Wednesday, November 25, 2015

Membandingkan Gaji Guru Kita Dengan Guru Luar Negeri

 http://dinamikagurusd.co.id  di depan masjid SMA N 3 Pati

http://dinamikagurusd.co.id
Selamat hari Guru Indonesi ke 70 pada 25 Nofember 2015.Hidup Guru..Hidup PGRI..Solidaritas..yes  !
Saya angkat judul diatas sehubungan saya lihat di blog saya yang paling banyak dikomentari dan disuka.
Sejumlah pengakuan langsung dari guru yang bersangkutan srcara umum adalah nasib dan penghasilan  guru yang meningkat tajam ketika tunjangan dan gaji dinaikkan oleh Presiden Gus Dur.Sejak ditetapkannya Sertifikasi Pendidik rating minat menjadi guru meningkat dibarengi kesejahteraan yang setingkat penghasilan gaji guru yang cair tiap 3 (tiga) bulan sekali menjadikan wajah kesejahteraan guru cerah sejak digelontorkan sebutan guru bersertifikat profesional tahun 2006 secara bertahap masalah kesejahteraan guru dilirik sebagai sesuatu yang istimewa dibanding pegawai lain.Secara sederhana kini mulai bersaing dengan gaji di luar negeri.Bahkan berpendapat enak menjadi guru yang dekat dengan tempat tinggalnya bisa berhermat nyaman mengurangi biaya hidup yang semakin mahal.Benar-benar menjadi guru pilihan ideal yang lumayan bergengsi bila sudah diangkat guru pegawai negeri dan bersertifikasi.

Guru sering dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kedudukannya di sistem pendidikan cukup penting dan memiliki peran yang tinggi karena menempati posisi sentral dalam bidang pengajaran di suatu negara. Di Indonesia, guru merupakan pendidik profesional yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Terkait gaji bagi pahlawan tanpa tanda jasa alias guru dan dosen, nasib mereka berangsur-angsur bersinar lagi. Sebabnya, sejak tahun 2009 kenaikan gaji guru mencapai 100 persen karena saat itu Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat, Panitia Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan gaji guru sebesar itu.
Dimisalkan pendapatan mereka pada maksimal 2,4 juta maka dengan kebijakan Pemerintah tersebut guru bakal mendapatkan gaji sebesar Rp 5,4 juta. Belum lagi tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah terpencil (gurdacil) yang diperkirakan sebesar Rp 5,1 juta. Jadi, perbulannya mereka bakal mendapat gaji di atas Rp 10 juta, kalau tunjangan gurdacilnya juga disetujui. Suatu peningkatan yang patut kita syukuri, terutama bagi para guru di Indonesia. Namun bagaimana kalau kita bandingkan dengan gaji guru-guru di Mancanegara? Ya tentu saja masih banyak negara yang lebih besar memberikan gaji bagi guru. Sekedar menambah pengetahuan kami sampaikan besaran gaji guru di beberapa negara yang kami olah dari berbagai sumber.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara yang besar dan dikenal memiliki ilmu pengetahuan serta teknologi yang tinggi sehingga wajar jika tenaga pengajar di negara ini dihargai dengan pendapatan yang tinggi di dunia. Besaran gaji dan pendapatan guru di Amerika Serikat dihitung dari seberapa lama guru tersebut mengabdi juga dilihat dari cara dan efektifitas guru dalam mengajar kepada muridnya. Semakin berprestasi dan tinggi efektifitas cara mengajar murid maka semakin tinggi pula pendapatan yang bisa didapatkan oleh guru di Amerika Serikat.
Selain masalah skill dan pengabdian daerah, kisaran biaya hidup di daerah tersebut juga memiliki pengaruh terhadap tingkat gaji yang didapatkan. Jika guru tersebut bertugas pada sekolah di kota yang memiliki kebutuhan dan biaya hidup yang tinggi maka otomatis gaji pun menyesuaikan, begitupun jika daerah tersebut memiliki biaya hidup yang rendah maka tidak akan sama dengan daerah yang biaya hidup yang tinggi. Untuk daerah kota besar seperti California guru diberi gaji 60.000 US dolar sementara didaerah lain yang memiliki biaya hidup lebih rendah seperti South Dakota digaji 35,000 US dolar pertahun.
2. Australia
Seperti halnya dengan Amerika Serikat, Australia juga merupakan sebuah negara maju yang memiliki apresiasi yang cukup tinggi terhadap tenaga pengajar mereka. Hal ini tidak terlepas dari pandangan masyarakat Australia yang memang menganggap dan memandang tinggi sebuah profesi tenaga pengajar di negara mereka. Sebagai permulaan untuk seorang guru yang masih pada level awal, mereka diberi upah sebesar 41.000 US dolar pertahun, pendapatan ini akan terus meningkat seiring dengan pertambahan pengabdian yang mereka miliki. Semakin lama kisaran mengajar seorang guru maka akan semakin besar juga upah yang akan mereka terima. Selain lamanya pengabdian, jenjang pendidikan juga berpengaruh atas besaran pendapatan yang akan diterima. semakin tinggi level pendidikan seorang pengajar maka semakin besar pula gaji yang mereka terima. Berbeda dengan tenaga pengajar di Indonesia yang banyak memiliki gelar tinggi namun kompetensi masih rendah. Padahal di Australia jenjang pendidikan yang tinggi haruslah sesuai dengan apa yang guru berikan dalam mengajar.
3. Inggris
Sebagai salah satu negara maju dan terkemuka, Inggris memberikan gaji tinggi kepada tenaga pengajar. Untuk seorang tenaga pengajar pemula maka mereka mendapatkan pendapatan yang cukup tinggi yakni sekitar 34,488.00 US dolar pertahun. Pendapatan ini akan terus bertambah seiring dengan lama pengabdian dan terutama prestasi dalam mengajar. Para tenaga pengajar di Inggris cenderung untuk terus berlomba untuk memberikan pola dan cara pengajaran yang efisien, baik di tingkat kompetensi dan profesionalitas mereka. Selain itu, pemerintah akan memberikan penghargaan khusus bagi guru yang berprestasi.
Teknik dan cara mengajar para tenaga pengajar di Inggris pun memiliki kualitas yang bagus sehingga sering menjadi rujukan ilmu pendidikan negara lain. Dengan dukungan besar dari pemerintah terhadap tenaga pengajar membuat guru berpacu untuk berprestasi mendapatkan hidup yang terjamin.
4. Kanada
Negara yang bertetangga dengan Amerika Serikat ini, selain memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi, ternyata Kanada juga memberikan penghargaan yang kepada tenaga pengajar mereka. Di negara ini, tenaga pengajar diberi pendapatan sekitar 30,000.00 US dolar pertahu. Selain diberi gaji tinggi, tenaga pengajar di Kanada juga diberi kebijakan yang cukup menguntungkan seperti tunjangan serta layanan tambahan, asuransi untuk gigi, cuti hamil dan cuti dini jika sudah tidak memungkinkan untuk mengajar lagi.
Tenaga pengajar di Kanada juga diwajibkan untuk membayar biaya pensiun mereka nanti dan membayar beberapa program sosial seperti masalah penganguran yang menjadi masalah bersama di negara ini.
5. Cina
Untuk lingkup Asia tampaknya Negara Cina tertinggi dalam hal menggaji gurunya. Di Cina pendapatan seorang tenaga pengajar juga cukup tinggi, tidak hanya bagi tenaga pengajar asli dari negara Cina sendiri namun juga tenaga pengajar dari negara lain yang memutuskan untuk mengajar di negara ini. Pendapatan tenaga pengajar di negara ini sebesar 17.675 US dolar pertahun. Pendapatan ini sudah mengacu kepada biaya hidup, biaya perumahan, biaya transportasi dan kesehatan di Cina. Pendapatan Cina yang besar di kalangan negara Asia, menjadikan Cina sebagai salah satu negara Asia yang memberi apresiasi besar terhadap tenaga pengajar.
Di wilayah Asia Tenggara, gaji guru Indonesia mungkin bukanlah yang tertinggi. Contohnya di negara jiran Malaysia. Pendidikan di sana merupakan aspek prioritas, maka pemerintahnya pun tak main-main dengan kesejahteraan para gurunya. Ketika berbagi dalam peluncuran Kongres Guru Indonesia 2010 di Sampoerna School of Education Building, Rabu (28/4/2010), Atase Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia Dato' Paduka Junaidy Abu Bakar mengatakan gaji guru mula di Malaysia berjumlah 1.405 RM ditambah tunjangan rutin 340 RM. Totalnya sekitar Rp 4.941.222,33.
Total gaji ini diberikan kepada guru muda lulisan Diploma 3 yang baru mengajar. Guru muda ini berada di grade DGA 29. Di tahap akhir grade ini, gajinya bisa mencapai Rp 10.682.685,36. Jika guru juga naik golongan atau grade, gajinya pun akan naik hampir Rp 2 juta. Dalam kelompok guru lulusan D-3, ada tiga tingkatan, yaitu grade DGA 29, grade DGA 32 dan grade DGA 34. Ketika guru naik pangkat di akhir grade 34, gajinya bisa mencapai hampir Rp 12 juta. Itu baru guru lulusan D-III.
Beda lagi dengan para guru dan dosen lulusan S-1 dan S-2. Dalam lima grade, rentang gajinya dari 1.695 RM plus 550 RM atau sekitar Rp 6.343.799,17 hingga 8.860 RM plus 2.200 RM dengan total hampir Rp 39 juta.
Selain gaji pokok ini, mereka juga berhak memperoleh tunjangan-tunjangan lain, seperti tunjangan perumahan sebesar 180 RM, laptop gratis, dan pinjaman mobil. Para guru dan dosen juga memperoleh insentif khusus jika mengajar mata pelajaran seperti Bahasa Inggris atau mengajar pelajar cacat. Bagi mereka yang tinggal di kawasan pinggiran dan mengalami kesulitan transportasi juga memperoleh tunjangan antara 500 RM sampai 1.500 RM serta dana cuti belajar.
Tentu saja, para guru boleh tenang. Pasalnya, indeks taraf hidup pun hanya berkisar 750 RM-1.500 RM. Maksimal hanya terjadi di kawasan Bandar. Kesejahteraan ini pun berlaku pula bagi para guru swasta.
Sebenarnya gaji guru di Indonesia juga sudah bisa dibilang layak. Kita contohkan saja gaji guru di daerah terpencil (gurdacil) di Jabar. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi, penghasilan yang dapat dikantongi setiap guru per bulannya dapat mencapai Rp 8 hingga Rp 9 juta. Darimana jumlah sebesar itu? Dijelaskannya bahwa kepada para guru ini Pemprov Jabar akan memberikan tunjangan Rp 1,3 juta per bulan. Selain itu ada juga tunjangan dari pusat sebesar satu kali gaji. Ditambah lagi tunjangan sertifikasi. Dengan begitu, pihaknya menjamin penghasilan guru setiap bulannya bisa mencapai Rp 8 hingga Rp 9 juta.
Semoga ulasan ini bermanfaat, majulah guru Indonesia, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin