Saturday, October 17, 2015

KOTA YOGYAKARTA KUDATANG HARI INI

OWNER http:KALIM PENGAJAR.dinamikagurusd.blogspot.com

http:KALIM PENGAJAR.dinamikagurusd.blogspot.com

Tanpa persiapan apapun keberangkatanku ke Yogjakarta sepertinya sama dengan namanya yang jujug saja agar urusan kepegawaianku cepat kelar diselesaikan di kota ini.Begitu surat pengantar dibuat oleh kantor BKD Pemerintah Kabupaten Pati langsung aku meluncur ke Yogja tanpa pulang dulu ke rumah karena di kantor BKN Regional Jateng dan Yogjakata di jalan raya Magelang buka hari kerja sampai hari Jumat menganut sistem lima hari kerja.Demi selembar kertas aku bercapek-capek meluncur menenteng tas dan berkas naik bus patas Ramayana sampai malam hari kutempuh agar aku di Jumat pagi harus berada di dalam kantor karena anggapan masyarakat yang menganggap hari Jumat adalah hari pendek sepertinya masih melekat di benak mereka.

Memadukan urusan dinas dengan urusan pribadi keluarga secara bersamaan kadang dilakukan mengingat keterbatasan waktu dan kepentingan yang mendesak bagi siapa saja seorang pegawai negeri sering dilakukan tanpa mengurangi nilai tugas kedinasan secara resmi serta melanggar aturan kerja asal dlindungi oleh rekomendasi dan surat ijin resmi lembaga.
Begitu sampai di kota gudeg ini aku menginap di hotel Borobudur di Jombor yang sejalur dengan arah ke kantor BKN.Setelah membuang bau apek bekas sisa-sisa keringat penggaraman di wilayah kulit seadanya masih memakai baju seragam batikku di sekolah.Begitu menginjakkan kaki ke luar hotel perutku mengundang untuk diisi karena selama dari kota Jepara tempatku tinggal sampai ke Pati kota bersepeda motor aku belum makan sampai Semarangpun menuju Yogjakarta sore itu belum kemasukan nasi segenggampun.Mulailah petualanganku membeli kota Yogja dengan masuk restoran makan tengkleng yang kalau di daerahku seperti nasi gulai berkecap.Kebetulan aku selalu menenteng tas laptop yang berisi uang satu tas penuh.Begitu badan terasa segar diisi lapisan daging pembungkus tulang muda aku merokok jarum begitu nikmat mengusir hawa malam kelesuan itu.

Malam itu aku terasa asing namun bukan turis asing yang melihat seorang tukang becak mengayuh mengantarkan bule yang aku pikir ini juga sebuah mental penjajah yang beralasan sebagai sebuah nostalgia yang kurang mendidik.Bagaimanapun Belanda ataupun orang asing masih menganggap menjajah kita karena genjotan kaki kayuh tukang becak terasa sangat murah jika dibayar dengan dolar.Aku juga tersenyum dengan yogja ini masak ada sekolah Akademi Maritim padahal yang saya tahu tidak punya laut yang aku pikir ini cuma akal-akalan yang kurang menjiwai sebagai tidak kota pantai yang jauh dari laut dan bibir pantai serta kapal.Berjalan ke luar di trotoar jalan magelang aku menuju kota.Agak heran dengan julukan kota ini yang aku sorot adalah godaan cewek-cewek disini yang jauh beda sekali dengan dekade tahun lalu yang berjuluk kota pelajar dipudarkan dengan penglihatanku menatap paha perempuan yang dijulurkan sejenak birahinya.Dalam hatiku geleng-geleng sempat bersyukur alkhamdulillah aku tidak punya anak perempuan.Sepertinya makin malam kota ini malah tampak lebih hidup bergeliat mengusir kantuk dan kesalku karena lampu-lampu gebyar berhampuran di pinggir jalan tidak seperti di desaku.

Sesekali aku kelelahan karena sepanjang jalan raya satupun tidak kujumpai sebuah masjid beda jauh di kampungku.Berjajar toko hotel kantor sekolah warung cafe tempat hiburan yang mengakibatkan aku malam itu agak disulitkan untuk laporan kepada Alloh membikin aku agak menyesal untuk menilai kota ini kurang ramah dalam pelayanan peribadatan.Kota ini disibukkan dengan ruang-ruang tempe penyet dengan sambal untuk berkerumun lupa dengan makan rumahan yang menjanjikan keteraturan jam nyaman pola makan yang baik dan benar.
Sebenarnya aku agak kecele maunya sih mau nginap di kost anakku tetapi dianya sendiri baru dalam perjalanan pulang dari Jakarta naik kereta malam yang aku pikir menganut fahamku yang senang bepergian dan bertualang.rupanya anakku sudah seminggu menikmati berlibur di rumah temannya di sukabumi dengan legenda pelabuhan Ratunya yang terasa magis sampai kali ini.Dan baru bisa ketemuan di esok sorenya di kosnya setelah aku ngurus berkas mutasi kedinasan di BKN esok harinya.

Satu hari satu malam membuat perjalanan dinasku terasa menambah warna baru dalam mengenal dunia kota yang serba sukar ditebak berkembang sesuai jamannya.