Tuesday, July 14, 2015

GURU SEBAGAI GARDA TERDEPAN BELA NEGARA


Para guru, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok Tanah Air, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terluar sesungguhnya sedang melakukan bela negara. Merekalah yang telah membuat Republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya.

Upaya kita melawan ancaman kemiskinan, keter-belakangan dan ketertinggalan adalah upaya bela negara. Negara ini akan menjadi kokoh dan besar ketika bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.
Selain itu, ancaman atas kedaulatan kita muncul dari tindak pidana kejahatan Iuar biasa, yakni korupsi, yang telah nyata-nyata merusak fondasi kekuatan kita sebagai bangsa dan menjauhkan rakyat dari kesejahteraan. Upaya untuk melawan korupsi di semua tingkatan merupakan wujud pembelaan kita pada negara.


Saat ini, kita juga sedang menghadapi ancaman keamanan yang terkait dengan kejahatan inter-nasional yang dilakukan oleh aktor non-negara yang memiliki kemampuan teknologi serta dukungan finansial yang kuat, dengan jaringan yang rapi dan tersebar di sejumlah negara. Banyak anak-anak kita yang terjebak dalam ketergantungan pada narkotika.

Banyak warga negara kita yang juga masuk dalam jaringan perdagangan manusia. Kita harus melawan kejahatan kemanusiaan ini sebagai bagian dari kecintaan kita pada Tanah Air.
Tantangan besar dalam sejarah adalah bagaimana mempertahankan ke-langsungan hidup kita sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi serta berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Oleh karena itu, Bela Negara memiliki spektrum yang sangat luas di bebagai bidang kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya. Bela negara bisa dilakukan oleh setiap warga negara dari berbagai latar belakang profesi.Bela negara bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran dan profesi warga negara.

Tugas sejarah kita adalah membela negara ini dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan dan ketergantungan. Tugas bela negara ini adalah tugas yang maha berat yang ada di depan mata kita saat ini. Tapi dengan semangat persatuan, kerja keras dan perjuangan kita bersama, tugas sejarah itu bisa kita pikul bersama.

SUMBER :
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA UPACARA PERINGATAN HARI BELA NEGARA TAHUN 2014