Sunday, July 12, 2015

Guru Yang Diangkat Pemda, Harus Sudah Mengikuti Pendidikan Profesi Guru ( PPG )

Kalim,M.Pd.Kepala SD N Mojo 03 Cluwak Pati
Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Sumarna Surapranata, mengatakan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai institusi yang bertanggung jawab melahirkan para calon pendidik harus memerhatikan tata kelola guru yang harus dipandang sebagai supply dan demand. Karena Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Keberadaan nya dibutuhkan oleh sekolah, yayasan, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah.
“LPTK tidak boleh memproduksi calon guru yang tidak potensial dan bagus,” katanya.
Kebutuhan guru, tambah Sumarna, didasarkan pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab melalui Dapodik dapat diketahui potret kebutuhan guru di suatu daerah. Sumarna mengaku setiap minggu didatangi anggota Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Mereka meminta pasokan guru untuk daerah nya.
“Ketika kita sampaikan data sekolah mereka, mereka terkaget-kaget,” jelasnya. Karena, melalui Dapodik, dapat dilihat potret kelebihan dan kekurangan guru secara detail.
Ke depan, Sumarna melanjutkan, Pemerintah Daerah harus memerhatikan peraturan perundang-undangan jika hendak mengangkat guru. Guru, katanya, tidak boleh diangkat jika jenjang pendidikannya di bawah S-1 atau D-4. Guru yang diangkat pun harus sudah mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).

Sementara Unifah Rosyidi, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, mengatakan, hal yang mesti diperhatikan dalam penyiapan guru adalah tata kelola dan good governance. Pemetaan peran dan kompetensi guru, katanya, merupakan program prioritas yang harus dilakukan.