Monday, November 16, 2015

Pengertian Hak Kewajiban dan Fungsi Palang Merah Remaja (PMR) Sebagai Pengembangan Anggota Muda PMI


owner http://dinamikagurusd.co.id

http://dinamikagurusd.co.id 
Pengertian
Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah promosi dan pengembangan anggota muda dari PMI, PMI selanjutnya disebut PMR.Terdapat di kota atau kabupaten di Indonesia, dengan lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan bencana kemanusiaan dan di sektor kesehatan, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, dan mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Kebijakan PMI dan federasi pembinaan muda meliputi :

  • Perkembangan remaja adalah prioritas, baik dalam keanggotaan dan kegiatan kepalangmerahan.
  • Remaja memainkan peran penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  • Remaja memainkan peran penting dalam perencanaan, pelaksanaan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  • Remaja adalah kader relawan.
  • Remaja calon pemimpin PMI di masa depan.
  • Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi dibangun dari Palang Merah Indonesia, yang berbasis di sekolah atau kelompok masyarakat (studio, kelompok belajar, dll) itu bertujuan untuk membangun dan mengembangkan karakter kepalangmerahan untuk siap menjadi relawan PMI di masa depan.

Karakteristik PMR

Bersih, Sehat, Kepemimpinan, Caring, Kreatif, Kerja Sama, ramah dan ceria.

Keanggotaan dan tingkat PMR

Di Indonesia, ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan tingkat pendidikan atau usia
  • PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda.
  • PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit.
  • PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah.

Hak Dan Kewajiban PMR

Hak:
  • Dapatkan kartu anggota.
  • Dapatkan pembinaan dan pengembangan PMI.
  • Ekspresi dalam forum rapat atau pertemuan PMI melalui PMI.
  • Memperoleh pengakuan serta penghargaan sesuai dengan prestasi.
Kewajiban :
  • Membayar iuran keanggotaan.
  • Melaksanakan Tri Bakti PMR.
  • Menjalankan dan membantu mensosialisakan prinsip-prinsip dasar gerakan PMR dan bulan sabit merah internasional.
  • Mematuhi AD / ART PMI menjaga nama baik dan kehormatan PMI.

Peran dan Fungsi:

Keterlibatan anggota muda PMI dalam kegiatan Tri Bakti PMR disesuaikan dengan kompetensi dan minat mereka, serta kebutuhan untuk PMI dan remaja. Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan, mereka bermain fungsi yang berbeda.
  • PMR Mula berfungsi sebagai kepemimpinan sebaya, yang bisa menjadi model / model keterampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
  • PMR Madya berfungsi sebagai dukungan sebaya, yang memberikan dukungan, bantuan, dorongan untuk rekan-rekan mereka untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat.
  • PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu rekan pendidik keterampilan hidup sehat.

Pendidikan Dan Pelatihan

Setiap anggota PMR harus menerima pelatihan sebelum terlibat dalam kegiatan Tri Bhakti PMR siap untuk melaksanakan peran dan fungsinya. setiap sesi pelatihan akan memperkuat karakter (kualitas positif) anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat dan menjadi calon relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan terampil, tetapi juga perlu memahami dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari, dalam proses pelatihan.
 
Proses pelatihan dapat dilakukan oleh PMI Kota / Kabupaten dan Satuan PMR, kurikulum yang sesuai yang telah ditetapkan. Waktu menyesuaikan diri dengan kalender pendidikan, terintegrasi dengan kegiatan tertentu, serta kali yang telah disepakati antara PMI Kota / Kabupaten, fasilitator / pelatih, dan anggota PMR.

Materi pokok pelatihan

Gerakan kepalangmerahan
Cakupan materinya antara lain sejarah, lambang, kegiatan kepalangmerahan, penyebarluasan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.
Kepemimpinan
Cakupan materinya antara lain bekerjasama, berkomunikasi, bersahabat, menjadi pendidik sebaya, memberikan dukungan, menjadi contoh perilaku hidup sehat.
Pertolongan Pertama
Cakupan materinya antara lain Menghubungi dokter/rumah sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan rumah, menolong diri sendiri.
Sanitasi dan Kesehatan
Cakupan materinya antara lain merawat keluarga yang sakit dirumah, perilaku hidup sehat, kebersihan diri dan lingkungan.
Kesehatan Remaja
Cakupan materinya antara lain Kesehatan reproduksi, Napza, HIV/AIDS.
Kesiapsiagaan Bencana
Cakupan materinya antara lain jenis bencana, cara-cara pencegahan, mempersiapkan diri, teman, dan keluarga menghadapi bencana.
Donor darah
Cakupan materi kampanye termasuk donor darah, donor darah remaja merekrut, mempersiapkan diri untuk menjadi donor, mengadakan donor darah pada saat wabah demam berdarah atau setelah bencana.

Pada awal pelatihan semua anggota PMR akan menemukan informasi tentang ruang lingkup materi dan tujuan yang akan dicapai. Pada tahap ini para pelatih dan fasilitator mengidentifikasi anggota yang pertama kali bergabung dengan PMR, dan anggota melanjutkan keanggotaan mereka (misalnya dari anggota PMR Mula terus PMR Madya).

Para anggota baru bergabung akan mengikuti proses pelatihan dari awal, sambil terus keanggotaannya, dapat terlibat sebagai asisten untuk membantu teman-temannya memahami materi. Sebuah sistem penghargaan, pengakuan, monitoring, dan evaluasi tingkat pengetahuan, keterampilan, pemahaman dan sikap yang dirancang dalam bentuk persyaratan keterampilan PMR.
Setiap materi dan kegiatan yang saling terkait. Ketika mempelajari peringatan banjir, juga akan belajar tentang Pertolongan Pertama pada luka atau sakit karena banjir (diare, demam, karena memukul benda keras, lecet), sanitasi dan air bersih, bagaimana menerapkan 7 prinsip dan kepemimpinan ketika memberikan bantuan , cara menyelenggarakan donor darah untuk korban banjir, belajar nutrisi yang tepat jika akan menyumbangkan bahan makanan, bagaimana mengatur acara untuk menghibur remaja dan anak-anak korban.

Tri Bhakti PMR

Keterlibatan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan adalah karya dan pengabdian nyata setelah pelatihan dan pengakuan keberadaan dan kompetensi dalam meningkatkan kualitas anggota dan organisasi, serta memberikan jawaban atas berbagai kepentingan merger remaja dengan PMI. Ada juga isi Tri Bhakti PMR adalah :
  • Meningkatkan keterampilan hidup sehat.
  • Pekerjaan dan ibadah di masyarakat.
  • Memperkuat persahabatan nasional dan internasional.

    Jumbara PMR

    Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira PMR merupakan salah satu kegiatan utama dari organisasi PMI di semua tingkatan untuk promosi dan pengembangan PMR serta organisasi Jambore Pramuka. Jumbara diadakan di semua tingkat PMI. Ada tingkat kabupaten Jumbara, kabupaten / kota, provinsi dan nasional Jumbara, di mana pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan PMI di daerah yang bersangkutan.

    Jumbara (Jumpa, Bakti, Gembira) Dilaksanakan 2 tahun sekali, Jumbara juga kegiatan Palang Merah Remaja. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan oleh PMI pusat, dan di ikuti oleh para semua anggota PMR Madya dan PMR Wira yang terdapat di lingkup PMI cabang. Tujuan diadakannya kegiatan Jumbara ialah juga untuk mempererat tali persaudaraan di antara Angota PMR.
    kegiatan PMR (Palang Merah Remaja), Kegiatan Palang Merah Remaja didasarkan pada Tri Bakti PMR dan tujuh prinsip PMR yaitu, Kepemimpinan, Gerakan Kepalang merahan, Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, Siaga Bencana, Kesehatan Remaja, DORAS (Donor Darah Siswa).
     
    Jumbara adalah upaya monitoring dan Evaluasi kegiatan pembinaan PMR oleh PMI sebagai wadah Pembinaan Generasi Muda tentang Kepalang Merahan.Kegiatan Jumbara dikuti oleh anggota PMR yang mewakili kelompok jenjangnya yang dibuktikan dengan Kartu Anggota masing – masing Kelompok yang dikeluarkan oleh Kantor PMI Kabupaten / Kota masing – masing
     
    Jumbara merupakan salah satu pelaksanakan Tri Bakti PMR. Sebagai ajang pertemuan antar Anggota PMR , pelatih, & para pengurus PMI. Menanamkan prinsip-prinsip, gagasan pengertian, pengetahuan, sikap dan ketrampilan kepalangmerahan kepada generasi muda adalah kewajiban kita semua, mengingat generasi muda adalah penerus cita-cita pengabdian PMI di tengah masyarakat Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya.

    Menyadari hal-hal pokok diatas, untuk mengetahui sejauh mana pembinaan, kegiatan dan prestasi yang dicapai dalam ke-PMR-an diselenggarakan kegiatan untuk anggota PMR berupa Berjumpa, Berbakti dan Bergembira yang disebut “ JUMBARA PMR “.

    Jumbara PMR adalah suatu kegiatan yang berupa latihan untuk anggota PMR, dimana latihan ini berbentuk Jumpa Bhakti dan Bergembira (PMR).
    Tujuan diadakannya Jumbara ini ialah untuk memberikan evaluasi dan latihan untuk anggota-anggota PMR tersebut, lalu di Jumbara inipun akan dilatih Kemandirian, Kedisiplinan serta Kerjasama yang kuat (bersama akan kuat).
    Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah promosi dan pengembangan anggota muda dari PMI, PMI selanjutnya disebut PMR.Terdapat di kota atau kabupaten di Indonesia, dengan lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan bencana kemanusiaan dan di sektor kesehatan, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, dan mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

    Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
    Dalam PMR diperkenalkan 7 Prinsip yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh masing-masing anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal sebagai “tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ‘(Tujuh Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah).

    Kemanusiaan

    Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan bantuan kepada para korban yang terluka dalam pertempuran itu tanpa membedakan dan untuk mencegah dan mengatasi penderitaan orang lain. Tujuannya adalah untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dan menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan angkat saling pengertian, kerjasama dan abadi manusia antarsesama perdamaian.

    Kesamaan

    Gerakan memberi bantuan kepada mereka yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politik. Tujuannya adalah hanya untuk mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhan mereka dengan memberikan prioritas pada keadaan yang paling parah.

    Kenetralan

    Gerakan tidak memihak atau terlibat dalam politik konflik, ras, agama, atau ideologi.

    Kemandirian

    Gerakan independen, masing-masing asosiasi nasional meskipun pendukung pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus sesuai dengan persyaratan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya sejalan dengan prinsip-prinsip dasar gerakan.

    Kesukarelawanan

    Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.

    Kesatuan

    Dalam satu negara hanya satu asosiasi nasional hanya dapat memilih salah satu simbol yang digunakan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah. Gerakan terbuka dan melaksanakan pekerjaan bantuan di seluruh wilayah negara.

    Kesemestaan

    Gerakan bersifat universal. Artinya, gerakan hadir di seluruh dunia. Setiap asosiasi nasional memiliki status yang sama, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.

    Dikutip dari sumber : id.wikipedia.org