Saturday, November 14, 2015

UJI KOMPETENSI GURU (UKG) BUKAN UNTUK MEMPERMALUKAN GURU,JUSTRU MENGANGKAT DERAJAT GURU

Kepala SDN Mojo 03 Cluwak Pati Jawa Tengah menengok kekawatiran guru yang rata-rata nilai UKG rendah dipublikasikan

http://dinamikagurusd.co.id
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melibatkan ratusan orang dari berbagai instansi untuk menganalisis soal-soal uji kompetensi guru (UKG). Selain dari tim LPTK, LPMP, dan industri, juga dilibatkan lembaga peduli pendidikan, salah satunya Himpunan Evaluasi Pendidikan (Hepi).

Kemendikbud melibatkan banyak orang untuk menganalisis soal-soal UKG yang sudah disiapkan. Tidak hanya masalah penataan soal, tapi juga ketepatan dan kedalaman materi agar soal-soal UKG benar-benar bisa mencerminkan dan mengukur kompetensi pedagogik dan profesional guru.
“Ujian tertulis berbasis komputer ini hanya mengukur dua kompetensi guru, yaitu pedagogik dan profesional. Dari sekitar 80—100 soal UKG itu nanti, 30% nya tentang materi pedagogik, dan 70% profesional.


Materi pedagogik akan menguji kemampuan guru terkait metode pembelajaran, pemilihan media pembelajaran yang tepat, perangkat pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. Sedangkan materi profesional disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu guru tersebut. “Untuk materi profesional sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang guru itu, misalnya matematika, tingkat apa? SD, atau SMP, SMA?. Disesuaikan dengan mata pelajarannya.

http://dinamikagurusd.co.id
Angkat Derajat Guru
Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sumarna Surapranata, Senin lalu, menegaskan UKG bukan untuk mempermalukan, tetapi justru mengangkat derajat guru.Pernyataan itu membantah kekhawatiran Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo tentang publikasi hasil UKG. Jika hasil UKG dipublikasikan akan berpotensi merendahkan guru, terutama jika nilainya di bawah standar. Ini akan meruntuhkan kepercayaan orang tua pada guru bersangkutan.

Kemdikbud menyiapkan 200 paket soal untuk 200 mata pelajaran program keahlian. Waktu pelaksanaan tiap guru hanya berlangsung dalam satu hari, tepatnya selama 120 menit, pilihan ganda dengan jumlah soal 60-100 soal. Dalam satu hari, terdapat tiga gelombang UKG. Setelah UKG, akan dilakukan pendidikan dan pelatihan bagi guru."Soal-soal yang diberikan pada UKG, dibuat dengan pendekatan kualitas oleh dosen, industri, ahli pengukuran hingga Widyaiswara.

Secara bertahap, pemerintah menaikkan nilai uji kompetensi guru (UKG). Jika tahun ini nilai standard UKG adalah 5,5, pada tahun 2019 mendatang, pemerintah pusat menetapkan nilai terendah UKG adalah 7.Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru, khususnya yang terdaftar dalam data pokok pendidikan (dapodik), pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), melakukan UKG. "Bahkan, jika saat ini standard nilai UKG adalah 5,5, secara bertahap akan terus ditingkatkan menjadi 7 pada tahun 2019 mendatang.

Ada empat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, agar menjadi guru berkompeten, yakni kompetensi pedagogik/akademik, kompetensi profesional, kompetensi sosial,dan kompetensi kepribadian.Berdasar pada UKG, akan dilakukan evaluasi, komponen mana yang nilainya paling rendah, maka yang bersangkutan akan mengikuti diklat.Sejauh ini kami belum dietahui apakah nilai UKG sudah meliputi empat kompetensi tersebut.

Dari pemerintah melalui Kemendikbud, menggelar uji kompetensi guru (UKG) yang berlangsung 9-27 November 2015. UKG akan diikuti sekitar 2.949.110 guru, baik guru yang mempunyai sertifikasi pendidik maupun guru yang belum bersertifikat pendidik, baik PNS maupun guru honorer.
UKG dilaksanakan sejak 2012, namun dahulu hanya sederhana dan hanya berlaku untuk guru yang bersertifikasi. Ke depan UKG akan dilangsungkan setiap tahun. Tahun ini standar minimum UKG yakni 5,5. Targetnya pada 2019, nilai standar UKG mencapai 7-8.