Sunday, December 6, 2015

Pengekor Yang Nikmat

Kepala SD Negeri Mojo 03 Cluwak Pati Jateng

http://dinamikagurusd.co.id
Ketika saya berkesempatan meninjau jauh profil sekolah sendiri terkejut aneh dengan posisi personal anak buah saya,semuanya kaya diatas harta kekayaanku sebagai kepala sekolah.Ketika mengisi Laporan harta kekayaan aparatur sipil Negara aku begitu terkejut penjaga sekolahku saja punya 2 sepeda motor yang tergolong tahun muda,mobil,sawah nilainya jauh lebih besar dibanding diriku sebagai pimpinannya.Saya sendiri sangat bangga dengan penghasilanku setahun 60-70 jutaan ditambah tunjangan lainnya cukup punya 2 sepeda motor 1 honda prima atas nama diriku dan sepeda motor honda supra ditambah rasa syukur punya rumah dan bangunan yang di SPPT atas nama diriku yang pajaknya Rp 5.000,- aku jadi tersenyum kecut sendiri.Nilai jual obyek pajak yang dua belas jutaan tahu sendirilah luas dan bangunannya itupun riwayatnya adalah menghargai isteriku yang diberi oleh orang tuanya.

Lumayan mulai tahun 2010 sangat terbantu sekali dengan adanya sertifikasi pendidik,namun sampai hari inipun penyakit kambuhanku sebagai pegawai negeri sipil kumat terus.Selembar SK asliku yang terakhir saya sekolahkan di bank yang tak kunjung lulus alias lunasJuga hutang di Koperasi sebagai dewa penolongku masih berjajar angka belum lunas masih menyala merah terang.Kemarin saya sempat tertawa lebar sendiri,setelah saya hitung pertanggung jawabanku kepada Inspektorat selisih kurang jika dilihat nominal antara hutang dan kekayaan.Tak apalah saya merasa aman dan nyaman tidak dikejar-kejar rasa bersalah korupsi dari pekerjaan saya yang kujadikan mesin tua sampai pensiun untuk insyaAlloh bersandar sebagai teladan kepada anak cucu saya.Barangkali saya bersyukur isteri saya ini ibu kepala sekolah namun tidak pernah mengajar.Cukup memantapkan diri mengajar anak-anaknya di rumah sebagai guru rumah tangga.

Sementara ada yang berpendapat saya tertipu dengan obsesi sendiri yang notabene bergelar Magister namun refleksi penghasilan seperti dikata orang berpangkat besar akan besar pula penghasilan yang saya rasakan adalah bertolak belakang.Saya terpancing dengan kuliah saya yang kubiayai dari hasil pinjam bank dan koperasi sampai hari inipun jika dihitung merugi hanya sebutan nama saja mentereng namun rejeki buntung kata mas Tukul.Menengok anak buah saya yang guru malah jauh lebih agak meratapi nasib saya yang kurang gagah dimata mereka.Saya jauh lebih miskin  karena merekapun punya sepeda lebih dari satu,tanah bangunan dan mobil semua, karena diantaranya adalah pasangan suami isteri guru PNS.Inilah yang membuat saya berpendapat tidak semua pengekor itu bodoh,miskin,apalagi tidak bisa apa-apa.Di jaman sekarang ini sebagai Kepala sekolah tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan jabatan tugas tambahan yang jebot manakala sebagai pendepan operasional sekolah bernasib tidak senyaman sebagai pengekor kaya yang jumlahnya di Indonesia ini banyak.

Guru-guru di SD yang mampu dan pantas kompeensinya seolah bersembunyi manakala ada tugas tambahan yang meribetkan,karena kepala sekolah dipandang hal yang kurang menarik berdaya nilai tawar murahan karena tunjangan minim tidak sebanding dengan beban kerja jika dibanding dengan guru kelas apalagi mata pelajaran.Semasa saya mencalonkan diri sebagai kepala sekolah,banyak kepala dinas kelimpungan sulit mencari calonnya.Sebagai penjelas penjaga SD saya ini lulusan SD dengan karier golongan I A 1982 sampai mentok II A sejak tahun 1994 sampai sekarang.Ditambah satu guru slta namun sudah bersertifikasi perjuangan Pgri penghargaan usia.Mungkin ini menarik dan unik se Indonesia,dengan profil personal lembaga SD di desa yang terendah berijasah SD sampai kepala sekolah berijasah S2.Namun walau ijasah SD tapi penghasilan seperti dosen atau pejabat lain yang berijasah magister muda pendekatannya demikian.

Demikianlah sekelumit perolokan pengekor yang nikmat dengan pendepan yang bodoh seperti aku ini.