Thursday, June 18, 2015

MENILAI GURU BUKAN SEKEDAR MELIHAT GAJI MEREKA



Jika kita ingin generasi mendatang memiliki nilai-nilai karakter yang mulia, maka bagian dari jawabannya adalah sederhana: kita harus merekrut calon guru terbaik dan tercerdas ke dalam profesi, yang dilindungi kuat oleh negara.Finlandia adalah peringkat teratas OECD Program Penilaian Mahasiswa Internasional (PISA) , telah membuat program mengajar menyenangkan , mudah diterima siswa, bahwa lulusan terbaik bersaing sehat untuk mendapat pekerjaan sebagai 'guru' semuanya memiliki gelar master.Sedikit sekali pengakuan dari anak-anak kita menjadi guru sebagai pilihan pertama cita-cita mereka.Pendapat klasik di luar guru mengatakan guru cuma mengajar gitu saja kok dibayar mahal pakaian bersih wong tinggal ngomong ceramah saja.Menurutku menilai guru bukan sekedar melihat gaji mereka namun lihatlah efek dahsyat yang ditimbulkannya dalam mengajak ke pola fikir maju sebagai nilai tambah kelak mereka mencari kerja sebagai persiapan menuju sumber daya manusia yang unggul.

Penelitian menunjukkan bahwa jika guru dibayar lebih, minat belajar siswa meningkat. Indeks Status Guru global menunjukkan bahwa di banyak negara orang berpikir bahwa guru layak untuk dibayar lebih. Bahkan di negara-negara seperti Finlandia telah memiliki hasil sangat memuaskan. Dukungan yang luar biasa bagi guru yang harus dibayar sesuai dengan kinerja mereka,dari 21 negara yang disurvei. Mengingat permintaan publik seperti itu, pemerintah harus mempertimbangkan ini sebagai langkah memajukan kesejahteraan guru.Tapi perbaikan upah dan kondisi saja tidak akan mengembalikan statusnya guru sebagai profesi mulia. Pengajaran harus dilandasi sebagai aspek budaya. Ada banyak representasi fiksi di televisi dokter heroik menyelamatkan nyawa, tetapi hanya sedikit cerita yang menunjukkan bagaimana guru yang baik dapat mengubah kehidupan karakter di sekitar kita.

Guru dianggap tidak bisa menghasilkan uang ataupun pendapatan.Lain lagi dengan sorang pegawai pajak yang tiap detik,jam dan hari selalu memasukkan uang untuk negara.Pandangan ini telah melemahkan status guru untuk dibayar rendah karena tidak menghasilkan uang hanya jasa bicara biasa profesi orang malas yang sedikit keringat keluar sebagai hanya penghitung hari di muka kelas pengambil uang negara lewat gaji mereka.Luasnya wilayah Indonesia telah menjadi pekerjaan berat pemerintah dalam memeratakan pendidikan yang layak sesuai kompetensi guru yang profesional sesuai perbandingan jasa pengaruh guru dalam mencerdaskan anak bangsa.Bahwa satu guru mencerdaskan sedikitnya 24 anak tiap hari ,bulan dan tahun sebagai beban kerja sudahlah pantas dibalik teriak guru yang masih digaji rendah oleh negara sampai sekarang ini.