungkinan besar hal yang ia katakan adalah sebuah kebohongan.

Melakukan kebohongan bisa menimbulkan suatu perasaan tidak nyaman.  Hal ini berakibat sang pembohong menjadi salah tingkah, dan terlalu banyak menyentuh dirinya, seperti wajah, bibir, dan leher.  Kenali tanda-tanda ini sebagai salah satu ciri orang berbohong, terutama ketika kamu terus mengejar dia dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang potensial untuk membongkar kebohongannya.

Kebohongan bisa membuat orang yang mengatakannya menjadi tidak natural dalam berbicara.  Ia cenderung menambahkan terlalu banyak detail pada topik pembicaraan, menyisipkan humor-humor yang terkesan dipaksakan, atau bahkan menjadi diam dalam durasi waktu yang cukup lama.  Pastikan pula anda menangkap tanda-tanda ketidak laziman ini jika ingin mendeteksi kejujuran seseorang.
Rasa tidak nyaman ketika sedang berbohong cenderung membuat si pembohong tak ingin terus menerus membicarakan topik tersebut.  Ia akan mencoba mengganti bahan pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, melakukan aktivitas lain, atau menggunakan berbagai sindiran dan sarkasme untuk meninggalkan topik tersebut.
Orang yang tidak jujur cenderung meninggalkan jeda yang sangat nampak antara ekspresi fisik dan emosi yang ia tunjukkan.  Contohnya, misalkan kamu memberi sebuah hadiah yang tidak disukai oleh orang tersebut, dan orang tersebut berpura-pura menyukai hadiah dari anda.  Pertama, ia akan berkata "Oh, saya menyukai hadiah ini!", dan beberapa saat kemudian baru tersenyum.  Jika ia benar-benar menyukai hadiah tersebut, dia akan tersenyum dan mengatakan perkataan tersebut dalam waktu yang bersamaan.
Jika kamu mencurigai seseorang sedang berbohong, cobalah dengan sengaja untuk mengalihkan pembicaraan dari topik tersebut.  Jika orang tersebut dengan sukarela mengikuti pergantian topik dan terlihat jauh lebih rileks dalam berbicara, ada kemungkinan ia sedang berbohong dan memang ingin menghindari pembicaraan seputar topik tersebut.
Kamu bisa mengamati hal ini ketika sedang melakukan percakapan sambil berdiri.  Seorang pembohong biasanya tidak akan pernah merasa nyaman, sehingga ia akan berganti-ganti memindahkan tumpuan titik berat tubuhnya dari satu kaki ke kaki yang lain, terus menerus selama pembicaraan.Ketika sedang berbohong, orang cenderung untuk bernapas dengan cepat, bahkan hampir terengah-engah. 
Namun ada pula saat-saat di mana ia berhenti bernapas sama sekali atau mengambil napas panjang, sebagai usaha si pembohong untuk menenangkan dan mengontrol dirinya.  Nah, perubahan dalam bernapas ini bisa menjadi salah satu ciri orang berbohong.
Seorang pembohong selalu dihantui rasa takut jika kebohongannya terbongkar.  Oleh karena itu, secara tidak sadar mereka berusaha meyakinkan kamu secara berlebihan, dengan menggunakan kata-kata : "Percayalah", "Saya mengatakan hal ini sejujurnya", "Sebenarnya...", atau bahkan "Demi Tuhan...".  Jika kamu melihat tanda-tanda tidak natural ini, bersiap-siaplah untuk mengantisipasi kebohongannya.
Bagaimana menjawab pertanggung jawaban yang saya takutkan dari efek domino saya sebagai guru pemimpin dalam kelas dan sekolah.Apakah logika dalam kenyataan binaan anak-anak saya yang pernah saya ajar berujar : 'Saya Hebat !'
Bagaimana kamu mengukur jarak antara peragu dan pembohong ? Antara bisa dengan hebat ? Kamu  sendirilah yang tahu !