Thursday, November 19, 2015

Pantun Pendek (Pandek) Karya @Kalim Nuryati

Friday, 12 June 2015


Kepala SDN Mojo 03 Cluwak Pati

Oleh : @kalim nuryati
Sengaja saya sebut begitu karena melihat struktur dan gaya bahasanya terasa minim sekali untuk dikatakan bentuk kaidah pantun atau puisi.Saya merasa ragu namun sebagai penulis saya yakin ini sebuah bentuk yang unik karena kalimat dan kata-katanya yang tidak panjang namun pesan yang dibawa terasa menggoda.
Kata-katanya mewakili zamannya.Kemerdekaan penulis ibarat samodra ibarat langit yang tanpa batas tanpa bisa diterka.Rangkaian kata disini terasa pendek namun padat berisi merefleksikan gambaran celoteh sehari-hari peristiwa pada waktu itu.Penyebutan nama tempat,barang,keadaan,waktu terasa mewakili peristiwa aktual kala itu.Tidak seperti pantun yang normal sesuai kaidah saya menganggap ini sebuah pembaruan bentuk yang agak nyleneh daei biasanya.
Berikut adalah hasil pandek-pandek karangan saya sendiri yang begitu ringan dan tidak sengaja menjadi pengingatan bagiku mewakili perasaan yang berkembang di kala itu.

engkau pake monel
aku sih tembaga
engkau di hotel
aku dipenjara

engkau di atas monas
aku diatas meja
otak lu smakin panas
dikejar anak - anak teka

engkau menggendong rembulan
aku memeluk matahari
engkau puasa Ramadhan
aku rajin sekali mengaji

jagomu sih brasil
kalau aku sih belanda
kamu sih berhasil
aku tetep waspada
engkau satriya bergitar
aku satria baja hitam
tanganmu kayaknya gemetar
aku sih diam
kamu ke cikeas
aku ke istiqal
kamu kayaknya cemas
aku tetap tawakal
engkau nyapres
aku nyaleg
engkau dah beres
aku masih ajeg

engkau ke solo
aku ke senayan
engkau berpidato
aku nyambut lebaran
kamu pil pres
aku pil gub
kamu ngecopres
aku feel good
kamu luna maya
aku mas tukul
kamu dunia maya
aku suka ngumpul
engkau ke arab
aku ke turki
engkau berjilbab
aku berpeci
engkau duwit
aku biola
engkau masjid
aku mushola
engkau so good
aku so lat
engkau so sad
aku so leh
kamu nyapres
aku nyaprut
kamu pantes
aku patut eh ...badut
engkau duduk di muka
aku di belakang panggung
engkau cari muka
aku cari punggung
engkau naik unta
aku naik haji
engkau bergembira
kenaikan gaji dah nempel ke juli
engkau naik kuda
aku naik daun
engkau duduk di istana
aku duduk di gubug melamun
kamu nempel di pohon
aku nempel di almari
kamu suka telepon
aku suka mengaji
engkau bersarung
aku berkarung
engkau berjilbab
aku berjihad
kamu pol itik
aku pol isi
engkau lihat bola
aku sinetron
engkau cari bala
aku penonton
engkau gudang garam
aku jarum super
engkau pendiam
aku berkarakter
engkau cepat
aku lambat !
mereka enter net
aku enter let !
suit....suit...engkau emang bahenol
ingin kucubit satu kali !
engkau emang suka belanja di Mall
tapi aku mending mancing di kali
engkau macan asia
aku kucing banyuwangi
lagumu indonesia raya
laguku bagimu negeri
engkau masuk got
aku masuk sekolah
engkau ngotot
aku tetep berbenah
engkau berlibur ke bali
aku tamasya ke hongkong
engkau menyeruput kopi
aku memakan singkong
engkau presiden
aku guru
engkau tampak keren
aku terlihat lugu
engkau swasta
aku pegawai negeri
engkau berusaha
aku melayani
engkau debat terahir
aku debat awal
engkau khuzuk berdzikir
aku tetep tawakal
engkau Leo Messi
aku Bambang Pamungkas
engkau suka berjanji
aku yang panas
engkau membawa tas
aku menjinjing koper
engkau anak yang cerdas
aku pegawai yang pinter
engkau ke gunung
aku ke pantai
janganlah kau bingung
kalau aku nyantai...
aku ekstra joss
engkau rokok batangan
aku dana bos
engkau dana talangan
engkau kartu kredit
aku buku tabungan
engkau ngomong dikit
aku ngomong gelepotan
engkau umroh
aku naik haji
engkau bersodakoh
aku dapet gaji
engkau tanda tangan
aku cap jempol
janganlah berpangku tangan
apalagi berbuat konyol
engkau lulus magister
aku lulus esde
emgkau terlihat pinter
aku sih pede
engkau dapat piala
aku dapat piagam
engkau dapat juara
aku dapat seragam
engkau lahan gambut
aku lahan tidur
engkau menunggu nomor urut
aku masih menganggur
engkau nokia
aku samsung
engkau ke jakarta
aku pulang kampung
engkau jembatan ampera
aku jembatan suramadu
engkau merasa gembira
aku merasa terharu
engkau nasi uduk
aku nasi kucing
engkau mengamankan penduduk
aku yang siskamling
engkau freeport
aku newmon
engkau bikin repot
aku ok ok mawon
engkau esemka
aku hino
engkau ke korea
aku ke solo
engkau empat mata
aku hitam putih
engkau yang bersandiwara
aku yang bersedih
engkau bimbo
aku peterpan
engkau dapat jodo
aku dapat pelajaran
engkau mengimpor beras
aku mengekspor daging
engkau memang berkwalitas
aku masih mending
engkau memakai jas
aku memakai batik
engkau diatas kertas
aku di balik fanatik
engkau naik skuter
aku datsun
engkau ke dokter
aku ke dukun
 
engkau ke semarang
aku ke bandung
engkau kata orang
aku tahu langsung
ibu membuat kolak
aku membuat dawet
pusing cintaku ditolak
hubungan semakin ruwet
engkau lulus coumlaude
aku tinggal kelas
engkau nomor kode
aku kursi panas
engkau memakai toga
aku memakai kopiah
engkau sedikit bekerja
tapi banyak rupiah
engkau berijasah
aku berkatepe
engkau ngurusnya mudah
aku bertele-tele
engkau duduk-duduk
aku menyembah raja
engkau muluk-muluk
aku biasa aja
adik dikasih uang seratus
aku dikasih permen
engkau yang buat status
aku yang komen
engkau di bandara sukarno
aku di tanjung priuk
engkau gagah seperti arjuno
aku lencir seperti petruk
engkau androit
aku symbian
engkau pelit
aku dermawan
engkau prespektif
aku lini
engkau eksekutif
aku kuli
engkau sarah
aku si pitung
aku musawarah
engkau pilihan langsung
engkau idola
aku pemburu
engkau minta doa
aku minta restu
engkau seorang bintang
aku seorang guru
engkau ,mengejar tayang
aku mengejar ilmu
engkau jenglot
aku zombi
engkau mencukur jenggot
aku makan kuwaci
waktunya ashar
waktunya maghrib
waktunya istigfar
waktunya rawatib
engkau pele
aku maradona
engkau membakar sate
aku membakar asmara
engkau minum es krim
aku nyemut es lilin
engkau sangat ekstrim
aku sudah sinting
engkau suka begadang
aku suka jimat
engkau suara Tuhan
aku suara rakyat
engkau memakai jien
aku celana levis
engkau minta ijin
aku tak digubris

engkau membuat kue
aku membuat bolu
aku seenaknya gue
engkau tak tahu malu
engkau mengukir sejarah
aku mengukir kayu
engkau marah-marah
aku tetap merayu
engkau ke museum
aku ke perpustakaan
engkau tetep tersenyum
aku masih cengengesan
engkau ke turki
aku ke perancis
engkau peneliti
aku penulis
engkau meriam
aku jungkitan
engkau pendiam
aku banyak kenalan
engkau adi kuasa
aku iran
engkau puasa
aku lebaran
engkau keris
aku tombakl
engkau laris
aku ditolak
engkau lontong
aku kupat
engkau pembohong
aku psikopat
engkau mbah kakung
aku mbah putri
engkau ditelikung
aku dikebiri