Tuesday, December 1, 2015

MEMBANGUN HUBUNGAN INTERPERSONAL SEKOLAH YANG SOLID

Kepala SDN Mojo 03 Cluwak Pati

Oleh : Kalim
http://dinamikagurusd.co.id 

Pengantar
Kadang kita diganjar oleh cemooh orang yang hanya melihat besaran uang yang kita terima,bukan dari keprofesionalan kerja kita.Dan biasanya ketenangan kerja kita rusak gara-gara cara sikap menilai atasan kita yang salah.Ironisnya banyak cobaan dan tantangan terjadi karena hubungan saudara atau special orang - orang terdekat di sekitar kita mengganggu kinerja keprofesionalan kita justru ketika usaha mulai berkembang.

Sedikit apapun pekerjaan yang kita lakukan dengan kejujuran akan membawa kebaikan banyak pada orang lain.Dan makin lama kepercayan itu akan datang dengan sendirinya sehingga kita dimudahkan oleh Alloh atas sedikit pekerjaan yang telah kita usahakan secara terus menerus sebagai tangga untuk berpijak pada kebenaran kejujuran kita.

Demikian sebaliknya saya sebagai kepala sekolah SD terus belajar tanpa lelah hal-hal diluar kediinasan yang berhubungan dengan kenyamanan langsung penciptaan iklim kondusif dalam rumah kerja.Saya mengaku responsif sekali dengan masukan,kritikan,apa saja yang membuat diriku dijadikan bulan-bulanan kata dan acara,saya terima dengan sabar lapang dada sebagai resiko tugas.Perbedaan umur,kedewasaan,serta pandangan seseorang kujadikan dinamika kerja yang unik,sebagai anugerah amanah besar yang harus dijunjung penuh nafas kekuatan kekeluargaan.

Berdasarkan pengalamanku sendiri,saya berpendapat jika ada yang berlatar agama yang berbeda dan kekayaan ekonomi sangatlah sensitif sekali memicu konflik pandangan yang harus diselesaikan.Saya merasa wajar bahwa menjadi pemimpin itu tidak bisa sempurna jika dilihat dari kacamata apapun pasti ada gesekan kelemahannya,asal saya tidak menyinggung perasaan orang lain.Adalah wajar saya percaya,sedikit banyak tentang hal keburukan saya dibicarakan dan dipermalukan secara sembunyi diantara rekan kerja adalah hal umum dalam dunia kerja.Saya tidak mengejar menuduh apalagi mengorek sebuah pengakuan.Benteng kebijakan saya,harus saya perkuat dengan dilandasi lapisan-lapisan ketahanan bahwa saya tidak mengganggu apalagi memutus hak dan kewajiban mereka anak buah saya.

Satu hal lagi,secara kebetulan yang menjaga kelancaran tugas saya adalah kecepatan informasi anak buah saya yang berpasangan suami isteri salah satunya berprofesi yang sama dalam wadah guru atau pendidik tenaga kependidikan lainnya.Baik yang berada di ligkup satu kecamatan maupun beda kecamatan dinas yang lainnya.Semua itu bukan untuk membuat link untuk mendikte sebuah pekerjaan masing-masing ataupun merasa sok bisa sendiri diantara yang lainnya.Saling koreksi mawas diri selalu terus ditanamkan dalam kegotong-royongan membangun kepentingan bersama dalam kerangka menghargai kedudukan dan etika masing-masing menjalankan tufoksi kedinasan.Rasa cepat,puas,akurat,aman dan lancar adalah buah pemikiran bersama saling mengisi ide dan berbagi dalam menyelesaikan masalah.Area yang berdekatan dengan sumber resmi kedinasan serta kenal dengan personal lembaga kedinasan termanfaatkan dalam meluruskan agenda nasional instansi organisasi yang secara umum sama-sama kita geluti profesionalannya dalam membangun interpersonal sekolah yang solid.

Sebagai rujukan saya ambilkan referensi dibawah ini sebagai landasan pertimbangan dalam membangun hubungan interpersonal sekolah yang solid !

Apa itu hubungan interpersonal ?

Hubungan Interpersonal adalah hubungan antara satu individu dengan individu lain. Hubungan interpersonal merupakan sifat alami manusia untuk membina hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertemanan atau bahkan persaingan.
Dalam sebuah hubungan kita tidak hanya sekedar menentukan content, tetapi juga menentukan relationship. Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa semakin baik hubungan interpersonal, semakin terbuka pula orang untuk mengungkapkan dirinya.

Dasar teori dalam membangun hubungan interpersonal adalah “Social Exchange Theory” (Thibaut dan Kelley, 1959 dalam Hewstone, Fincham dan Foster, 2005). yaitu  dimana individu membangun hubungan karena memang ada alasann timbal balik baik dalam bentuk produk, informasi, uang dan sebagainya.
Salah satu tujuan dari membina hubungan dengan orang lain adalah agar kita mendapatkan dukungan sosial. Karena pada prinsipnya, individu yang merasa terintegrasi dengan lingkungan soialnya, akan berdampak positif pada kesehatan fisik maupun psikologisnya (Stroebe dan Stroebe, 1997 dalam Hewstone, Fincham dan Foster, 2005).

Mengapa orang lain bisa tertarik dengan orang lain?

Salah satu dasar untuk membangun hubungan interpersonal adalah ketertarikan dengan orang lain. Ketertarikan yang dimaksud adalah perasaan positif kepada orang lain.
Weiten (2011:527), dalam menjalin sebuah hubungan ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang merasa tertarik. Diantaranya adalah :
1) Ketertarikan fisik.
Penilaian individu akan tampilan fisik seseorang menjadi dasar ketertarikan. Fisik seseorang kita asosiasikan dengan kepribadian orang tersebut.
2) Adanya kesamaan
Kita cenderung menyukai seseorang yang memiliki atribut yang sama dengan kita. Karena pada dasarnya kita menyukai diri kita sendiri.
3) Efek timbal balik
Kita cenderung menyukai orang-orang yang menunjukkan bahwa mereka seperti kita dan kita cenderung melihat orang lain menyukai kita jika kita seperti mereka.
4) Romantic ideals
Karakter ideal yang diharapkan seseorang ada dalam diri pasangannya.

Cara untuk mempertahankan sebuah hubungan

Di sini ada beberapa cara untuk mempertahankan sebuah hubungan yaitu :
1)  Menyenangkan
Dimanapun kita berada, sebisa mungkin kita harus sopan, menyenangkan dan ramah kepada orang lain. Sehingga mereka bisa merasa senang ketika menjalin hubungan dengan kita.
2) Komunikasi
adalah cara untuk tetap mempertahankan kontak meskipun hanya sebuah pembicaraan kecil misalnya menanyakan kabar.
3) Terbuka
Sikap terbuka kepada orang lain akan membuat sebuah hubungan terjalin dengan baik. Misalnya kita terbuka untuk mendengarkan cerita orang lain, memberi nasehat, empati.

Selain kita harus mempertahankan sebuah hubungan, kita juga harus bisa bekerja sama dengan orang lain. Menurut Zenger Miller (Leadership, 2000), ada 9 cara bagaimana berkawan dan mempengaruhi orang lain dan bekerja sama :
1. Remember the name
Mengingat nama seseorang adalah yang terpenting. Hal tersebut merupakan penghargaan bagi dirinya.
2. Appreciation
Manusia sangat menghargai bila diberikan penghargaan secara tulus dan jujur.
3. Attention
Berilah perhatian yang sungguh sungguh kepada orang lain.
4. Proud 
Membicarakan diri sendiri tentang keberhasilan-keberhasilannya merupakan kesenangan tersendiri, berbicaralah mengenai kesenangan orang lain.
5. Important 
Berbuatlah agar orang lain merasa bahwa dirinya penting dan lakukan hal ini dengan tulus dan jujur.
6. Good listener 
Jadilah pendengar yang baik dan berilah dorongan agar orang lain berbicara mengenai dirinya.
7. Good friend 
Buatlah bahwa kehadiran anda diperlukan oleh rekan-rekan anda.
8. Don’t coca cola cup
Jangan senantiasa / selalu mengkritik, mengutuk, maupun mengeluh.
9. Smile
Berilah kepada teman atau kawan sesuatu yang sangat murah (bagi kita yang memberi) akan tetapi sangat berarti (bagi yang menerima).

Sumber : http://umi-munfaridah-fpsi12.web.unair.ac.id/artikel_detail-62067-Umum-Hubungan%20Interpersonal.html