Thursday, June 11, 2015

MANFAAT KUNJUNGAN RUMAH ( HOME VISIT ) BAGI GURU

Owner http://dinamikagurusd.co.id
Oleh : @kalim nuryati


Sebagai guru sekolah dasar muda yang ditugaskan pemerintah pada waktu itu tahun 1984 saya belajar banyak serba-serbi tentang kemasyarakatan hubungan sosial pedesaan.Hingga sampai kini terasa betul hubungan erat terjalin yang bisa memperbesar pengalaman saya sebagai seolah-olah warga besar di desanya.Seringnya keluar masuk mengunjungi dari pintu ke pintu orang tua wali murid memudahkan temuan -temuan permasalahan tentang perkembangan belajar anak didik.Semuanya terasa bermanfaat sekali dalam fungsi tugas saya sebagai pelayan masyarakat hingga saya menjadi Kepala sekolah sekarang.Desa tempat saya mengajar ibarat desa kedua bagi saya yang merindukan.

Pendidikan adalah salah satu bidang yang mendapat perhatian utama dinegeri ini.  Karena dengan pendidikan yang memadai maka Indonesia akan mampu terus eksis di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa depan yang penuh tantangan global.Sekolah Dasar adalah sebagai bagian dari lembaga formal yang berperan aktif dalam mencerdaskan bangsa. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah   tentu keberhasilan sekolah  tidak bisa terlepas dari peran seluruh warga sekolah, masyarakat, sosial dan pengembangannya.  Warga sekolah meliputi seluruh individu yang terlibat di sekolah tersebut, antara lain  kepala sekolah, guru, siswa dan pegawai.  Masyarakat dalam arti masyarakat di lingkungan sekolah , warga yang menyekolahkan putra – putrinya di sekolah tersebut serta  masyarakat yang menaruh perhatian pada sekolah.

Berbagai permasalahan perkembangan siswa tidak hanya terhenti sampai anak lulus SD saja.Sudah banyak orang tua wali meminta bimbingan arahan hingga sampai lulus perguruan tinggi hingga ada yang sampai mendapatkan pekerjaan.Rasanya sangat puas bagai kebanggaan tersendiri dipercaya oleh orang lain meski sebatas informasi dan berbagi pengalaman akademik dan kedinasan.Saya dianggap anak kota yang tahu segala urusan birokrasi hal-hal yang menyangkut pelayanan publik tata kelola pemerintahan.Peran ganda itu melekat hingga kini sungguh sesuatu yang di luar dugaan dibalik kehadiranku sebagai guru biasa yang menurutku sendiri saya tidak tahu apa-apa dan tidak istimewa.Yang jelas saya berprinsip sederhana selama saya tidak menyakiti orang lain saya percaya Tuhan akan melihat saya mudah -mudahan tidak dibalas dengan ketidakbaikan.
Permasalahan yang dihadapi sekolah dasar berbeda beda, apalagi tuntutan masyarakat yang makin lama makin  berkembang sejalan dengan tuntutan jaman.  Sehingga mau tidak mau dan menjadi keniscayaan, guru sebagai sosok yang langsung berinteraksi dengan siswa, juga dituntut profesional dibidangnya dan harus mengetahui betul apa kebutuhan anak didiknya. Untuk dapat mengatasi setiap permasalahan diperlukan kompetensi guru  dalam melaksanakan tugasnya, khusunya kompetensi profesional dan kompetensi sosial . Yang lebih penting dari itu semua adalah kemauan guru untuk peduli terhadap setiap permasalahan anak didiknya.Ketika terjadi kebuntuan komunikasi antara sesama warga sekolah yang disebabkan oleh pengaruh politik praktis yang ada di desa, guru dan kepala sekolah dengan kompetensi sosialnya harus mampu berkomunikasi dan memediasi agar kepentingan anak didik dan sekolah pada umumnya tidak terganggu.

Tidak terasa sebagai ganti tugas kunjungan rumah (home visit) saya merasa butuh masukan semua tokoh dan orang tua karena menggantungkan komite saya rasa kurang cukup.Menurutku bentuk silahturahmi ke warga lebih luwes lebih bisa diterima dalam memecahkan permasalahan bersama dunia pendidikan di pedesaan.Menghadiri undangan hajatan khitan,nikah,kematian dan pertemuan tingkat lingkungan sekolah itu saling mengakrabkan untuk saling mengingatkan bahwa sekolah tidak terlepas dari keadaan masyarakatnya.

Bahwa silaturahmi yang dikemas dalam  kunjungan rumah adalah  sangat dianjurkan di ajaran agama dan  bukan hal yang mewah namun  sederhana. Sederhana apabila kunjungan rumah tersebut dimaknai sebagai hal yang biasa dalam menunjang proses belajar mengajar. 
  
Kunjungan rumah bertujuan : 
1. Berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk menangani  siswa yang sering membolos, nakal,tidak patuh tugas guru,mengerjakan PR
2.  Menjenguk siswa yang sakit  
3. Silaturahmi keluarga siswa apabila terkena musibah/ berduka 
4.  Mengkomunikasikan apabila terjadi kesalahfahaman 
5.  Promosi sekolah 
6. Membangun kepercayaan masyarakat akan pelayanan yang diberikan sekolah sehingga sekolah tidak kekurangan murid

Hal-hal yang bisa menghalangi terwujudnya Kunjungan Rumah adalah :  
1.  Bagi guru yang tidak mempunyai alat transportasi jelas merupakan suatu hambatan  
2.  Guru kurang mempunyai waktu karena banyaknya pekerjaan guru  
3. Tempat tinggal siswa jauh dari sekolah  
4.  Guru tidak mempunyai dana pribadi  
5.  Rekan sejawat tidak memberi dukungan  
6.  Guru tidak berkemauan keras melaksanakan Program Kunjungan Rumah  
7.  Adanya anggapan guru bahwa seluruh siswanya dalam keadaan baik – baik  saja  
8.  Kerikuhan guru yang kompetensi sosialnya kurang  
9.  Masuknya guru dan warga sekolah di ranah politik praktis desa yang mengakibatkan kebuntuan 
komunikasi antar sesama warga sekolah 
10.Kurangnya kedewasaan berpolitik sehingga setiap adanya kegiatan pemilu khususnya Pemilihan Kepala Desa ,Pilkada dan Pilpres sangat mempengarui terhadap pandangan masyarakat terhadap pengelola sekolah dan semua pihak yang bersimpati terhadap sekolah.
11. Adanya pengaruh luar untuk tidak menyekolahkan putra-putrinya ke SD

Manfaat Kunjungan Rumah ke orang tua wali murid antara lain :  
1. Guru dapat menjalin koordinasi dengan orangtua siswa mengenai masalah yang dihadapi siswa  
2. Guru dapat mencari jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi siswa  
3. Orang tua siswa pada umumnya lebih memberi perhatian kepada siswa dari pada sebelum ada Kunjungan Rumah  
4. Apabila Kunjungan Rumah dilakukan guru dengan  siswa lain maka terjadi proses penanaman jiwa sosial bagi teman yang melakukan kunjungan rumah itu   
5. Guru mendapat masukan dari orangtua siswa tentang kegiatan belajar mengajar  
6. Siswa lebih termotivasi untuk kegiatan belajar dan mengajar  
7.  Sekolah akan mendapat penilaian yang bagus dari masyarakat  karena guru-gurunya sangat peduli pada siswa.  
8. Siswa lebih aktif sekolah  
9.  Hubungan baik antara guru  dengan keluarga siswa akan terjalin bahkan kelak sampai siswa telah lulusdari sekolah  
10.  Bangkitnya kepercayaan masyarakat akan pelayanan yang diberikan sekolah terhadap anak didiknya. 
Bisa ditambahkan menurut situasi kondisi pengamatan dan catatan lapangan masing-masing