Wednesday, August 12, 2015

Menakar arti Upacara : Upacara itu upaya cara melebur perbedaan antara rasa lebih dan rasa kurang untuk diseragamkan menjadi kekuatan besar berjuang !


kalim reuni dan halal bihalal spg 83' di rumah dwi supartini dan sujinah Jaken Pati Juli 2015

@kalim nuryati


Upacara Menurutku ( ! )

Seperti mengajar simbol magisnya suatu upaya cara

Upacara adalah upaya cara menghormat yang didirikan oleh para pendiri,pencipta,panji-panji,identitas asli negeri sendiri yang luhur.

Upacara adalah upaya cara mendisiplinkan bahwa peninggalan leluhur untuk mengatur dan diukur tingkat karakter antre,duduk sama rendah berdiri sama tinggi andap asor,unggah unguh tata krama untuk selalu dijaga ,dipitutur luhurkan,dibiasakan sebagai ikon mutu budaya warna Indonesia

Upacara itu upaya cara kontrol kesiapan mental sebelum memasuki hal gelanggang baru dan kegiatan rutin apapun yang mengamanahkan rasa aman nyaman sebagai idaman

Upacara itu upaya cara melebur perbedaan antara rasa lebih dan rasa kurang untuk diseragamkan menjadi kekuatan besar berjuang

Upacara itu upaya cara upayamu dan caraku dalam berkreasi berkonfigurasi di lapangan uji agar semua mmberanikan diperhitungkan lawan disegani kawan karena tampilanmu menawan

Upacara itu seribu upaya cara dalam mengabdi padamu sendiri padamu negeri padamu iIahi

Upacara itu merasa menyesal bila terlambat dan merasa mulia jika menjadi yang pertama

Upacara adalah upacara bukan pacaran bukan buronan dan khayalan ia sebuah tatanan apik yang menginspirasikan

Upacara itu ya upacara bisa diberi nama apa saja segala perbuatan bermakna

Upacara itu seperti bentuk yang mudah menunduk untuk isyaratkan filosofi


Upacara menurutnya ( !! )

Upacara itu pidato yang hanya jual suara,menggebu-gebu namun mudah dilupa sesudahnya

Upacara itu lagu hentak omong sana telingak telinguk sini sembunyi dalam khitmat namun tak nikmat untuk dihormati

Upacara itu barisan yang mensejajarkan agak berkelok tipis seperti tipisnya cita-cita peserta cuma hanya meniru kanan kirinya seperti robot tak berbobot sebagai dewa suruhan saja
.
Upacara itu undangan namun memakai surat bukan utusan yang bisa menjiwai karena engkau dititipi kuasa

Upacara menurutkan siapa ?

Upacara menurutkan hukum itu kaku namun membanggakan,menurutkan tertib namun mewibawakan,harus bendera yang dipasang untuk dipajang dikibarkan,pembukaan,lagu yel diacarakan