Friday, October 30, 2015

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH ( MBS ) DI SEKOLAH DASAR

Rapat Gugus MBS di SDN Mojo 03 Cluwak Pati

A. Latar Belakang
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan bagian dari strategi pemerintah alam rangka peningkatan mutu pendidikan didukung oleh perubahan paradikma sentralisasi ke Desentralisasi pendidikan. Dengan penerapan MBS diharapkan dapat memperkuat kehidupan demokrasi bidang pendidikan,desentralisasi kewenangan, sumber daya, dan dana. Setelah lebih dari satu dasawarsa, sejak MBS dirintis dan diterapkan, pencapaian keberhasilannya di sekolah sangat variatif.

Berdasarkan Rencanan Strategi Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014 sekolah yang berhasil menerapkan MBS dengan baik sebesar (50%), tetapi masih banyak pula sekolah yang belum berhasil sebesar (50%). Sesuai dengan Rencana strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, diharapkan pada akhir Tahun 2014, 90% sekolah telah menerapkan MBS dengan baik. Berkenaan dengan hal tersebut,upaya peningkatan jumlah sekolah yang dapat menerapkan MBS dengan baik perlu segera dilaksanakan.

Pencapaian keberhasilan penerapan MBS di Sekolah Dasar (SD) masih beragam. Berdasarkan penelitian dan pengamatan tentang MBS, keberagaman keberhasilan tersebut disebabkan antara lain oleh belum kuatnya komitmen pengambil kebijakan pendidikan di berbagai daerah (baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota).Selainitu juga disebabkan oleh kurangnya pemahaman pihak sekolah dan masyarakat, akan arti penting MBS bagipeningkatan kualitas pendidikan.Belum kuatnya komitmen pengambil kebijakan pendidikan di berbagai daerah dan kekurangpahaman tehadap pentingnya MBS tersebut, lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang berbagai aspek yang terkait dengan MBS.

Hal-hal tersebut pada ujungnya mengakibatkan penerapan MBS belum dapat berjalan secara baik. Untuk itu, walaupun MBS sebagai model pengelolaan.sekolah telah lama perlu disosialisasikan,dilakukan dirintis penerapannya dan telah dilaksanakan,penyegaran digiatkan kembali pelaksanaannya. Bagi sekolah yang telah berhasil melaksanakan dengan baik,perlu meningkatkan diri dan menjaga keberlanjutannya. Bagi sekolah yang belum optimal menerapkan atau bahkan baru melaksanakan MBS, perlu didorong dan dibuka wawasannya tentang makna dan pentingnya MBS bagi upaya perbaikan kualitas pendidikan di lingkup sekolah, daerah, maupun nasional.

Dalam rangka penyegaran dan penggiatan kembali penerapan MBS di satuan pendidikan SD. Dengan panduan ini, diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dan tim pengembang/fasilatator MBS di seluruh Indonesia memiliki persamaan persepsi dan langkah gerak dalam melaksanakan pembinaan teknis sehingga sekolah dapat melaksanakan MBS dengan baik sesuai yang direncanakan. Khusus bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan dapat menetapkan regulasi dan kebijakan terkait yang mendukung penerapan dan perluasan MBS di sekolah-sekolah.

Bagi pengelola dan pelaksana SD yang telah menerapkan MBS dengan baik, agar terus meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam jangka panjang.Bagi penyelenggara SD yang belum optimal menerapkan MBS dapat termotivasi untuk menerapkan MBS sebagai wahana untuk meningkatkan mutu proses dan hasil penyelenggaraan pendidikan. Keberhasilan dalam mengimplementasikan MBS di SD, akan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang satuan pendidikan selanjutnya.