Wednesday, December 9, 2015

Mudah -mudahan sekolah,kerja dan hidup kita indah tanpa Korupsi !

Kepala SD Negeri Mojo 03 Dinas Pendidikan Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah

Oleh : Kalim,M.Pd.
Sebagai guru biasa saya merasa kecil sekali pengaruh terhadap apa yang terjadi dulu,sekarang,aktual akan datang tentang korupsi rasa-rasanya sangat ngeri sekali.Mengkampanyekan secara cerdas anti,cegah,berantas tentang korupsi telah dilakukan oleh semua negara termasuk Indonsia. Para seniman,tokoh,pengamat,kalangan akademisi berusaha keras menjelaskan betapa dahsyatnya korupsi dalam era pembangunan.Semua sektor lini pemerintah dari yang tertinggi sampai terendah tidak henti-hentinya melawan dengan segala caranya masing-masing.Media elektronik sampai media tradisional apapun berjuang keras agar korupsi dengan segala turunanya bis bersih dimuka bumi ini.Skandal keuangan yang menyangkut dunia bidang proyek pembangunan adalah alat cermin korupsi sudah merebak dimana-mana.Saya hanya berandai bermimpi jika korupsi ini tidak ada ? kebocoran yang kecil serta pelaporan yang tidak dimanupulasi dunia ini seakan sebuah harmoni kesejahteraan yang indah !

Dada ini serasa sakit dan sesak jika mendengar kejadian korupsi,apalagi peristiwa tersebut dekat di lingkungan kita sendiri.Sebagai pemimpi kecil saya hanya berpikir tentang kebutuhan riil belajar anak.Maka dalam setiap bertemu dengan siswa saya selalu berpesan disela-sela akhir pelajaran di kelas atau dimana saja untuk mengisi dan berbagi sesuatu yang menjauhkan dari hal yang membuat  anak nantinya berkarakter baik tidak korupsi secara langsung ataupun sederhana.Membenuk manusia cerdas murid yang pandai bertaqwa yang berkarakter kuat untuk memerangi potensi nanti berbuat korupsi.Dalam skala kecil namun sering contoh -contoh tentang tindak tidak korupsi harus ditanamkan sejak dini mulai dari sekolah seperti bidang pendidik yang saya geluti.Korupsi bermakna besar perusak yang tidak hanya dalam tataran bahasa namun pembunuh dahsyat dalam perilaku kehidupan apapun.Dalam kedekatan dengan tugas biasanya seorang guru dihadapkan dengan korupsi waktu,persiapan mengajar, mengulur istirahat masuk sekolah,datang pulang tidak sesuai keisiplinan pegawai,menilai murid tidak sesuaia fakta dan seterusnya adalah hal-hal klasik yang sering dijumpai pada guru.

Dalam skala besar pengerttian kata "korupsi" berasal dari bahasa Latin "corruptio" yang bermakna busuk atau rusak. Kata tersebut tentu saja tidak asing bagi sebagian besar penduduk di negeri ini. Sementara itu, secara harfiah, korupsi ialah perilaku pejabat publik, baik politikus maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan ilegal memperkaya diri sendiri atau orang-orang yang dekat dengannya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepadanya.

Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi demi keuntungan pribadi . Besar atau kecilnya korupsi berbeda-beda, mulai dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan hingga korupsi berat yang diresmikan. Titik ujung tindakan korupsi ialah kleptokrasi, yang secara umum dapat diartikan sebagai "pemerintahan oleh para pencuri". Dalam hal ini, mereka hanya berpura-pura bertindak jujur, namun penuh dengan kecurangan dan kebusukan di balik itu.

Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele ataupun berat, serta terorganisasi maupun tidak. Walaupun dalam kenyataannya korupsi sering kali memudahkan kegiatan kriminal, seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, tetapi korupsi itu sendiri tidak terbatas pada hal-hal seperti ini.Korupsi menunjukkan tantangan serius terhadap pembangunan. Dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Selain itu, korupsi mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan, mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidakefisienan yang tinggi, serta menimbulkan distorsi dalam sektor publik ke proyek-proyek masyarakat dengan tingkat sogokan dan upah yang lebih banyak.

Korupsi politis terjadi di banyak negara, yang memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering kali menguntungkan bagi pemberi sogokan, bukannya rakyat luas. Dalam banyak kasus korupsi yang terjadi, yang menjadi korban pastilah rakyat.Dalam beberapa pemimpin dunia yang sangat "doyan" merampok kekayaan negara dan hak rakyat demi kesenangan dan kemewahan pribadi dan keluarga tanpa mempedulikan nasib rakyat. Usaha dari pemerintah  Indonesia sebagai contoh yang menggantikan rezim korupsi dari waktu ke waktu adalah seperti drama,wayang,sinetron bahkan perumpamaan binatang 'cicak melawan kadal' orang menelurkan pendapat yang menarik sekaligus sangat memprihatinkan. Pemerintah berhasil mengambil kembali uang negara yang telah diselewengkan dan dirampok oleh pemerintah sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Filipina dan Nigeria dan indonesia adalah bagian prestasi birokrat kita yang harus terus dibina kompetensinya untuk memberantas korupsi seakar-akarnya.

Mudah -mudahan sekolah,kerja dan hidup kita indah tanpa Korupsi !