Sunday, November 8, 2015

Kepala Sekolah Unik

owner http://dinamikagurusd.co.id

http://dinamikagurusd.co.id

Bermula dari kata-kata pada suatu hari dan seterusnya,aku masih ingat pelajaran Bahasa Indonesia mengarang tahun tujuh puluhan perintah guruku atau menggambar dua gunung kembar yang di tengah-tengahnya ada sinar mataharinya.Seolah menjadi hal yang biasa ketika permulaanku senang bisa membaca dan menulis saat itu.Itulah bagian kegembiraan waktu kecilku yang berangkat sekolah tanpa alas kaki dengan cukup dikurung sebatas dinding kepang bambu tebal yang kokoh cukup dikapur putih.Walaupun cukup mengulang-ulang dengan fasih suatu hari saya bla-bla-bla berganti-ganti tema dengan kalimat awal yang sama rasa-rasanya aku masih ingat sebagai penulis cilik yang dibilang luar biasa dungunya.

Tanpa kapok tanpa teori diluar nasehat guruku yang tanpa contoh tanpa arahan prinsip-prinsip menulis benar, saya patuh dengan perintah guru jika menulis itu ketika menggores naik itu tipis dan menarik pena ke bawah tebal seolah menjadi norma kuat pengertianku tentang menulis.Masih ingat pula prinsip waktu itu jika tulisannya itu panjang -panjang memenuhi halaman akan mendapat nilai tinggi alias amat baik.Dasar saya anak jujur begitu mulai menulis hurufnya saya besar-besarkan semua agar cepat memenuhi halaman dibacakan di depan kelas yang ditertawai teman-teman saya yang isi karangannya cuma mengganti isian setelah pada suatu hari saya...pada suatu hari saya ini pada suatu hari saya akan pada suatu hari saya sedang begitu berjajar-berulang-ulang sangat mengagumkan sekali.

Kini aku bernafas lega jika waktu itu saya potret adalah sebuah ilustrasi yang amburadul kocak namun menginspirasikan kenakalan anak wajar tanpa syarat yang aneh-aneh seperti yang dikehendaki kekinian yang serba online dan digital.Begitu memasuki fase mengetik tik tok berirama manual disitu mulai belajar spasi menutupi tulisan tanganku yang lebat keriting seperti ular panjang di hutan akar mangrove berkelit menjubal susah diatur.Alinea kukenal begitu ramah seperti pemandangan gambarku diapit oleh gunung kembar disinari matahari.Pada suatu harinya mulai kuganti dengan seandainya,jika atau pertanyaan dugaan yang bikin penasaran.Sekarang aku memberanikan diri menulis dengan seandainya saya kaya,saya presiden,saya pengusaha,kepala kantor lembaga dan seterusnya menggelontorkan kata-kata akademik yang beristilah kebarat-baratan yang menurutku awal senang menulis supaya bisa menaruh kepercayaan pembacanya.Bergaya-gaya sok pintar sok tahu luar negeri sok tahu seminar sok tahu karya ilmiah berpura cari referensi Englishlah pustaka best seller anulah yang mengaburkan tentang muatan lokal yang jarang disentuh diorbitkan keunggulannya.

Lama-lama saya pingsan melihat keadaanku yang semakin dibutakan oleh sibuk oleh ketakutan pertanggungjawaban tugas,keanehan birokrasi yang bermata panah manajemen adopsi teori bule-bule berjenggot yang kadang menganehkan teori.Sekilas mengenal namanya makhluk proposal membuatku menangis dengan gaya-gaya bahasa peminta-minta yang menurutku sebuah rayuan data yang menendang kesana-kesini dengan segala olah ketertarikan detail yang rumit demi menaruh sebuah kepercayaan proyek.Inilah hasil tulisanku yang dulu keriting itu ? aku tak tahu ! kini tulisanku berubah rajin berjajar diatas kanvas margin yang disusun rapi.Kadang aku heran kenapa dulu aku kok tidak menjadi pengusaha saja tidak disuruh-suruh oleh orang lain.Begitu lulus dari sekolah guru aku baru nyadar bahwa orang-tuaku bangga kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membenarkan dengan pangkat sertifikasi.yang kini mulai dilirik diprimadonai seperti artis hollyprut amrik nan sexy.

Sekarang aku bersyukur cukup duduk di belakang meja dengan sesekali main game kesukaanku yang jujur jika ada anak buahku menjenguk atau lewat saya alihkan layarku ke data dinas.Dan cukup dalam seminggu hadir paling aawal pada hari senin sebagai komendan upacara.Jika saya bosan di kantor sekolah cari alasan keluar ngopi sebentar yang katanya itu urusan kehumasan dengan bergaul kunjungan ke orang tua wali komitelah.Atau beralas-alasan rapat tanpa undangan dengan esemes atau berkelit lain-lain yang dihaminkan oleh kedinasan.Lupa mengajar semakin bodoh kurang dikenal oleh siswa serta tugas-tugas tambahan yang cukup mengendalikan penghuni sekolah berjalan dengan lancar.