Wednesday, November 4, 2015

Kongres Kesenian Indonesia III Angkat Tema “Kesenian dan Negara

Owner http://dinamikagurusd.coid melihat ke depan wajah pendidikan Indonesia
 

Jakarta, Kemendikbud --- Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Kongres Kesenian Indonesia III. Kongres akan berlangsung di Bandung, pada 1-5 Desember 2015. Tema yang diangkat dalam Kongres Kesenian Indonesia III adalah “Kesenian dan Negara dalam Arus Perubahan”.
 
Ada empat subtema yang akan dibawa ke dalam forum Kongres Kesenian Indonesia III. Subtema pertama adalah Politik Kesenian dalam Perspektif Negara, subtema kedua yaitu Kesenian, Negara, dan Tantangan di Tingkat Global, subtema ketiga adalah Pendidikan Seni, Media, dan Kreativitas, dan subtema keempat adalah Seni dalam Pusaran Kompleksitas Kekinian. Tema dan empat subtema tersebut merupakan hasil rumusan dari mufakat pertemuan 50 seniman dan aktivis kesenian dari seluruh Indonesia di Bandung, pada 10-12 Desember 2014 lalu.
 
Kongres Kesenian Indonesia III akan diikuti pelaku seni, penari/koreografer, sastrawan, musisi, teaterwan, perupa, sineas dari seluruh Indonesia. Selain itu akan hadir juga pihak-pihak dan institusi yang terlibat langsung dengan dinamika kesenian dan berkesenian, seperti budayawan, kritikus, kurator, akademisi seni, komunitas seni, pengelola venue seni, hingga mereka yang berhubungan dengan berbagai kebijakan penyelenggara di bidang kesenian, dinas-dinas tingkat provinsi, serta anggota DPRD Provinsi dan DPR Pusat.
 
Direktur Kesenian Kemendikbud Endang Caturwati mengatakan, Direktorat Kesenian memiliki berbagai program yang mendukung perkembangan dan pelestarian seni di Indonesia, termasuk seni yang terancam punah di daerah-daerah. Karena itu dipandang perlu untuk mengundang perwakilan dari daerah seperti dinas-dinas dan DPRD Provinsi.
 
“Kami bantu dengan revitalisasi kalau pemerintah daerah merasa perlu melestarikan atau menghidupkan suatu kesenian", ujar Endang saat jumpa pers di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (3/11/2015).
 
Kritikus seni senior yang juga seorang  penari, Edi Sedyawati  mengatakan, Kongres Kesenian Indonesia kali ini mengangkat tema tentang negara karena kesenian juga berkaitan dengan kehidupan bernegara, dan harus ada peranan negara dalam membangun kesenian di Indonesia. “Selain itu kritik seni juga perlu dihidupkan supaya khalayak umum mendengar dan bisa mengerti seni”, katanya.
 
Kongres Kesenian Indonesia III berusaha mencoba melihat gerak perubahan dan mampu memberikan kontribusi pada perkembangan peradaban dunia. Kesenian dan negara, pertama-tama harus dilihat sebagai pihak yang masing-masing berdiri sendiri, namun saling berhubungan di tengah arus perubahan yang terjadi. (Desliana Maulipaksi)