Thursday, November 19, 2015

MENDIDIK DENGAN KETELADANAN

owner http://dinamikagurusd.co.id Kepala SD Negeri Mojo 03 Dinas Pendidikan Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah

http://dinamikagurusd.co.id
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasullullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah (Al-Ahzad/33:21)

Jika keteladanan Rasulullah sebagai Al-Quran hidup diterapkan pada guru, maka seharusnya guru sebagai “Mata pelajaran hidup”:”Geografi hidup, Matematika hidup, Fisika hidup, dan sebagainya”. Artinya kedalaman dan keluasan ilmu (bidang studi) guru betul-betul terandalkan.

Faktor keteladanan yang seharusnya ada pada diri seorang guru;
1. Kesiapan untuk dinilai dan dievaluasi. Ini akan berdampak pada kehidupan sosial di masyarakat, karena ucapan, sikap, dan prilakunya menjadi sorotan dan teladan.
2. Memiliki kompetensi Minimal. Maksudnya kompetensi ini bisa dijadikan cermin bagi dirinya maupun orang lain, dapat menumbuhkan dan menciptakan keteladan, terutama bagi peserta didknya.
3. Memiliki Integritas. Integritas adalah adanya kesamaan antara ucapan dan tindakan atau satu kata satu perbuatan. Letaknya pada kualitas istiqomah yang berupa komitmen dan konsistensi terhadap profesi yang diembannya.

Pendidik sebagaiCermin. Orang mu’min adalah cermin bagi orang mu’min (yang lain). Jika ia melihat cela padanya maka diperbaikinya (HR.Bukhari). Cermin secara filosofi memiliki makna sebagai berikut:
1. Tempat yang tepat untuk intropeksi.
2. Menerima dan menampakkan apa adanya
3. Menerima kapan pun dan dalam keadaan apa pun.
4. Tudak pilih kasih/ tidak deskriminatif
5. Pandai menyimpan rahasia.

Mendidik dengan Keteladanan
1. Kesederhanaan. Guru harus pandai membawakan diri sehingga terkesan sederhana dan bersahaja tetapi punya kepiawaian dalam mengajar.
2. Kedekatan. Kedekatan hubungan guru dengan siswa sangat ini hampir tidak ada. Padahal dengan kedekatan ikatan antara guru dan murid dapat terjalin.
3. Suasana silahturahim. Fungsi silahturahim antara lain adalah menumbuhkan rasa kecintaan dan rasa saling peduli. Jika silahturahim diterapkan dalam suasana pembelajaran tentu akan kondusif baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa.
4. Pelayanan Maksimal. Maksudnya tugas utama guru adalah menfasilitasi murid, atau guru sebagai fasilitator. Memfasilitasi yang dimaksud pada hakikatnya sebagai perwujudan bentuk pelayanan guru kepada murid (guru sebagai pelayan)Guru dapat mengadopsi filosofi jawa dalam menerima, menghormati, dan melayani tamu dalam suatu perjamuan dengan empat sikap dan prilaku “4-uh”, yaitu:
(1) aruh (tegur sapa) murid harus disambut ramah oleh guru;
(2)gupuh (sibuk-repot) guru penuh perhatian dan melayani murid dengan sungguh-sungguh;
(3) lungguh (duduk-tempat) Guru menyiapkan pembelajaran dalam suasana yang kondusif;
(4)suguh (hidangan-sajian) Murid dapat menikmati pembelajaran yang menarik dari guru bagaikan mendapat hidangan yang lezat dalam suatu perjamuan.

Sumber:http://jatidiriguru.blogspot.co.id
Judul Buku: Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat & Cerdas Dikarang oleh; M. Furqon Hidayatullah.Penerbit: Yuma Pustaka, Surakarta.Cetakan Pertama Februari 2009
Diringkas oleh; Astutiana