Thursday, November 12, 2015

Pemalas Melawan Pendisiplin ?

owner http://dinamikagurusd.co.id

http://dinamikagurusd.co.id
Memang data tidak selamanya sesuai dengan keadaannya.Apalagi sekelas situs yang hanya asal-asalan cukup hanya untuk konsumsi kalangan tertentu yang mengakali kecurangan cara promo dan menginputnya.Begitu melihat daftar 100 nama nama fans page di facebook yang memiliki penggemar terbanyak sampai hari gini aku menjadi tercengang terheran-heran.Ada apa gerangan dengan gagasanku saat ini,membangun guru bermutu seakan terjungkal tidak ada yang nyantol sangat jauh sekali seperti bumi dengan langit ! secenti meterpun tidak menjangkau bila dibanding Hello Kitty yang digemari oleh 7.683.454 jiwa itu adalah situs porno yang menempati urutan ke 72 se dunia menurutku begitu heboh luar biasa sampai dentum kini .

Aku menjadi berpikir geleng-geleng kepala bila dibanding halamanku atau blog-ku yang lumayan buruk buat orang lain dan tersayang untukku hanya diminati secuil orang kurang dari seratus suka.Akupun pembenci orang-orang tersohor yang diminati jutaan orang suka,aku sangat risih membaca kalimat-kalimat yang orang menyebut anggapan kata-kata bijak.Meski di Indonesia ada yang termasuk tergolong orang sukses 100 besar terbanyak di dunia namun menurutku gagal dan belum super karena masih dibawah Hello Kitty yang nota bene termasuk musuh misinya.Aku lebih menyenangi kalimat-kalimat asli yang lahir dari mulutku sendiri ketimbang pembenaran orang lain,yang kubuat sendiri akan lebih senang jika mereka mau membaca tulisanku berkesan sangat buruk dan morat-marit tidak masuk akal dan salah karena aku menganggap Motivatorpun tidak masuk akal karena banyak orang terbius dengan kata-katanya dan mereka bangga terkorban jatuh sebagai pengekor..Aku lebih senang dengan cara konyolku sendiri ditertawai orang seperti disepelekan akan menambah pengetahuan dan pengalaman batinku untuk benahi pola pikirku.Akupun tidak mengaku mau mirip-mirip atau meniru gaya-gaya tokoh terkenal lain,aku itu aku milik aku sendiri silakan kalau orang menghujatkupun saya tidak sakit hati.

Adalah begitu ironis dalam batinku sehingga aku bercermin tentang posisiku yang masih segar sebagai pelajar norak.Dalam ingatanku dulu ketika sebagai kandidat guru di SPG saja ketika itu pelajaran Psikologi Sosiogram tak ada satupun teman sekelasku yang memilihku.Panah ketertarikan yang menunjukku nol alias tidak ada yang menancap.Aku sadar memang dilihat dari wajah memang menyeramkan,kurus,kumuh pada waktu itu tak ada cewek satupun yang menempel dibahuku.Aku memang type anak badung yang begitu jelek dengan tidak suka pada cara-cara kembar manut dan seragam.SPG yang nota bene berkarakter disiplin aku coba robek dengan sekedar contoh semisal gara-gara buku ulangan /tugas saya tidak tersampuli sendiri sebagai siswa satu-satunya sengaja tidak saya sampuli,dan ketika ditumpuk ke kantor saya dimarahi oleh semua guru lalu dihukum dan tidak mengikuti pelajaran.Bagiku sampul itu tumpukan hampa lembaran ulang yang kosong tidak berguna.Saya begitu senang walau dipermalukan di depan guru dan teman-teman pendiri disiplin.Aku berjawab sebagai seorang pelupa kedisiplinan.Dari semua itu saya berargumentasi menemukan sendiri mengapa buku harus disampuli ? itu tidak saya ikuti walau perintah guru sekalipun tidak saya gubris.aku senang mempertahankan itu adalah caraku sendiri apa adanya dari asal semula pembuat buku tersebut.

Hukuman dan sanksi dari guru aku jalani dengan ikhlas seperti aku ikhlas dengan hakekat caraku memperlakukan milikku sendiri meski dikata orang lain,saya rugi tidak mengikuti pelajaran,mendapat nilai jeblok dan resiko akademik lainnya ibarat sekolah semi penjara.Bagiku itu tidak penting hanya membuang-buang waktu saja ,mereka tidak tahu prinsip dan hakekat sebuah barang roh sebuah kepemilikan,mereka diperbudak dengan kedisiplinan dan keindahan bercitra.Tentang isi buku dan hakekat dari buku itu sendiri pendisiplin lupa tidak dikembangkan sebagai penyimpan pesan  hakekat gudang ide untuk menulis.Banyak sekali aturan - aturan baik tentang disiplin di sekolah saya langgar yang tidak saya sebutkan satu-persatu namun entah mengapa waktu itupun saya tidak dikeluarkan dari sekolah malah mendapat Bea Siswa Supersemar.Catatan skor pelanggaran sekolah menumpuk seolah hampir semua menempel di tembok undang-undang sekolah saya corengi. Menurutku disiplin itu menghambat,kurang logika sebagai makhluk penyeragaman yang kaku mengikat tidak ada hasil, sebagai pembatasan saja.

Saya pecinta terlambat ke sekolah yang berimbas sampai saya bekerja menjadi pegawai negeri saat ini terus membudaya di lini batin saya sebagai rasa puas.Kalau boleh saya berkelakar  berdasar pengamatanku disitu terlihat pendisiplin sejati seperti buldoser contoh yang kaku dengan baju waktu yang gagah namun bagiku itu melelahkan dengan sejuta kerapian yang kuat dikala indah nan muda namun rapuh dikala sudah lama nan tua.Aku lebih suka disiplin menurut bingkai kekuatanku sendiri yang lebih cocok yang orang lain menganggapku bodoh dan tidak rajin,namun disitu ada alam kebebasan dan keterbukaan yang aku lebih menyamankan buat diriku sendiri,toh karier dan kedudukan tetap berjalan terus tanpa merasa aku terganggu.Tidak jarang saya mendengar pendisiplin yang dulunya gagah sekarang loyo dan sebaliknya pemalas yang dulunya ditendang sekarang sukses.
http://dinamikagurusd.co.id