Tuesday, June 2, 2015

Mendikbud Canangkan Gerakan 10 Menit Membaca Cerita untuk Anak

Fri, 05/29/2015 - 13:25
Jakarta, Kemendikbud 
Peringatan Hari Buku Nasional tahun 2015 yang jatuh setiap 17 Mei diwarnai pencanangan gerakan 10 menit membaca cerita untuk anak. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Jumat (29/05/2015) di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta secara langsung mencanangkan gerakan tersebut. 120 anak dari PAUD Mekar Asih Kemendikbud, PAUD Little Shine dan anak-anak sekolah dasar dari sekitar Jakarta hadir memeriahkan acara tersebut.

Pencanangan gerakan ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda. Meskipun hanya sepuluh menit setiap hari, kata Mendikbud, kebiasaan membaca cerita untuk anak dapat meningkatkan budaya literasi di Indonesia. “Lebih baik sebentar hanya sepuluh menit sehari tapi terus dilakukan, daripada membaca lama-lama tapi jarang,” katanya di hadapan anak-anak dan guru dalam acara pencanangan tersebut.

Dalam kesempatan ini Menteri Anies menyampaikan keprihatinannya terhadap kurang berminatnya anak-anak untuk membaca buku. Padahal, kebiasaan membaca buku merupakan modal untuk mengembangkan kebiasaan dan budaya menulis.

Bahkan, sebagai permulaan, setelah mencanangkan gerakan 10 menit membaca cerita untuk anak, Menteri Anies langsung membacakan sebuah dongeng berjudul “1.000 Sahabat Selamanya” karya Clara Ng untuk anak-anak yang hadir

Disampaikan Plt. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Hamid Muhammad, dari penelitian yang dilakukan UNESCO di tahun 2012, perbandingan orang yang membaca dan yang tidak di Indonesia sangat jauh, satu banding seribu. Angka tersebut didukung pula dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan orang Indonesia lebih gemar menonton televisi daripada membaca. “91,68 persen penduduk gemar menonton televisi dan hanya 17,6 persen yang membaca surat kabar atau majalah,” tuturnya.
Dengan dicanangkannya gerakan 10 menit membaca cerita untuk anak ini, Mendikbud berharap beberapa tahun ke depan Indonesia bisa memimpin dalam hal literasi di kawasan Asia. "Kita berdoa nanti 2030 literasi Indonesia berada di puncak untuk kawasan Asia," katanya. (Aline Rogeleonick)