Thursday, November 19, 2015

Mendidik dengan Hati

Owner http://dinamikagurusd.co.id Kepala SD Negeri Mojo 03 Dinas Pendidikan Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah

http://dinamikagurusd.co.id
Hati merupakan sesuatu yang paling mulia pada diri manusia. Peran hati terhadap seluruh anggota atau organ tubuh dapat diibaratkan seperti raja dan prajuritnya. Semua bekerja atas dasar perintahnya dan tunduk kepadanya.

Kemampuan guru untuk membuka hati peserta didik sangat diperlukan. Untuk membuka hati peserta didik, guru harus berupaya membangkitkan “rasa cinta” kepada peserta didik demikian juga sebaliknya agar peserta didik memiliki rasa cinta dan bersimpati dengan gurunya. Dalam konteks cinta ini maka peran suara hati sab\ngat penting artinya sekaligus merupakan kunci keberhasilan dalam mendidik peserta didik.

Seseorang mempelajari tentang orang lain melalui hati, bukan melalui mata dan pikiran
(Mark Twin).

Untuk mengaktualisasikan pendidikan dan pembelajaran dengan suara hati, maka guru dapat mendasarkan pada:
1.Mendidik untuk mencari keridhaan Yang Maha Kuasa
2.Mendidik merupakan tugas mulia
3.Mendidik merupakan tugas utama guru

Inti pendidikan dengan hati adalah membangun sebuah motivasi yang tumbuh dari dalam diri secara ikhlas. Dengan kata lain bagaimana menumbuhkan motivasi internal untuk melakukan suatu aktivitas. Motivasi internal itu jauh lebih bermakna dalam melakukan sesuatu bila dibandingkan dengan aktivitas yang dilandasi motivasi eksternal. Dorongan inilah yang membangkitkan sebuah kesadaran dalam melakukan sesuatu, yang pada gilirannya skan membangun sebuah sistem kepercayaan atau keyakinan.

Sebaik-baik yang tertanam di dalam hati adalah keyakinan (HR. Al-Baihaqi)

Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan doamu, dan ketahuilah Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai (HR. At-Tirmidzi)

Sistem Keyakinan (Believe System). Keyakinan (system keyakinan) merupakan sesuatu yang terbaik yang tertanam dalam hati seseorang. Jadi harus dibangun dengan benar dan kokoh. Karena keyakinan sangat berpengaruh dalam mewujudkan tujuan, termasuk tujuan pendidikan. Sistem keyakinan akan mengarahkan pada pada tindakan yang dilakukan. Sistem keyakinan dapat dikatakan sebagai sumber atau rohnya komitmen.

Apakah system keyakinan itu akan menjadi kenyataanatau dapat kita wujudkan atau tidak, sangat tergantung pada diri kita sendiri. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits Qudsi yang berbunyi;”…..Sesungguhnya Allah berfirman;’ Aku (Tuhan) menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-ku. Dan Aku bersamanya jika ia berdo’a kepada-Ku
(HR. At-Turmudzi)

Sistem keyakinan harus dibangun melalui berbagai upaya yang diarahkan pada terwujudnya cita-cita atau tujuan sehingga dapat menumbuhkan keyakinanyang nyata serta membangkitkan semangat yang tinggi.
Sumber : http://jatidiriguru.blogspot.co.id