Thursday, July 30, 2015

Ada Butir Amanah Kutangkap Sepulang Sungkem Idul Fitri Orang Tuaku 2015

Kepala Keluaraga Bp.Kawi / ibu Ratiah

1.kamu jadi contoh anakmu
2.cintai agamamu tingkatkan ibadahmu
3.jangan sombong
4.bicara yang isi halus dan sopan
5.perkuat pertemananmu walau kau merasa disakiti

Nasehat anakku ke aku setelah merefleksi mengamati keluarga adik2 ku semua.Lho kok paz dengan potret posisiku ya !padahal aku jauh dengan orang tuaku.Terima kasih Tuhan Engkau telah memperingatkan aku lewat hari yang suci ini untuk melangkah lebih baik dengan segala kekuranganku ! Amin

Kepala keluarga tua dan kepala keluarga -kepala keluarga muda sangat kompak membangun masa depan dengan penuh kasih sayang dengan selalu berkomunikasi melahirkan generasi baru  patuh berbakti dengan orang tua.Inilah pesan orang tuaku kepada anak-anaknya untuk hidup biasa sederhana yang selalu ditanamkan setiap saat sejak anak-anak sampai sekarang dengan didasari iman dan patuh agama.Semua orang tua itu bijak tak ada yang tega mereka sengsara.Orang tua selalu mendoakan agar anak-anak mereka selamat di dunia dan akheratnya ! Perbedaan materi boleh tak sama namun persamaan visi keluarga hiidup dan hakekat adalah mutlak sama membangun keluarga-keluarga kecil selanjutnya yang amanah yang diteruskan anak cucu kita !Amin

Ini sesi sesudah orang tua mereka masing-masing sungkem mohon maaf lahir batin .Orang tua kami merasa bersyukur dikaruniai cucu-cucu yang manis-manis . Tadi kumpul bareng mereka datang dari penjuru luar kota.Tampak wajah-wajah bahagia karena sudah lama hampir empat tahun tak kumpul bareng.Diantaranya dua anakku yang lain keponakanku,masih ada tiga yang belum gabung.Hubungan kedekatan antara cucu dan kakek neneknya adalah rasa tumpahan rindu berat yang menyatu.Seakan mereka adalah saudara ikatan batin yang kuat yang tak dapat dipisahkan.Semoga kelak aku menjadi kakek ada pembelajaran disana.Amin

Panjang rindu kebahagiaan mereka seperti jarak diantara mereka masing-masing manakala berpisah batas sekat rumah.
Manis senyum mereka setulus mereka membangun sapaan bertelepon berkelakar mengurai masa-masa indah ketika kecil namun membesarkan hubungan tali silahturahmi tanpa henti
Dan pesan keluarga selalu bicara rukun tiada dinding yang membatas meski bertemu juga suatu harga yang tiada bisa ditukar apapun
Anak-anakku isilah apa yang belum terinspirasikan pendahulumu karena semua masa depan ada di tanganmu yang kekar menggenggam dan tegar melangkah gagah menyambut matahari masa depan.