Wednesday, November 18, 2015

Mendidik Sebagai Amanah

dari sekolah ke sekolah mengajak para pendidik untuk merefleksikan bahwa amanah itu menanamkan karakter dan budaya sebagai bangsa pembelajar meneruskan amanah leluhur kita

http://dinamikagurusd.co.id
Dalam dunia pendidikan amanah terutama terjadi antara masyarakat sebagai pemberi amanah dan lembaga pendidikan sebagai penerima amanah. Secara khusus orang-tua menyerahkan anaknya kepada guru agar dididik dan dikembangkan potensinya. Tidak mengkhianati amanah merupakn bentuk komitmen dalam mengemban amanah, terutama yang berkaitan dengan kejujuran. Banyak sekali kisah-kisah tentang kejujuran yang bisa diteladani oleh guru sebagai pendidik.
Di manakah martabat akan bersanding kalau bukan di samping kejujuran?(Cicero).

Upaya Mengemban Amanah
Agar amanah dapat diemban dengan baik, maka diperlukan upaya-upaya agar suatu lembaga tertentu dapat mengemban amanah yang dipercayakan oleh masyarakat.Terutama diperlukan adanya, komitmen, kompeten, kerja keras dan konsisten.

Komitmen merupakan langkah awal dalam menerima, memenuhi, dan mengemban amanah.Sebagai perwujudan langkah awal tersebut adalah adanya ikrar atau janji yang harus dipenuhi. Setidaknya ada lima hal yang berkaitan dengan komitmen yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik, yaitu:
1. Memiliki visi ke depan dan tekad dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik
2. Memiliki karakter, budi pekerti, dan akhlak yang mulia
3. Mampu mengelola dan mengontrol diri dalam mendidik peserta didik.
4. Mampu melakukan yang terbaik dalam mengembangkan potensi peserta didik
5. Bekerja keras dengan penuh pengabdian.

Dapat dikatakan bahwa komitmen seorang guru dalam mendidik adalah sebuah janji atau ikatan untuk mengemban tugas mendidik yang dilakukan sebaik-baiknya agar tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Kebanyakan orang gagal meraih cita-citanya bukan karena tidak mampu, karena tidak komitmen. (Zig Ziglar, Motivator)

Kompeten. Guru yang kompeten adalah guru yang memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan pembelajaran dan kemampuan memecahkan berbagai masalah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Guru yang kompeten akan memberi kepercayaan diri kepada muridnya. Mampu memfasilitasi muridnya agar muridnya lebih berkompeten. Karena kompetensi merupakan kemampuan yang harus dipupuk dan dikembangkan melalui berbagai proses pembelajaran, menekuni pekerjaan, dengan sungguh-sungguh, dan bahkan berani mengambil resiko untuk menghadapi tantangan.

Kompetensi yang cukup penting adalah kompetensi yang dirumuskan oleh para ulama yang disebut dengan “Kompetensi Profetik” atau disebut dengan “Kompetensi SAFT ( SAFT competency ) . Kompetensi SAFT adalah singkatan dari “Shidiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh”
1. Kompetensi Shidiq. Pengertian shidiq dapat dijabarkan memiliki system keyakinan untuk merealisasi visi,misi dan tujuan. Dan memiliki kemampuan kepribadian yang stabil, dewasa, arif, jujur dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
2. Kompetensi Amanah. Pengertian amanah dapat dijabarkan sebagai; rasa memiliki dan tanggung jawab yang tinggi, memiliki kemampuan mengembangkan potensi secara optimal, memiliki kemampuan mengamankan dan menjaga kelangsungan hidup, dan memiliki kemampuan membangun kemitraan dan jaringan
3. Kompetensi Fathonah. Pengertian fathonah dapat dijabarkan : memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan dan perubahan jaman, memiliki kompetensi yang unggul, bermutu, dan berdaya saing, memiliki kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual
4. Kompetensi Tabligh. Pengertian tabligh bila dijabarkan; memiliki kemampuan merealisasi pesan atau misi, memiliki kemampuan berinteraksi secara efektif dan memiliki kemampuan menerapkan pendekatan dan metode dengan tepat.

Kerja Keras. Kerja keras dapat didifinisikan sebagai kemampuan mencurahkan atau mengerahkan seluruh usaha dan kesungguhan, potensi yang dimiliki sampai akhir masa suatu urusan hingga tujuan tercapai. Kerja keras merupakan modal yang sangat penting dalam memperbaiki dan mengembangkan sesuatu. Upaya kerjakeras itu akan menumbuhkan tingkat kepercayan dan keyakinan seseorang dalam mencapai atau menginginkan sesuatu.

Buatlah usaha Anda berhasil dengan satu-satunya cara; kerja keras (Mark Cuban, Owner Dallas Maverick)

Konsisten. Guru dalam mengemban tugasnya harus memiliki kosistensi, berarti ia selalu istiqomah, ajeg, fokus, sabar, dan ulet. Guru selalu melakukan perbaikan secara terus menerus juga termasuk guru yang konsisten.
1. Istiqomah. Guru harus istiqomah, artinya ia harus teguh dalam memegang prinsip dan memiliki pendirian yang keras dalam bekerja selalu mendasarkan norma, aturan, dan kaidah. Ia tidak terpengaruh oleh lingkungan tetapi sebaliknya.
2. Ajeg. Guru harus secara ajeg melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi pekerjaannya. Jadi seorang guru harus ajeg belajar maka ia akan selalu berkembang ilmunya. Berarti ia menerapkan prinsip belajar seumur hidup. Seperi dalam hadist dinyatakan “ Menuntut ilmu itu mulai dari ayunan bunda hingga liang lahat”
3. Fokus dan tuntas. Guru harus focus pada bidang studi keahliannya sehingga ia memiliki konsentrasi kajian yang mendalam. Berarti ia menguasai bidang studi tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.Selain itu ia juga harus mampu menyelesaikan pekerjaannya secara tuntas. Artinya sebelum menginjak pada pekerjaan berikutnya ia mampu menyelesaikan pekerjaan secara akurat.
4. Sabar dan Ulet. Guru yang konsisten, ia harus mau dan mampu melakukan sesuatu dalam dalam waktu yang relative lamawalaupun banyak cobaan , rintangan, ataupun tantangan. Renungkanlah kesabaran dan keuletan Khidir dan Musa dalam belajar mengajar. Perjalanan Nabi Muhammmad SAW bersam Zaid bin Haritsah ke Thaif. Cheng Men Lie Ye; Sabar menggapai cita-cita.

Pada masa sekarang, sarana dan media pembelajaran sangat maju dan tersedia dengan mudah. Persoalannya adalah bagaimana kerja keras, sabar,dan ulet selalu melekat pada diri kita agar dapat mengembangkannya dengan maksimal.

Sumber : http://jatidiriguru.blogspot.co.id
Judul Buku : Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat & Cerdas Dikarang oleh; M. Furqon Hidayatullah
Penerbit: Yuma Pustaka, Surakarta.Cetakan Pertama Februari 2009
Diringkas oleh; Astutiana